Suara.com - Jadwal melempar jumrah bagi jamaah haji Indonesia dibagi menjadi dua. Sebab lempar jumrah sebagai bagian dari puncak haji menjadi titik krusial.
Hal itu dijelaskan Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Arsad Hidayat.
Lempar jumrah merupakan rangkaian kegiatan haji yang dilakukan pada 10 Zulhijah, dimana jamaah melemparkan batu-batu kecil ke tiga tiang di lokasi yang ditetapkan di Mina.
"Kita mungkin akan diberikan waktu melontar sejak dari pertengahan malam sampai pukul 07.00 pagi, untuk 50 persen dari jamaah kita," kata Arsad.
Sedangkan jamaah lainnya akan diberikan waktu melempar jumrah pada pukul 16.00 atau 17.00 Waktu Arab Saudi (WAS) sampai pukul 21.00 WAS.
Arsad mengatakan pemilihan jadwal tersebut berkaitan dengan kondisi cuaca yang lebih bersahabat pada pagi dan sore hari.
Sedangkan pukul 08.00 sampai pukul 12.00 WAS, kata Arsad, mungkin akan diambil beberapa negara lain yang secara fisik lebih kuat.
Untuk diketahui suhu di Arab Saudi saat ini rata-rata mencapai 40-45 derajat Celcius, diperkirakan pada puncak haji suhu bisa mencapai 52 derajat.
"Kita tahu betul bahwa kondisi fisik kita, tidak sedikit yang kondisinya tidak fit, maka dipilih waktu yang nyaman," katanya.
Baca Juga: Masjid Qiblatain, Satu-satunya Masjid dengan Dua Kiblat
Kemudian, lempar jumrah pada hari berikutnya mulai pukul 12.00 malam atau pada pertengahan malam antara waktu Subuh dengan Magrib.
"Dibagi dua jatuhnya pukul 11.30, bukan 12 malam, jadi kita siapkan jamaah pada waktu tersebut untuk jumrah," ucapnya.
Selanjutnya, pada Hari Tasyrik bagi mereka nafar awal tentu sudah harus keluar dari Mina ke Mekkah sebelum shalat Magrib.
Sementara, bagi mereka yang menginap dan digenapkan menjadi tanggal 13 Zulhijah yang berarti nafar tsani. (Antara)
Berita Terkait
-
Situasi Timur Tengah Memanas, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan Umrah
-
KPK Terima Hasil Audit BPK, Berapa Angka Pasti Kerugian Negara Kasus Korupsi Haji?
-
Bukan Lagi Teka-teki, KPK Akhirnya Tahu Total Kerugian Negara Kasus Kuota Haji, Siap Umumkan?
-
Danantara Bakal Ikut Kelola Dana Haji, UU BPKH Siap Digodok Ulang
-
Jadi Tersangka KPK, Gus Yaqut Jelaskan Perihal Pembagian Kuota Haji
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
-
Info Orang Dalam, Iran Hampir Pasti Tak Ikut Piala Dunia 2026
Terkini
-
AS Tambah Pasukan ke Timur Tengah, Operasi Epic Fury Dinilai Masih Panjang
-
Angkatan Udara Qatar Tembak Jatuh 2 Pesawat Tempur Iran
-
Trump Tak Tutup Opsi Kirim Pasukan Darat ke Iran, Isyaratkan Gelombang Serangan Lebih Besar
-
Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada
-
Eks Dirut Pertamina Soal Kesaksian Ahok: Buka Tabir Korupi LNG
-
Kaesang Silaturahmi ke Ponpes Al-Amien Kediri Disuguhi Nasi Kuning: Saya Kayak Lagi Ulang Tahun
-
China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Ancaman Perang Timur Tengah, DPR Desak Travel Jamin Keamanan dan Kepulangan Jamaah Umrah