"Udah punya suami pak... jangan digodain,, pake di stop-stop segala si bapak. Pengen minta nomer hp apa gimana? Kasih paham mbak," imbuh warganet lain.
"Benar dia, biar suaminya yang urus. Wkwkwk," timpal yang lainnya.
Tentu ini bukan jawaban yang bisa ditiru ya. Kelengkapan utama saat mengendarai sepeda motor adalah SIM C dan helm, bukan memiliki suami.
Untuk video selengkapnya bisa disaksikan di sini.
Sempat Geger Imbauan Pengendara Sepeda Motor Tak Boleh Pakai Sandal Jepit
Bukan SIM, helm, kaca spion, atau lampu, polisi baru-baru ini menyita perhatian karena anjuran agar para pengendara sepeda motor tidak memakai sandal jepit.
Imbauan ini jelas menuai pro dan kontra, apalagi karena sempat beredar kabar polisi akan menilang pemotor yang kedapatan memakai sandal jepit.
Menanggapi hal itu, Kepala Korlantas Polri, Irjen Pol Firman Shantyabudi memastikan pengendara sepeda motor yang memakai sandal jepit tidak akan ditilang. Larangan ini hanyalah bersifat imbauan.
"Ini imbauan untuk melindungi pengendara khususnya R2 (roda dua). Kalau terjadi kecelakaan mengurangi fatalitas. Semua imbauan kita untuk melindungi masyarakat," kata Firman, Selasa (14/6/2022).
Baca Juga: Ngeri! Detik-detik Pengendara Mobil Tabrak Balita Di Tempat Cucian Mobil Ciracas
Sebagai gantinya, Firman menyarankan pemotor untuk memakai alas kaki tertutup seperti sepatu. Pasalnya sandal jepit dinilai kurang bisa melindungi tubuh, terutama bagian kaki, apabila terjadi kecelakaan lalu lintas.
Ia lantas menganalogikan pemakaian sepatu ini selayaknya kewajiban memakai helm sesuai standar. Mungkin terkesan mahal, namun tentu tak sebanding dengan keselamatan nyawa pengendara.
"Kalau dibilang sepatu mahal, baju pelindung mahal, ya lebih mahal mana dengan nyawa kita. Tolong itu dijadikan pertimbangan," tegasnya. "Sehingga untuk keluar sudah siap dengan perlengkapan yang ada. Ini gunanya helm standar, pakai sepatu."
Berita Terkait
-
Ngeri! Detik-detik Pengendara Mobil Tabrak Balita Di Tempat Cucian Mobil Ciracas
-
Viral Aksi Bonek Bantu Pikap Pengangkut Pisang yang Terguling di Tol Jombang
-
Viral Driver Ojol Dapat Smartphone Bekas Teman, Ekspresi Bahagianya Bikin Haru
-
Viral Guru Ngaji Diduga Anggota Partai Lakukan Pelecehan Seksual ke Anak 14 Tahun, Isi Chat Bikin Mual
-
Nikita Mirzani Mundur Ditantang Soimah Tinju: Kualat Nanti
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Momen Prabowo Tatap dan Tunjuk Menkeu Purbaya di Depan Gunungan Uang Rp10 Triliun
-
Viral Isu Prostitusi Anak di Blok M Libatkan WNA Jepang, Polda Metro Jaya Turun Tangan
-
Jokowi Disebut Sudah Pulih 99 Persen, Siap Keliling Indonesia Juni 2026 Sapa Rakyat
-
DIY Catat Ribuan Kasus ODGJ Berat pada 2025, Mayoritas Usia Produktif
-
Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Achmad Syahri Disidang Etik Gerindra Jumat Ini
-
Ibam Divonis 4 Tahun Penjara di Kasus Chromebook, Nadiem Makarim: Itu di Luar Nalar
-
Kejagung Pamerkan Tumpukan Uang Rp10,2 Triliun Setinggi 2 Meter Hasil Denda Kehutanan
-
Blok M Disorot! Polisi Dalami Jaringan Prostitusi Anak yang Diduga Libatkan Warga Negara Jepang
-
Tidak Ada Pertimbangan, Spontan Saja: Pengakuan Anggota BAIS TNI soal Penyiraman Andrie Yunus
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Calbee Ganti Kemasan Camilan Jadi Hitam Putih