Suara.com - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo turut menyoroti kasus dugaan penyelewengan dana umat Aksi Cepat Tanggap (ACT). Bamsoet, panggilan akrabnya, meminta Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menelusuri aliran dana ACT yang disebut mengalir ke aktivitas terlarang.
Adapun dugaan aliran dana ACT mengalir ke aktivitas terlarang pertama disinggung oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Bamsoet pun menilai laporan dari PPATK bisa menjadi bukti awal untuk mengungkap.
"BNPT bisa menjadikan data dari PPATK sebagai bukti awal untuk mengungkap dan mengusut serta menyelidiki kebenaran transaksi yang mencurigakan dari aliran dana ACT tersebut," kata Bambang dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (6/7/2022).
Menurutnya, BNPT bersama Densus 88 Antiteror Polri bisa bertindak dengan mengkaji dan mendalami lebih lanjut mengenai aliran dana itu. Terutama apakah dana itu berkaitan dengan pendanaan terorisme.
Bamsoet mengatakan, BNPT dan Densus 88 harus memeriksa dugaan penyimpangan dana kemanusiaan oleh penyelenggara pengumpulan uang dan barang tersebut.
Selain itu, ia juga menyarankan agar izin ACT sebagai lembaga kemanusiaan bisa dibekukan sementara hingga pemeriksaan tuntas.
Dalam kesempatan itu, Bamsoet turut meminta pemerintah bertindak tegas terhadap seluruh pengurus ACT. Tindakan itu sesuai dengan Pasal 19 huruf b Peraturan Menteri Sosial Nomor 8 Tahun 2021.
Aturan tersebut menjelaskan bahwa Menteri Sosial berwenang mencabut atau membatalkan izin penyelenggaraan pengumpulan uang dan barang lembaga kemanusiaan, jika penyelenggara terbukti melakukan pelanggaran.
"Kami minta Pemerintah juga segera mengaudit lembaga ACT. Kegiatan ACT hentikan sementara sampai adanya kepastian dari Pemerintah," tegas Bamsoet.
Baca Juga: Heboh Gelapkan Dana Umat, PPATK Blokir 60 Rekening Milik ACT
Bamsoet juga mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam memberikan donasi. Ia memberikan saran sebaiknya melakukan donasi kepada lembaga resmi milik pemerintah.
Sementara itu, PPATK telah melakukan analisis terhadap transaksi keuangan ACT. Hasilnya ditemukan adanya indikasi penyalahgunaan dana untuk kepentingan pribadi dan ada dugaan aktivitas terlarang.
Laporan analisis tersebut bahkan telah diserahkan PPATK kepada pihak Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk pendalaman.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan bahwa pihaknya masih terus melakukan analisis dan pengembangan dari transaksi keuangan organisasi tersebut.
"Iya, kami sudah dan akan terus berproses mengembangkan," ujar Ivan. [ANTARA]
Tag
Berita Terkait
-
Heboh Gelapkan Dana Umat, PPATK Blokir 60 Rekening Milik ACT
-
Izin Dicabut, ACT Sulawesi Selatan Tetap Beroperasi Menerima dan Menyalurkan Bantuan
-
DPR Minta Usut Tuntas Dugaan Penyelewengan Dana Umat di ACT: Dibubarkan Atau Tidak Serahkan ke Polisi
-
ACT Sumut Tetap Beraktivitas Seperti Biasa Usai Izin Dicabut Kemensos
-
Izinnya Dicabut Kemensos, Ini Indikasi Pelanggaran ACT
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Gunung Mayon Meletus, Ribuan Warga Filipina Dievakuasi dan 52 Desa Terdampak Abu
-
Banjir Rob Intai Pesisir Jakarta hingga 8 Mei, BPBD Minta Warga Siaga Tengah Malam
-
Usut Tragedi KRL Bekasi: Polisi Periksa Bos Taksi Green SM hingga Ditjen Perkeretaapian Hari Ini
-
Mahasiswa Kepung Jakarta Hari Ini: 3.225 Polisi Siaga di Titik Demo DPR, Kemendikti, hingga Gambir
-
Anggaran Pendidikan Tembus Rp19,75 Triliun, DPRD: Tak Boleh Ada Lagi Anak Putus Sekolah di Jakarta!
-
Remaja 17 Tahun di Cipondoh Dicekoki Miras Lalu Diperkosa, Pelaku Utama Masih Buron!
-
Maut di Balik Salaman Terakhir: Eks Menantu Dalangi Perampokan Sadis Lansia di Pekanbaru
-
Oknum Guru di Bengkayang Ditangkap, Polisi Dalami Kasus Kekerasan Seksual Anak
-
5 Hari Pencarian, Pemancing Tenggelam di Payangan Ditemukan Meninggal
-
Prabowo Bahas Pengawasan Aliran Dana Bersama PPATK di Hambalang