News / Internasional
Kamis, 07 Juli 2022 | 00:10 WIB
Ilustrasi Penipuan (Pexels/Sora Shimazaki).

"Warga kebanyakan tidak mengerti bagaimana cara perdagangan mata uang kripto, namun mereka juga tidak mau ketinggalan," jelas Delia Rickard.

Dijelaskan, modus lainnya yaitu berupa penipuan skema piramida dan ponzi, umumnya melibatkan aplikasi penipuan investasi ponzi.

Skema piramida versi modern ini menyebabkan korban tanpa sengaja menginvestasikan uang dalam skema penipuan yang dananya dipakai membayar investor sebelumnya.

Selain penipuan investasi, jenis lain yang mengalami peningkatan besar adalah pengalihan pembayaran.

Modusnya yaitu penipu menyamar sebagai pegawai bank, klien bisnis, atau bahkan agen pelunasan cicilan kredit properti.

Penipuan dengan modus mendapatkan akses komputer dari jarak jauh, seperti yang dialami Brian, juga meningkat.

Kerugian dari modus seperti ini meningkat menjadi 16 juta dolar, dengan korban terbanyak dari kalangan warga berusia di atas 65 tahun.

Penipu semakin piawai

Menurut Wakil Ketua ACCC Delia Rickard, penipu online kini semakin piawai.

"Saya mendengar cerita dari negara lain, di mana kelompok kejahatan terorganisir sudah meninggalkan bisnis narkoba dan beralih ke penipuan online," jelasnya.

Baca Juga: Marak Penipuan Online, Kominfo Minta Masyarakat Tingkatkan Literasi Digital

"Ada kekayaan besar yang bisa dihasilkan. Ada pasar di situs website bawah tanah yang menjual semua yang Anda butuhkan untuk menjadi penipu online," kata Delia.

Sebelum COVID, pada 2019, warga Australia mengalami kerugian sekitar 634 juta dolar. Pada tahun 2020, jumlahnya meningkat menjadi 850 juta dolar.

Saat itu, warga menghabiskan lebih banyak waktu sendirian dengan ponsel atau komputer, menyebabkan mereka rentan terhadap penipuan seperti phishing email.

Modus ini melibatkan penipu yang menyamar sebagai pegawai bank atau otoritas lainnya untuk mengelabui korban agar memberikan informasi data pribadi, termasuk password atau kata sandi.

Jumlah laporan penipuan phishing meningkat 183 persen dari 2019 hingga 2020. Pada tahun 2021, modus ini meningkat lagi sebesar 62 persen.

Pada tahun 2021 juga penipuan SMS mengalami lonjakan terbesar dalam sejarah Australia.

Load More