- Produsen camilan Calbee akan mengubah desain kemasan produk menjadi monokrom mulai akhir Mei 2026.
- Perubahan desain kemasan tersebut diambil imbas krisis pasokan bahan baku kimia akibat ketegangan geopolitik Timur Tengah.
- Gangguan keamanan di Selat Hormuz menyebabkan lonjakan biaya logistik global.
Suara.com - Produsen camilan ternama asal Jepang, Calbee, mengumumkan akan beralih sementara ke kemasan hitam putih untuk beberapa produknya yang paling terkenal.
Melansir NHK World Japan, kebijakan itu diambil sebagai respons atas krisis pasokan bahan baku kimia akibat ketegangan geopolitik yang terjadi di Timur Tengah.
Dalam sebuah pernyataan, Calbee mengatakan bahwa langkah ini dimaksudkan untuk membantu menjaga pasokan produk yang stabil.
Selama ini, produk keripik kentang dan makanan ringan buatan Calbee identik dengan desain bungkus yang mencolok dan kaya warna. Seperti warna kuning, merah, atau oranye untuk membedakan setiap varian rasa.
Ketidakstabilan pasokan dan lonjakan harga tinta cetak yang ekstrem memaksa Calbee menyederhanakan desain kemasan mereka guna menjaga kelangsungan bisnis dan produksi.
Sejumlah sumber melaporkan bahwa Calbee sudah memberitahukan kebijakan tersebut pada mitra bisnis.
Mengutip BBC, pihak Calbee mengatakan kemasan bergaya baru untuk 14 produknya, termasuk keripik dan kerupuk udang, akan mulai muncul di toko-toko di Jepang mulai 25 Mei.
Seperti yang diketahui, barang-barang kebutuhan sehari-hari terdampak setelah Iran secara efektif menutup jalur air utama Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS dan Israel terhadap negara tersebut.
Pasokan nafta, produk sampingan dari penyulingan minyak yang digunakan dalam tinta dan plastik, terkena dampak parah akibat perang Iran.
Baca Juga: Sinyal Akhir Perang? Iran Beri 'Lampu Hijau' di Tengah Ketegangan Selat Hormuz
Harga nafta di Asia hampir berlipat ganda sejak konflik dimulai, sehingga meningkatkan biaya bagi bisnis di kawasan tersebut.
Sebelum perang, sekitar 40% nafta Jepang diimpor dari Timur Tengah, kata wakil kepala sekretaris kabinet Jepang, Kei Sato, kepada wartawan pada hari Selasa.
Krisis ini tidak hanya dialami oleh perusahaan makanan di Jepang. NYK Line, perusahaan pelayaran dan logistik besar Jepang sedang mempertimbangkan rute baru untuk mobil yang dipasarkan di Timur Tengah.
Pasalnya, selat Hormuz pada dasarnya masih tertutup namun permintaan atas layanan perusahaan tetap menggeliat karena permintaan mobil di Timur Tengah masih kuat. Hal itu diungkap oleh Presiden NYK Line, Takaya Soga pepada Senin (11/05/2026).
Ia juga mengatakan bahwa salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah membongkar muatan di Oman kemudian menuntaskan pengiriman melalui jalur darat.
Berita Terkait
-
Donald Trump Sebut Proposal Damai Iran Sampah, Ancaman Perang Besar Menanti
-
3 Kapal Tanker Raksasa 'Bebas' Lewati Selat Hormuz Hari Ini, Pertanda Baik?
-
Iran Bersumpah Tidak Akan Tunduk pada Tekanan Amerika Serikat, Harga Minyak Makin Runyam
-
Nasib Pasokan Energi Global Kini di Tangan Xi Jinping, Harga Minyak Sudah Melambung Tinggi!
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Ada WNI! 28 Kru Kapal Pesiar Tersangka Jaringan Kejahatan Seksual Anak Ditangkap, Disney Terlibat
-
Penggeledahan Kasus Bea Cukai Berlanjut, KPK Amankan Kontainer Berisi Sparepart Kendaraan
-
Dari Berau hingga Mahakam Ulu, Desa-Desa Ini Jadi Bukti Model Pembangunan Hijau Berkelanjutan
-
Ambisi B50 Dinilai Berisiko bagi Ekonomi, Pangan, dan Lingkungan: Adakah Alternatifnya?
-
Nadiem Makarim Ungkap Perasaan Haru Jadi Tahanan Rumah: Bayi Saya Nangis
-
Gus Ipul Sebut Penyalahgunaan Bansos untuk Judol Turun Drastis: Diberikan pada yang Membutuhkan
-
Bela Siswa SMAN 1 Pontianak, Anggota DPR Minta Juri LCC 4 Pilar Dievaluasi Total
-
Permenhut Perdagangan Karbon Dikritik, Pemerintah Diminta Fokus Hentikan Deforestasi
-
Eksekutor Andrie Yunus Ngaku Tak Tahu Dampak Siraman Air Keras
-
Warga Palestina Dipaksa Bongkar Makam Keluarga, PBB Kecam Tindakan Israel di Tepi Barat