Suara.com - Tantangan 'taubat' meninggalkan radikalisme belum selesai setelah kembali ke masyarakat dan ke pangkuan NKRI. Sebab eks narapidana Terorisme mengaku banyak mendapatkan teror setelah itu.
Hal itu diungkapkan mantan narapidana terorisme Joko Trihermanto atau Jack Harun.
Para narapidana terorisme yang "kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia" dan meninggalkan paham radikalnya rentan mendapatkan teror dari kelompok mereka yang terdahulu.
"Yang perlu diwaspadai dan yang perlu diingatkan bahwa teman-teman yang sudah kembali ini banyak mendapat teror," kata Jack Harun ketika menyampaikan paparan dalam seminar nasional bertajuk "Pencegahan Radikalisme-Terorisme dan Launching Buku Menjerat Terorisme" yang disiarkan di kanal YouTube Pusat Pembinaan Ideologi UNESA, dipantau dari Jakarta, Senin.
Adapun salah satu mantan narapidana terorisme (eks napiter) yang menjadi contoh adalah Ika, seorang eks napiter yang nyaris bergabung dalam tragedi bom di Bali.
Setelah Ika bebas dari tahanan dan kembali ke masyarakat, kata Jack Harun, Ika bercerai dengan suaminya karena suaminya masih "merah".
Dalam artian belum dapat kembali ke tengah masyarakat.
Setelah terbebas dari tahanan, Ika mengalami teror dari kelompoknya yang terdahulu, bahkan pada hari Senin, 30 Mei 2022, Ika menjalani perawatan di rumah sakit.
Oleh karena itu, Jack Harun meminta kepada masyarakat, khususnya aparat penegak hukum, untuk lebih memperhatikan keamanan dan keselamatan dari para eks napiter yang sudah kembali ke tengah masyarakat.
Baca Juga: BNPT Puji Ustadz Moderat Ceramah di Dunia Maya, Klaim Bisa Tekan Pengaruh Radikalisme
Tidak hanya berhadapan dengan stigma masyarakat dan pengasingan, lanjut dia, para eks napiter juga harus menghadapi ketakutan akan ancaman yang diberikan oleh kelompok terorisnya yang terdahulu.
Jack Harun menjelaskan bahwa kelompok teroris akan memandang para eks napiter kembali berpihak pada negara dengan paham yang bertentangan dengan kelompoknya.
Dengan demikian, kelompok teroris akan membenarkan penyerangan dan pembunuhan terhadap eks napiter.
Kondisi tersebut mengakibatkan eks napiter berada di dalam kondisi yang rentan dan dipenuhi oleh rasa takut.
"Saya berharap teman-teman eks napiter ini semuanya di-back-up, betul-betul dijamin keamanannya sebelum mereka berani tampil di depan publik. Orang-orang inilah yang rawan," kata Jack Harun.
Ia menambahkan, "Inilah kewajiban kita untuk merangkul mereka (eks napiter)." (Antara)
Berita Terkait
-
'Kutuk Aksi 'Boti Hunter', Negara Didesak Lindungi Martabat dan Hak Aman Komunitas Trans
-
Geger Eks Napiter Ledakkan Lapak di Tasik, Pengamat Bongkar Celah Pengawasan yang Bolong
-
Tudingan Sesat Imigrasi AS, Sebut Wasit Omar Artan Terlibat Organisasi Teroris
-
Duka Mendalam saat Teroris Tembaki Masjid San Diego, Bocah Selamat Ungkap Detik-Detik Mencekam
-
Mendagri Dorong Penguatan Penggunaan Soft Approach dalam Mencegah Ekstremisme & Terorisme
Terpopuler
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Istimewa! Eks Jampidsus Febrie Ditahan Tanpa Rompi Pink dan Tangan Tak Diborgol
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Merawat Koperasi agar Berdaya Melampaui Dinamika Politik
-
55 Karya Desain Dunia dari SaloneSatellite Permanent Collection Dipamerkan di Indonesia
-
Ribuan Orang di Dunia Jadi Korban Phishing Kratos, Pengelola Dibekuk di Pontianak
-
Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya
-
Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar
-
Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?
-
Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi