Suara.com - Puluhan makam di Kandang Mas ambles karena hujan deras. Kandang Mas ada di Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu.
Makam itu ada di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Persatuan Pemakaman Perumdam.
Makam ambles dengan kedalaman bervariasi, antara 10-50 sentimeter.
Dugaan sementara makam ambles karena kondisi makam yang sudah lama ditambah dengan curah hujan tinggi terjadi beberapa waktu lalu.
Lurah Kandang Mas, Karimullah mengatakan kondisi puluhan makam ambles tersebut baru diketahui masyarakat sekitar pada Selasa (6/7/2022).
"Memang diketahui puluhan makam di salah satu TPU Kelurahan Kandang Mas ambruk diduga karena curah hujan yang terjadi," kata Karimullah.
Kejadian tersebut sebagai pertama kali sebab kondisi tanah makam bukan timbunan dan bukan daerah rawan banjir.
Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan setempat untuk penanganan lebih lanjut atas keadaan itu.
Salah satu anggota keluarga yang makamnya ambles, Suharto, mengaku kedatangan ke makam itu guna memperbaiki makam adiknya yang ikut ambles.
"Ini pertama kalinya makam adik saya ambles sebab wilayah di Kelurahan Kandang Mas bukan wilayah yang rawan banjir," ujarnya.
Ada beberapa makam telah ditimbun ulang oleh pihak keluarga dan beberapa lainnya belum dilakukan penimbunan karena anggota keluarga yang lainnya belum mengetahui kondisi tersebut. (Antara)
Baca Juga: Seorang Warga Bengkulu Hilang Terseret Ombak di Pesisir Selatan, 4 Hari Belum Ditemukan
Berita Terkait
-
Banjir Rendam 26 RT di Jakarta Timur, Kampung Melayu Paling Parah
-
Kebon Pala Kembali Terendam Banjir 1,4 Meter, Warga Pilih Bertahan di Lantai Dua
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
'Takut Diamuk Massa': Alasan Klasik di Balik Tabrak Lari, Mengapa Jalanan Kita Begitu Beringas?
-
Pantai Panjang Bengkulu: Pasirnya Putih, Ombaknya Panjang, Bikin Betah Sampai Lupa Pulang!
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT