Suara.com - Sebuah kasus dugaan pemfitnahan berujung pidana sedang menjadi buah bibir warganet.
Kisah pilu ini dialami oleh seorang pria paruh baya bernama Paidi bin Abdul Roni. Pria itu diduga difitnah sudah memperkosa keponakannya sendiri, ML.
Mirisnya, dugaan pemfitnahan ini membuat Paidi mendapat vonis 8 tahun 6 bulan penjara dari pengadilan. Tak hanya itu, ia juga harus menanggung denda sebesar Rp 100 juta.
Kisah ini seperti diungkap oleh anak Paidi lewat akun TikTok @nabillaptryyyyyyy dan Instagram @billaaptry. "Semoga semua bisa kalian nilai mana yang benar dan mana yang salah.." tulisnya sebagai pembuka kronologi, dikutip Suara.com pada Kamis (2/6/2022).
Awalnya, ML yang merupakan keponakan jauh dititipkan di rumah keluarga Paidi. Kala itu ia masih duduk di bangku SMP.
Namun menurut pemilik akun, perilaku ML cukup di luar batas toleransi keluarga mereka, termasuk suka pergi sampai larut malam hingga memakai barang orang lain tanpa izin.
"Disitu saya berfikir bahwa anak ini tidak bisa tinggal di rumah kami tapi ibu bapak tetap baik dan malah memarahi saya karena saya dianggap terlalu jahat dengan keluarga," sambungnya.
Singkat cerita, ML pada akhirnya tidak lagi tinggal dengan keluarga mereka dan malah bekerja di salah satu kafe. Setelahnya kedua keluarga pun nyaris tidak pernah berinteraksi, kecuali ketika ayah ML dikabarkan meninggal dunia dan kakak ML dianugerahi keturunan.
Dugaan Pemfitnahan Dimulai
Baca Juga: Nelayan Hilang Tenggelam di Perairan Lampung Timur
Semula tidak ada yang janggal, bahkan kedua keluarga tampaknya tak banyak berinteraksi. Hingga tiba-tiba tanggal 29 Agustus 2021, kakak ML yang bernama Sarbini mendatangi rumah Paidi sambil marah-marah.
"Menuduh memfitnah Bapak melakukan tindakan tidak senonoh dengan adiknya. Bapak dan ibu kaget dong dan akhirnya minta kejelasan dan akhirnya ibu bapak ke rumah mereka deket maghrib," kata pemiilk akun.
Yang cukup menarik perhatian, tudingan terjadinya pemerkosaan ini konon disampaikan ML ketika ia sedang kerasukan makhluk halus alias kesurupan.
Bahkan ketika Paidi dan keluarga mencoba mengklarifikasi tuduhan, mereka malah harus menyaksikan ML yang terus-menerus kesurupan.
Teror tak berhenti sampai di situ, sebab keesokan harinya kakak ML yang lain, yakni Suryadi, pun datang untuk melabrak Paidi. Hal ini membuat keluarga Paidi memutuskan untuk kembali mengklarifikasi ke rumah ML.
Keluarga ML Sempat Menarik Tuduhan
Berita Terkait
-
Minta Maaf, Mahasiswi Unisa Yogyakarta Mengaku Belum Pernah Pasang Kateter seperti di Video TikTok-nya
-
Tak Terima Diperingatkan Jangan Ngebut Di Gang, Pemobil Toyota Avanza Ngamuk dan Hajar Warga
-
SK Belum Keluar, Disdikbud Bandar Lampung Jamin Guru PPPK Tetap Dapat Honor
-
Viral Curhat Warganet Merasa Rendah Diri Karena Merasa Hanya Jadi 'Pemuas Nafsu' Pacar, Kenali Dampak Buruknya
-
Viral Oknum Nakes Tempelkan Wajah Bermasker 'Kotor' ke Pipi Bayi, RS yang Diduga TKP Video Banjir Ulasan Buruk di Google
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan
-
Bantu Warga Terdampak Gempa NTT, BRI Bangun Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum
-
Kanker Paru Masih Mematikan, Navigasi Pasien Dibutuhkan untuk Pangkas Waktu Pengobatan
-
Percepat Pemulihan Pascagempa NTT, BRI Peduli Siapkan Posko Logistik dan Dapur Umum
-
BRI Peduli Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT, Tiga Posko Logistik Disiapkan
-
Transaksi Judol Rp2,68 Miliar Terdeteksi di Keluarga Penerima Bansos Jawa Barat
-
Direksi BRI Turun Langsung Pantau Penanganan Gempa NTT dan Kesiapan Posko BRI Peduli