Suara.com - Eks perdana menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, memuji kepemimpinan Joko Widodo atau Jokowi sebagai Presiden Republik Indonesia. Menurutnya pemerintah Indonesia di bawah Jokowi berjalan sesuai jalur.
Hal itu disampaikan Mahathir dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) NasDem di Jakarta Convention Center, Jakarta, Jumat (17/6/2022).
Awalnya Mahathir menyampaikan, bahwa seorang pemimpin harus diemban oleh seseorang yang mempunyai jati diri tinggi dan berpegang pada nilai-nilai kemurnian.
Ia bersyukur mendengar pemerintahan Indonesia di bawah Jokowi telah berjalan sebagaimana mestinya.
"Alhamdulillah dari pemerhatian saya dan apa yang saya dengar, Indonesia di bawah kepemimpinan pak Jokowi sedang berjalan diatas landasan yang sewajarnya," kata Mahathir di hadapan kader NasDem, Jumat (17/6/2022).
Ia menambahkan, NasDem di bawah kepemimpinan Surya Paloh turut mendukung dan berperan membantu memastikan pemerintahan Jokowi.
"Pastinya partai NasDem dan kepemimpinannya bapak Surya Paloh turut berperanan membantu memastikan kepemimpinan nasional indonesia terus berbakti kepada rakyatnya supaya berkemajuaan yang lebih baik tercapai," tuturnya.
Lebih lanjut, Mahathir mengatakan Malaysia sendiri turut bangga jika Indonesia maju dan berjaya.
"Dan rakyatnya mencapai kesejajreraan hidup karena ini kejayaan ini akan turut dirasai oleh dinikmari oleh seluruh nusantara," tandasnya.
Baca Juga: Mahathir Mohamad Nilai Kepemimpinan Presiden Jokowi Sudah di Jalur yang Benar
Diundang
Mahatir diundang Ketum Nasdem Surya Paloh menghadiri Rakernas Partai NasDem di Jakarta Convention Center/JCC, Senayan, Jakarta. Ia diundang sebagai pembicara kehormatan pada hari terakhir Rakernas NasDem.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Surya Paloh atas jemputan sebagai narasumber kuliah umum pada kegiatan Rapat Kerja Nasional Partai Nasdem," ujar Mahathir dalam siaran tertulis NasDem di Jakarta, Kamis (16/6).
Rakernas NasDem dilaksanakan mulai dari 15 hingga 17 Juni 2022 dengan mengusung tema "Meneguhkan Politik Kebangsaan".
Rakernas tersebut dihadiri sekitar 6.311 peserta. Mereka terdiri atas DPP Partai NasDem, anggota DPR RI, anggota DPRD, Ketua Dewan Pertimbangan DPW Partai NasDem, jajaran pengurus DPW, dan DPD dari seluruh Indonesia.
Berita Terkait
-
Di Rakernas NasDem, Mahathir Mohamad Singgung Pemimpin Tak Berani Buat Keputusan Hanya Cari Jalan Pintas
-
Mahathir Mohamad Nilai Kepemimpinan Presiden Jokowi Sudah di Jalur yang Benar
-
Jokowi: Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku Kaya Covid-19, Cepat Lewat Media Apapun
-
Diluncurkan Saat PSBB, Jokowi Kaget Program Prakerja Latih 12,8 Juta Orang
-
Disinggung Soal Tak Jadi Presiden Lagi Setelah 2024, Begini Reaksi Jokowi
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
Terkini
-
Bagaimana Cara Amerika Serikat Blokade Selat Hormuz?
-
Manuver ke Putin dan Macron, Prabowo Dinilai Sedang Jalankan Strategi Penyeimbang Diplomasi
-
Pengamat Sorot Titah Prabowo ke TNI, Polri dan BIN Sebelum ke Eropa: Sinyal Tegas Jaga Stabilitas
-
Jakarta Masih Rawan 'Rayap Besi', Pramono Anung: Pelan-Pelan Kami Benahi dan Tindak Tegas!
-
Kenapa Amerika Serikat Pakai Nama Menteri Perang, Bukan Menteri Pertahanan?
-
Benarkah Langit RI akan Dibuka untuk Pesawat Tempur AS? Kemhan Tegaskan Perjanjian Belum Final
-
Kontroversi Pete Hegseth, Pembawa Acara TV yang Jadi 'Dewa Perang' AS
-
Gus Ipul Tegaskan Sekolah Rakyat Tak Ada Pendaftaran: Anak Lulus, Orang Tua Harus Lepas Bansos!
-
Indra Iskandar Menang Praperadilan, Hakim Perintahkan KPK Hentikan Penyidikan
-
Perang di Mata Rakyat Israel: Terlalu Berat Bagi Saya Pikirkan Masa Depan