Suara.com - Beberapa hari setelah menerima telepon dari seseorang yang mengaku sebagai "pegawai Microsoft", Brian akhirnya menyadari telah tertipu. Tabungan sekitar Rp400 juta raib dari rekening banknya.
Pelaku yang mengaku dari "Microsoft" itu menawarkan untuk memperbaiki masalah pada komputer Brian (bukan nama sebenarnya).
Setelah warga Australia berusia 76 tahun ini memberikan nama akun dan password komputernya, penipu itu berhasil mengendalikan komputer dan menarik A$38.700 dari rekening bank online pensiunan ini.
Sang penipu meninggalkan A$300 di rekening Brian. "Uang ini adalah tabungan hidup saya," kata Brian.
"Sejak kejadian itu, kesehatan saya belum pulih kembali. Saya belum bisa tidur dengan nyenyak," ujarnya.
Menurut Komisi Persaingan dan Konsumen Australia (ACCC), kasus penipuan online meningkat pesat tahun lalu, banyak di antaranya menargetkan korban lansia.
ACCC pekan ini merilis laporan data dari portal pelaporan penipuan Scamwatch (dioperasikan oleh ACCC) dan ReportCyber (dari kepolisian negara bagian dan federal serta badan keamanan Australia), serta perbankan, jasa pengiriman uang, dan lembaga lainnya.
Menurut wakil ketua ACCC Delia Rickard, total kerugian yang dilaporkan dari semua lembaga terkait mencapai hampir A$1,8 miliar.
"Dengan memperhitungkan jumlah penipuan yang tidak dilaporkan, kerugian sebenarnya lebih dari A$2 miliar," kata Delia Rickard.
Baca Juga: Marak Penipuan Online, Kominfo Minta Masyarakat Tingkatkan Literasi Digital
Ia menyebut perkiraan kerugian 2 miliar dolar ini masih jauh lebih rendah dari kerugian sebenarnya.
"Jumlah ini sangat mencengangkan. Kami perkirakan tahun ini akan lebih buruk lagi," ujarnya.
Modusnya seperti apa?
ACCC menyebut kerugian akibat penipuan yang menawarkan investasi palsu meningkat lebih dari dua kali menjadi 700 juta dolar pada tahun 2021.
Penyebab utamanya yaitu maraknya penipuan investasi mata uang kripto, dengan kerugian 99 juta dolar.
Modus tipikal penipuan ini melibatkan pelaku yang sudah menyiapkan platform investasi dan perdagangan mata uang kripto yang palsu, sehingga mereka yang masuk ke platform itu otomatis tertipu.
Di samping itu, ada pula modus penipuan asmara, yang korbannya kemudian digiring ke platform investasi palsu tersebut.
Berita Terkait
-
Manfaatkan Abaya Pavilion, Bank BSN Genjot Inklusi Keuangan Syariah
-
Dari Pendiri Bisnis Menjadi Angel Investor, Perjalanan Venjii Hernando Mendukung Wirausaha Lokal
-
Dari Apel Premium hingga Cokelat, Gaya Hidup Sehat Ala Selandia Baru Hadir di Indonesia
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
PAM Jaya Siapkan Ribuan Toren Gratis, Warga Jakarta Diminta Tak Tunggu Kemarau Datang
-
Kerry Dibebani Rp13,4 Triliun, Pengacara Sebut Hakim Pakai Analisis LSM yang Tak Berwenang
-
Putusan Banding Dianggap Janggal, Kerry Riza Ajukan Kasasi ke MA
-
Kepercayaan Polri Tembus 82,4 Persen, Habiburokhman: Jangan Puas Diri, Terus Berbenah
-
Prabowo Tanya Akademisi: Kenapa 81 Tahun RI Tidak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?
-
Sikat Parkir Liar di Cawang, 250 Personel Gabungan Derek Mobil yang Nekat Bandel!
-
Perempuan Didorong Jadi Aktor Utama Ekonomi Restoratif, Tak Lagi Sekadar Penerima Manfaat
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Sekjen Partai Buruh Ferri Nuzarli Mundur! 1,3 Juta Anggota ORI Kompak Tinggalkan Partai
-
Prabowo Singgung Kegaduhan Usai Pemilu, Istana Langsung Klarifikasi