- Polda Metro Jaya sedang menyelidiki dugaan prostitusi anak di Blok M yang melibatkan warga negara asing asal Jepang.
- Penyelidikan dilakukan oleh lintas direktorat menyusul viralnya unggahan di media sosial X mengenai praktik eksploitasi seksual anak.
- Polisi mengimbau masyarakat untuk melaporkan informasi terkait kasus ini melalui layanan 110 agar dapat segera ditindaklanjuti.
Suara.com - Polda Metro Jaya masih mendalami dugaan praktik prostitusi anak di kawasan Blok M, Jakarta Selatan, yang ramai diperbincangkan di media sosial setelah muncul dugaan keterlibatan warga negara asing (WNA) asal Jepang.
Kasus ini mencuat usai beredarnya tangkapan layar unggahan berbahasa Jepang di media sosial X yang diduga membahas praktik eksploitasi seksual anak di Indonesia secara terbuka.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan penyelidikan masih dilakukan lintas direktorat, termasuk melibatkan Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA/PPO), Direktorat Siber, hingga Polres Metro Jakarta Selatan.
“Prostitusi di Blok M kami jelaskan itu masih dalam pendalaman Direktorat PPA/PPO beserta Direktorat Siber, termasuk Polres Metro Jakarta Selatan terkait informasi,” kata Budi di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/5/2026).
Polda Metro Jaya juga meminta masyarakat yang mengetahui adanya dugaan eksploitasi seksual terhadap anak untuk segera melapor kepada kepolisian.
“Kami menyampaikan apabila ada masyarakat yang mengerti memahami mengetahui tentang seluk-beluk kejadian tersebut silakan laporkan kepada layanan 110 Polri. Kami pasti akan ditindaklanjuti,” ujarnya.
Selain dugaan kasus di Blok M, polisi turut menyinggung adanya dugaan aktivitas serupa yang pernah ditangani di kawasan Tamansari, Jakarta Barat.
Menurut Budi, kasus tersebut terjadi sekitar tahun 2024 hingga 2025 dan sempat ditangani Polres Metro Jakarta Barat.
“Itu kejadian lebih kurang 2024 atau 2025. Kami sudah mengkonfirmasi melalui Kasat Reskrim sudah pernah ditangani,” ungkapnya.
Baca Juga: Raup Rp3,5 Miliar tapi Cuma Setor Rp711 Juta? Stafsus Pramono Buka Suara soal Parkir Blok M Square
Namun, dari hasil pemeriksaan saat itu, perempuan yang terlibat disebut telah berusia dewasa atau di atas 18 tahun sehingga polisi belum menemukan unsur pidana prostitusi anak.
“Dan warga negara asing ini pada saat datang ke Indonesia sudah berkomunikasi langsung tidak menggunakan jasa seorang mami ataupun perantara sehingga belum ditemukan adanya tindak pidana prostitusi yang di Jakarta Barat,” jelasnya.
Sebelumnya, media sosial X dihebohkan dengan dugaan jaringan pedofilia yang melibatkan sejumlah WNA Jepang di kawasan Blok M. Dugaan itu mencuat setelah akun X @bnfi_id mengaku menerima laporan dari akun @hunter_tnok terkait praktik prostitusi anak di Indonesia.
Dalam unggahan yang beredar, sejumlah akun berbahasa Jepang disebut membahas lokasi, pengalaman, hingga dugaan dokumentasi korban dalam praktik eksploitasi seksual anak yang diduga terjadi di Indonesia sepanjang 2025 hingga 2026.
Berita Terkait
Terpopuler
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- 5 HP Memori 256 GB Harga di Bawah Rp2 Juta, Bisa Simpan Ribuan File dan Gaming
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
Terkini
-
Kepercayaan Rakyat ke Polri Meroket, Rudianto Lallo: Modal Besar Tingkatkan Pelayanan
-
Kepercayaan Publik ke Polri Tembus 82,4 Persen, Sari Yuliati: Hasil Kerja Nyata dan Konsistensi
-
Pilih Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta, Zulhas: Artis Itu Kreatif dan Kerjanya Produktif
-
HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
-
Malam Minggu Spesial di Bundaran HI: Warga Rayakan HUT Jakarta ke-499 Sambil Nonton Konser
-
Soroti Ketimpangan Distribusi MBG, Garuda Institute Dorong BGN Perkuat Akurasi Sasaran
-
Taruna Akmil Masuk Sekolah Rakyat, Amnesty Khawatir Siswa Jadi Korban Militerisasi Pendidikan
-
Resmi! Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta Gantikan Eko Patrio
-
GMNI Desak Pemerintah Hentikan Total Program Kopdes Merah Putih: Jangan Boroskan APBN
-
Kemenhan Akui 32 Peserta Hamil Sempat Ikut Latsarmil SPPI, Akhirnya Dipulangkan