Suara.com - Bangunan Madinatul Hujjaj masih berdiri megah di tengah Kota Jeddah, Arab Saudi. Kondisinya seolah hidup segan, mati pun enggan. Madinatul Hujjaj menjadi saksi bisu keriaan saat ibadah haji Indonesia di masa lalu.
Madinatul Hujjaj diartikan sebagai rumah bagi jemaah haji. Dari kejauhan, bangunan tersebut tampak gagah dan kokoh, menjulang tinggi di antara bangunan sekitar. Bentuknya pun memanjang mengisi sisi jalan King Khalid, Kota Jeddah.
Meski begitu, ketika didekati, bangunan tersebut tampak terbengkalai. Cat putih yang mendominasi lapisan gedung mulai kotor, pudar dan mengelupas. Pun dinding dan eksteriornya banyak yang keropos.
Saat tim Media Center Haji (MCH) mengunjungi bangunan tersebut, tampak akses masuk ke Madinatul Hujjaj tertutup rapat, baik itu pintu maupun gerbang. Namun, ada beberapa jendela yang terbuka, meski dihalangi teralis.
Tim MCH mencoba mencari akses masuk melalui gerbang di dua sisi Madinatul Hujjaj. Namun upaya berbuntut nihil. Gerbang tertutup rapat. Tampak, ada puing-puing di bagian belakang gedung memanjang tersebut.
Bagian Madinatul Hujjaj berbentuk persegi panjang tersebut merupakan gedung B. Bangunannya memiliki lima lantai. Di penghujung sisi lain gedung, terdapat perusahaan yang memasok air ke seluruh kota Jeddah.
Dulu, sebelum di ambang gusur, ada dua gedung utama yang dipisahkan satu gedung berlantai dua. Gedung dua lantai itu berfungsi sebagai kantor. Dua gedung utama terletak di sisi barat dan sisi tenggara (gedung B) dari kantor.
Kompleks gedung A memiliki empat lantai. Sementara gedung B terdiri dari lima lantai. Gabungan kapasitas tempat tidur di gedung A dan B ini bisa mencapai 20 ribu orang. Bentuk gedung A berupa persegi empat, namun sisi timur lebih memanjang.
Syahdan, Madinatul Hujjaj merupakan tempat transit bagi jemaah Indonesia dan Malaysia. Kala itu, jemaah haji yang akan pulang ke Tanah Air melalui Bandara Jeddah dari Makkah bakal diinapkan di Madinatul Hujjaj.
Baca Juga: Mengapa Haji 2022 Mendapat Gelar Haji Akbar? Ini Penjelasannya
Sejak 2005, Madinatul Hujjaj dialihfungsikan oleh Kementerian Agama di era almarhum Muhammad Maftuh Basyuni. Setelah dialihfungsikan, jemaah haji Indonesia tak lagi transit di Madinatul Hujjaj. Pemerintah memilih untuk menyewa banyak hotel di wilayah Jeddah.
Sembilan tahun terakhir atau sejak 2005, Madinatul Hujjaj sudah tidak digunakan. Pertimbangannya, faktor konstruksi bangunan yang mulai rapuh. Bangunan itu ringkih ambrol jika dipaksakan ditempati jemaah haji Indonesia.
Madinatul Hujjaj pun sempat disewa oleh Kantor Urusan Haji sebagai pool kendaraan operasional haji dan bagasi barang (kargo) serta pemeriksaan koper jamaah untuk memastikan apakah berisi air zamzam atau tidak.
"Dulu sempat kita pakai untuk pool kendaraan. Namun sekarang, kendaraan sudah dipindahkan ke tempat lain, karena kita sewa (bangunan) punya Arab Saudi," ujar Kepala Kantor Urusan Haji Nasrullah Jasam, saat ditemui tim Media Center Haji.
Memotret keramaian Madinatul Hujjaj
Nasrullah merupakan salah satu saksi keriaan jemaah haji di Madinatul Hujjaj saat itu. Ya, Nasrullah sudah menjadi haji sejak 1997. Dulu, kata Nasrullah, bangunan itu menjadi tempat transit jemaah haji sebelum berangkat ke bandara untuk pulang ke Tanah Air.
Berita Terkait
-
Mengapa Haji 2022 Mendapat Gelar Haji Akbar? Ini Penjelasannya
-
Sederet Keistimewaan Hari Jumat dalam Haji Akbar 2022
-
Data KKIH: Penyakit Jantung Paling Banyak Diderita Jemaah Haji
-
Siap Hadapi Puncak Armuzna, Tim Kesehatan Haji Terjunkan 782 Tenaga Kesehatan
-
Layanan Bus Siap Antarkan Jemaah Haji Tunaikan Tawaf Ifadah
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Mengejutkan! UEA Keluar dari OPEC
-
Langgar Izin Tinggal, 2 WNA China Dipulangkan Lewat Bandara Juanda
-
Pejabat Inggris Sindir Israel Sekutu Spesial Amerika saat Pertemuan Trump - Raja Charles, Maksudnya?
-
Israel Langgar Gencatan Senjata, Bunuh 3 Tim Medis di Lebanon
-
Smart Home, Calm Soul, Cara Generasi Muda Atur Isi Rumah di Shopee 5.5 Mega Elektronik Sale
-
Tentara Israel Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan di Tepi Barat Diaktifkan Kembali
-
Gus Ipul Sambut Usulan PWNU, Jadwal Muktamar Agustus Sesuai Kebijakan Rais Aam
-
Awalnya Minta Rp15 Ribu, Pedagang Es Campur di Depan PN Kudus Diperas Rp20 Juta Gara-gara Viral
-
Sosok Arifah Fauzi: Menteri PPPA yang Viral Usul Gerbong Perempuan di Tengah
-
76 Tahun AS Berperang: Triliunan Dolar Habis, Jutaan Nyawa Melayang, Perang Iran yang Termahal