Suara.com - Media sosial dihebohkan oleh sebuah rumah makan yang menyediakan masakan berbahan daging babi bernama Babiambo. Hal Ini lantas menuai pro kontra dari berbagai kalangan, termasuk orang Minang.
Orang asli Minang mengaku budayanya dihina lantaran masakan Padang diketahui halal dan bisa dipandang menjadi haram dengan adanya rendang daging babi.
Berikut ini ada sejumlah fakta terkait polemik rendang daging babi yang sedang ramai diperbincangkan publik.
1. Awal Mula Viralnya Rendang Daging Babi
Sebuah akun di salah satu media sosial, Jumat (10/5/2022), mengunggah foto menu rumah makan Padang bernama Babiambo di Kelapa Gading, Jakarta Timur, yang menjual lauk berupa rendang daging babi.
Kabar itu lantas menjadi bahan perdebatan, lantaran banyak kalangan menganggap jika menjual aneka olahan daging babi di rumah makan Padang adalah bentuk penghinaan.
2. Daftar Menu Berbahan Babi di Rumah Makan Babiambo
Dalam daftar menu yang dibagikan itu terdapat hidangan spesial Babiambo yang terdiri dari nasi putih, babi gulai, babi rendang, sayung singkong dan sambal. Menu tersebut dihargai Rp 48 ribu untuk satu porsi.
Kemudian, ada pula menu nasi babi bakar yang dihargai Rp 36 ribu. Tak hanya itu, ada juga nasi babi rendang yang dijual seharga Rp 40 ribu.
Baca Juga: Geger Masalah Rendang Babi, Ini 4 Fakta Tentang Menu Rendang yang Jarang Diketahui
3. Dikecam Ketua DPRD Solok
Ketua DPRD Kab Solok Dodi Hendra mengecam Babiambo dengan mengatakan jika rumah makan itu sama saja menghina masyarakat Sumatera Barat.
Ia menegaskan tidak mempermasalahkan rumah makan yang menjual masakan aneka olahan daging babi, asalkan tidak memakai embel-embel 'Padang'.
4. Pendapat Para Tokoh Publik Lainnya
Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat (Sumbar) juga dibuat geram dengan adanya menu masakan Padang nonhalal yang menjual produk dengan bahan dasar daging babi. Ketua LKAAM Sumbar, Fauzi Bahar menilai, masyarakat Minang sangat tersinggung.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria pun mengingatkan pengusaha resto Padang yang menyediakan menu olahan daging babi agar bisa memperhatikan perasaan berbagai pihak.
Berita Terkait
-
Geger Masalah Rendang Babi, Ini 4 Fakta Tentang Menu Rendang yang Jarang Diketahui
-
Fakta-Fakta Kehebohan Nasi Padang Babi: Pemilik Usaha 'Babiambo' Beri Klarifikasi Ini
-
Menyakiti Hati Orang Minang, Wakil Ketua MUI Minta Pengusaha Nasi Padang Babi Diproses Hukum
-
Jual Rendang Babi, Pemilik Babiambo Beberkan Alasan Pemberian Nama Bernuansa Padang
-
Viral Jual Rendang Babi, Pemilik Klaim Babiambo Sudah Tutup Sejak 2 Tahun Lalu
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Ulasan Film Her: Kisah Cinta yang Mengajak Merenungkan Hubungan Manusia dan Teknologi
-
Tekan Curat dan Curas, Puluhan Polisi Kepung Kawasan Cibinong Raya Saat Razia Stasioner
-
Gegara Kereta Cepat, Laba Bersih KAI Anjlok 73,9% Jadi Rp305,3 M di Semester I-2026
-
ShopeeFood Angkat Kisah Mie Sapi Gajahan dan Nasi Telur Bahagia, Dua Kuliner Lokal Yogyakarta
-
Meta AI Muse Spark 1.1 Kini Bisa Eksekusi Tugas Nyata, Bukan Sekadar Jawab Prompt
-
Transformasi Industri Butuh SDM Siap Pakai, Sharp Perluas Program Sharp Class
-
Rupiah Semakin Terpuruk Hari Ini, Betah di Level Rp18.111
-
Jelang Hadapi Timnas Indonesia, Pelatih Vietnam Putar Otak Matikan Pergerakan Mitchell Baker
-
Jatim Media Summit 2026: Masa Depan Media Ada di Kolaborasi, Bukan Sekadar Pemberitaan
-
GIIAS 2026 Dinilai Jadi Gambaran Industri Otomotif Indonesia