Pada akhirnya, imperium para buruh dan petani tani ambruk. Keruntuhan Rusia kali ini akan lebih buruk daripada tahun 1991. Putin mengisolasi negaranya dari dunia luar. Kekuatan dunia di masa depan Cina hanya menunggu.
Perang akan melemahkan Rusia Hanya satu tujuan sanksi Barat, yaitu untuk menghentikan perang Rusia. Tetapi sanksi ekonomi membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk capai keberhasilan. Rusia seperti ikan mas di akuarium yang dilubangi oleh seseorang dan airnya perlahan keluar.
Banyak orang Rusia masih percaya bahwa kehidupan sehari-hari mereka tidak akan terpengaruh oleh perang. Itu akan berubah.
Selain itu, perang melemahkan Rusia. Perang menelan biaya miliaran. Konsekuensi jangka panjang bagi perekonomian akan menghancurkan.
Belum lagi moral warganya. Putin telah berhasil memastikan bahwa sampai beberapa generasi ke depan, mayoritas orang Ukraina akan menganggap orang Rusia sebagai musuh mematikan mereka.
Ukraina tidak akan melupakan apa yang dilakukan Rusia terhadap mereka. Mereka akan mengingat untuk waktu yang lama bahwa banyak orang Rusiam, dari Kaliningrad sampai Vladivostok, melihat pembunuhan dan penghancuran yang tidak masuk akal ini dengan tak acuh atau bahkan mendukungnya.
Berapa lama perang masih akan berlangsung? Tidak ada yang tahu. Hanya satu hal yang jelas: setiap hari tentara Ukraina semakin kuat.
Senjata Barat modern tiba secara bertahap di tangan pasukan Ukraina, yang menjadikan mereka semakin percaya diri.
Seorang anggota pemerintahan Ukraina bahkan sudah meramalkan kemenangan akan diraih pada akhir tahun ini.
Baca Juga: Ukraina Beri Laporan Bertentangan Soal Serangan Pada Kereta Rusia
Membuat rencana untuk membangun kembali negara, yang akan menelan biaya ratusan miliar. Uang yang harus dibayar oleh mereka yang menyebabkan kerusakan - yaitu, pembayar pajak di Rusia.
Memanfaatkan aset Rusia
Cadangan mata uang Rusia dalam kisaran tiga digit miliar berada di bank-bank di luar Rusia: aset negara yang dibekukan sebagai bagian dari sanksi.
Sebetulnya, hukum internasional melindungi uang ini karena awalnya milik Rusia. Tapi Putin tidak bisa lagi menggunakan hukum internasional.
Terlalu sering dia menendang dirinya sendiri. Dari hari ke hari seluruh dunia menyaksikan kejahatan perang yang dilakukan oleh tentara Rusia.
Oleh karena itu, aset ini sebaiknya ditransfer ke Ukraina secara bertahap setiap bulan, sehingga Kyiv dapat menutupi biaya operasional negara yang dilanda perang: untuk membayar uang pensiun, gaji pegawai negeri, perbaikan dan rekonstruksi infrastruktur yang dihancurkan oleh Rusia.
Mentransfer uang secara bertahap juga akan memiliki keuntungan, yakni mencegah korupsi. Bagaimanapun, Rusia harus menerima kehilangan uang itu. Untuk Ukraina itu akan menjadi bantuan untuk memulai awal baru. (yf/vlz)
Berita Terkait
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham Cuan dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Wajah Baru Halte Patra Kuningan 2 Ternoda Vandalisme, Begini Respons Transjakarta
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Dibintangi Jenna Ortega, Sony Pictures Rilis Trailer Film Klara and the Sun
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Guntur Romli: Dulu Petugas Partai, Kini Jokowi Jadi 'Jongos PSI' Demi Dinasti 2029!
-
Relokasi Dua Pabrik Jepang ke Vietnam Ditunda, Ancaman PHK Massal Ribuan Buruh Mereda
-
Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!
-
Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi
-
Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?
-
Venezuela Mirip Zona Perang, Kisah Orianna Cari Ayahnya di Reruntuhan Gedung
-
Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?
-
Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!
-
Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum
-
Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir