Suara.com - Ketua Umun Partai Gerindra Prabowo Subianto mengakui bahwa pertemuan dengan Ketua Umun Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono sudah dari jauh hari direncanakan, namun tertunda karena pandemi yang melanda dua tahun belakangan.
Kekinian pertemuan yang tertunda itu baru terlaksana pada Jumat malam di kediaman Prabowo di Kertanegara IV, Jakarta Selatan.
"Alhamdulilah sekarang waktunya tepat," kata Prabowo usai bertemu AHY dan jajaran elite Demokrat, Jumat (24/6/2022) malam.
Prabowo menyadari sebagai pimpinan partai, sudah menjadi kewajiban ia beserta AHY untuk terap menjaga dan terus menjalin komunikasi.
"Kita merasa bahwa kita sebagai pimpinan parpol punya tanggung jawab untuk menjalin komunikasi yang baik," ujar Prabowo.
Sudah Lama Direncanakan
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan kunjungan Ketum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ke kediaman Ketum Gerindra Prabowo Subianto dalam rangka silaturahmi.
Ia berujar AHY akan melakukan kunjungan ke rumah Prabowo di Kertanegara, Jakarta Selatan pada Jumat malam pukul 19.00 WIB.
Adapun kunjungan ke Prabowo itu sudah lama direncanakan oleh AHY.
Baca Juga: AHY Disambut Langsung Prabowo di Kertanegara, Demokrat-Gerindra Bakal Berkoalisi?
"Ini silaturahmi yang sudah lama direncanakan sejak Ketum AHY melakukan silaturahmi 360," kata Herzaky kepada wartawan, Jumat.
Sebelumnya Herzaky telah membenarkan kabar terkait informasi pertemuan AHY dengan Prabowo.
"Iya," kata Herzaky.
Sementara itu Deputi Bappilu DPP Partai Demokrat Kamhar Lakumani juga membenarkan informasi pertemuan AHY dan Prabowo nanti malam.
"Benar nanti malam. Jam persisnya saya belum update," ujar Kamhar.
Kamhar berujar informasi lebih lanjut akan disampaikan usai pertemuan berlangsung.
Berita Terkait
-
AHY Disambut Langsung Prabowo di Kertanegara, Demokrat-Gerindra Bakal Berkoalisi?
-
Gegara PKS-Demokrat, Benarkah PDIP Bakal Tutup Pintu Koalisi dengan NasDem di Pilpres 2024?
-
Setelah Kunjungi Surya Paloh, AHY Temui Prabowo Subianto di Kertanegara
-
PDIP Ogah Buru-buru Jajaki Koalisi Pilpres 2024, Meski NasDem Usulkan Ganjar jadi Capres
Terpopuler
- 6 Motor Listrik Paling Kuat di Tanjakan 2026, Anti Ngeden dan Tetap Bertenaga
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- Therese Halasa, Perempuan Palestina yang Tembak Benjamin Netanyahu
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
Pilihan
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
-
Regime Change! Kongres AS Usul Donald Trump dan Menteri Perang Dicopot Pekan Depan
-
Kebakaran di Gedung Satreskrim Polres Jakarta Barat, 13 Mobil Damkar Dikerahkan
-
90 Menit yang Menentukan! Trump Tak Jadi Pakai Senjata Nuklir ke Iran karena Ditekan?
-
Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Perang Iran Selama Dua Pekan
Terkini
-
Wamen PPPA Soroti Lingkaran Setan Kemiskinan Akibat 'Banyak Anak Banyak Rezeki'
-
Indonesia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran dan AS
-
Isu Perombakan Kabinet, Sekjen Partai Golkar Berharap Tidak Ada Kadernya yang Terkena Reshuffle
-
Prabowo Targetkan 3 Tahun Lagi Indonesia Bebas Sampah: Kita Punya Teknologi Buatan Sendiri
-
Lakukan Evaluasi Imbas 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Pemerintah Bakal Tarik Pasukan Perdamaian?
-
Mahasiswa Desak MK Kabulkan Uji Materi UU TNI Terkait Tragedi Andrie Yunus
-
Polemik Kasus Chromebook dan Ancaman Trial by The Press di Era Digital
-
Buronan Interpol dan Bos Mafia Asal Inggris Akhirnya Dideportasi Imigrasi Ngurah Rai
-
Istana Belum Terima Hasil Investigasi PBB Penyebab 3 TNI Gugur di Lebanon
-
Bupati Bekasi Ade Kuswara Klaim Tak Tahu Soal Pembakaran Rumah Saksi dalam Kasus Suap Ijon Proyek