Suara.com - Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang kini marak terjadi pada hewan ternak membuat sejumlah masyarakat khawatir akan kualitas daging ataupun olahan dari hewan ternak tersebut menjelang Idul Adha. Lantas bagaimana tips memilih hewan kurban bebas PMK untuk Hari Raya nanti?
Walau telah diungkap oleh ahli bahwa penyakit ini tidak menyebabkan resiko kepada manusia, namun beberapa peternak juga sempat mengungkap adanya kekhawatiran mereka akan kematian hewan ternak yang disebabkan oleh penyakit ini.
Beberapa ciri ciri hewan yang terkena wabah PMK ini seperti luka luka yang ada di sekujur tubuh hewan, stamina hewan yang tampak lemah, serta bintik bintik yang muncul di kulit hewan dan terlihat tidak wajar menjadi tanda bahwa hewan tersebut sedang tidak sehat dan wajib dipisahkan dari hewan ternak yang sehat.
Tak hanya itu, melalui Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan (KPKP) Jakarta Barat, Iwan Indrianto, ia mengungkap bahwa hewan yang terjangkit penyakit ini harus segera dilaporkan ke petugas setempat agar bisa ditangani dengan baik. Laporan ini nantinya akan ditindak lanjuti untuk dilakukan pemeriksaan serta pemisahan dari hewan lain agar wadah tak menyebar semakin luas.
Lalu, apa saja tips memilih hewan kurban bebas PMK? Simak tipsnya!
1. Pilih peternak atau penjual hewan ternak terpercaya
Maraknya penjual hewan ternak dadakan menjelang Idul Adha patut diwaspadai. Hal ini dapat ditakutkan bahwa para penjual tersebut tidak mempunyai standar khusus untuk menjual hewan ternak sehingga tidak dapat menjamin kebersihan serta kesehatan si hewa ternak.
Bahkan, tak jarang dari mereka menawarkan harga yang lebih murah daripada harga hewan kurban di pasaran, namun tidak menjamin hewan tersebut bebas dari PMK dan penyakit ternak lainnya.
2. Pastikan hewan kurban yang dipilih sehat
Baca Juga: Berapa Hari Lagi Idul Adha 2022? Berikut Jadwalnya.
Ciri ciri hewan yang terkena PMK dan penyakit ternak lainnya seperti badan hewan yang lemah, muncul bintik-bintik di sekujur tubuh harus dihindari.
Pilihlah hewan kurban yang warna kulitnya masih segar dan bersih, aktif bergerak, serta nafsu makan yang tinggi. Hal ini dapat dipastikan bahwa hewan kurban tersebut tergolong sehat.
3. Pemeriksaan berkala dan garansi terhadap hewan
Jangan lupa untuk bertanya soal pemeriksaan yang dilakukan oleh peternak ke hewan terna yang dijual untuk memastikan apakah hewan ternak yang akan kita pilih sudah melewati banyak pemeriksaan kesehatan, terutama inspeksi dari dinas peternakan setempat.
Tak hanya itu, ada baiknya kita membeli hewan kurban dari penjual yang akan memberikan garansi untuk mengganti hewan ternak kita jika hewan ternak yang kita beli sebelumnya memiliki gejala PMK.
4. Beli hewan kurban saat mendekati hari Idul Adha
Berita Terkait
-
Berapa Hari Lagi Idul Adha 2022? Berikut Jadwalnya.
-
Untuk Kebutuhan Idul Adha, Lampung Pasok Ratusan Ekor Sapi ke Kepri
-
Ini Kriteria Penerima Gaji Ke-13 yang Sebentar Lagi Cair, Anda Termasuk?
-
Kapan Gaji Ke-13 2022 Cair? Siap-siap Rekening Gemuk Jelang Idul Adha!
-
Hukum Membeli Hewan Kurban Online Menurut Islam, Boleh atau Haram?
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Nadiem Makarim Tantang Audit BPKP di Sidang Banding, Minta Hakim Periksa Ulang Bukti
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis