Suara.com - Ketua Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Ahmad Taufan Damanik mengungkapkan bahwa pihaknya mendapatkan dukungan dari Komisioner Tinggi HAM PBB, Michelle Bachelet terkait konflik Papua. Taufan menyebut kalau Michelle mendukung upaya Komnas HAM untuk menyudahi konflik yang terjadi di Papua.
"Michelle Bachelet menyampaikan apresiasi atas langkah Komnas HAM RI, khususnya terkait inisiatif dialog damai. Penyelesaian damai Papua merupakan cara terbaik dalam konteks HAM," kata Taufan dalam keterangan tertulisnya, Jumat (17/6/2022).
Pertemuan antara Komnas HAM dengan Michelle Bachelet dilakukan saat kunjungan ke Kantor PBB Janewa, Swiss pada Kamis (16/6/2022) kemarin.
Komnas HAM meyakini bahwa dialog damai untuk menyelesaikan konflik di Papua dapat terwujud dengan harapan mendapatkan dukungan dari semua khalayak.
"Sehingga Papua yang adil dan damai sejahtera bisa tercapai segera," ucapnya.
Selain itu, Taufan mengaku mereka juga menyampaikan sejumlah perkembangan HAM di Indonesia.
"Termasuk penyelesaian beberapa kasus yang menjadi perhatian publik maupun tantangan yang sedang dihadapi. Termasuk di dalamnya perubahan terkait kemajuan kebijakan hak asasi manusia dan hambatan yang masih terjadi," ujarnya.
Sebagai informasi, selain dihadiri oleh Ketua Komisioner Komnas HAM, pertemuan dengan Komisioner Tinggi HAM PBB di Swiss, turut dihadiri Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara dan Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam.
Baca Juga: 5 Drama dan Film Choi Sung Eun, Salah Satu Bintang Serial The Sound of Magic yang Ulang Tahun ke-26
Berita Terkait
-
Mahfud MD Sebut Komisioner Tinggi HAM PBB Apresiasi Kejagung dalam Menangani Paniai
-
Kunjungi Sekolah Alam, PBB Ajak Anak Mengenali Keanekaragaman Hayati Indonesia yang Melimpah
-
Mahfud MD Klaim Indonesia Tak Punya Catatan Pelanggaran HAM di PBB
-
Sorotan KontraS: Calon Komisioner Komnas HAM Punya Track Record Buruk hingga Dukung Hukuman Mati
-
Dana PBB Cekak, Kelaparan Mengancam 1,7 Juta Penduduk Sudan Selatan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam