Suara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendatangi Desa Wisata Pecinan Glodok, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat. Sandiaga bertemu dengan mantan dan pelatih wushu, Rudy Wijyava.
Mulanya Sandiaga melihat pertunjukan wushu dan taichi oleh Rudy dan Jason yang merupakan atlet Sea Games tahun 2019 dari Perguruan Sasana Alam Semesta. Kemudian Sandiaga tertarik untuk diajarkan beberapa gerakan wushu yang sederhana.
"Saya pernah lihat wushu sebelumnya. Wushu ini menjadi unggulan karena banyak medali emas yang didapat. Tadi waktu penampilan kita lihat adik-adik kita yang luar biasa, saya sudah undang untuk mengajarkan latihan-latihan dasar wushu dan taichi," kata Sandiaga.
Kemudian Sandiaga secara langsung mencoba dan diajarkan pergerakan dasar wushu taolu. Di mana jurus atau seni tersebut merupakan disiplin ilmu dari wushu yang lebih menekankan keindahan di setiap gerakan.
Dikesempatan itu, Rudy menyampaikan beberapa kendala yang dihadapkan selama melakukan latihan wushu dan taichi. Salah satunya peralatan wushu dan taichi yang digunakan terlihat mulai rusak. Jika membeli alat-alat tersebut harganya relatif mahal.
"Oke ada kebutuhan yang diperlukan secara urgent salah satunya samsak. Saya mau kasih ke bapak ini bantuan perlatan latihan," terang Sandiaga.
Bantuan tersebut selain prestasi, lanjut Sandiaga, juga bisa menunjang penampilan-penampilan para atlet wushu dan taichi di Petak Enam Glodok. Sebab penampilan wushu dan taichi bisa menjadi daya tarik wisatawan.
"Mudah-mudahan karena kita akan mengembangkan Petak Enam ini dan ini tempat latihannya bapak. Tadi pertunjukannya juga luar biasa, sebagai salah satu pamungkas kunjungan wisata ke sini. Saya harap dengan banyak dukungan dari berbagai pihak sifu Rudy bisa mengembangkan wushu ini dan prestasi semakin meningkat. Dan mudah-mudahan kita segera bangkit, ekonomi kita bergerak kembali," ungkap Sandiaga.
Adapun kedatangan Sandiaga terkait program Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Tahun ini, Desa Wisata Pecinan Glodok masuk dalam 50 desa/kampung wisata terbaik.
Baca Juga: Anies Baswedan Berpotensi Terkena Pembingkaian Politik Identitas, Pengamat: Siapa Saja Bisa Disasar
Sementara itu di Desa Wisata Pecinan Glodok ini menyuguhkan beragam daya tarik ke wisawatan. Desa Wisata Pecinan Glodok memiliki banyak bangunan atau tempat dengan arsitektur unik dan ornament-ornament China seperti pusat perbelanjaan dan wisata kuliner, antara lain Pancoran Chinatown Point, Gang Gloria, Petak Enam dan Pantjoran Tea House.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Terkena PHK Sepihak? Jangan Panik! Ini Cara Klaim JKP BPJS Ketenagakerjaan agar Cair
-
Australia Panas, Ratusan Warga Ngamuk Buntut Kematian Kumanjayi Little Baby, Siapa Dia?
-
Kado May Day 2026: Prabowo Ratifikasi Konvensi ILO 188 dan Targetkan 6 Juta Nelayan Sejahtera
-
Prabowo Instruksikan RUU Ketenagakerjaan Rampung Tahun Ini: Harus Berpihak kepada Buruh!
-
rabowo Ultimatum Aplikator Ojol: Potongan Harus di Bawah 10 Persen atau Angkat Kaki dari Indonesia
-
Prabowo Teken Perpres 27: Aplikator Cuma Boleh Potong 8 Persen, Ojol Berhak 92 Persen Pendapatan
-
Aung San Suu Kyi Pindah ke Tahanan Rumah Saat Krisis Politik Myanmar
-
May Day 2026 di DPR: Massa Diwarnai Ibu-Ibu Bawa Anak, Ikut Suarakan Nasib Lahan Tergusur
-
Jejak Sejarah Unhas, Kampus Pertama di Indonesia yang Kelola Dapur Makan Bergizi Gratis
-
Demo May Day di DPR: Lalu Lintas Palmerah Ramai Lancar, Belum Terlihat Pergerakan Massa Buruh