Suara.com - Idul Adha 1443 H akan tiba dalam hitungan hari. Salah satu di antara banyaknya ibadah sunnah di Hari Raya Idul Fitri adalah niat mandi keramas puasa Idul Adha dan sebelum melaksanakan shalat Id.
Bagi umat Islam, sebelum puasa Idul Adha atau sebelum shalat Id memang sangat disarankan untuk mandi keramaa dengan mengguyurkan air di seluruh tubuh dan anggota badan mulai dari rambut hingga telapak kaki dengan air. Tujuannya adalah untuk menyucikan diri.
Akan tetapi mandi sebelum puasa dan sebelum shalat Id tidak sama seperti mandi biasa, sebab ada niat mandi keramas dan tata cara yang penting untuk diamalkan.
Dalam hadis Ibnu Abbas RA, mengatakan bahwa Rasulullah SAW selalu melakukan mandi wajib pada hari Idul Adha, "Rasulullah SAW biasa mandi pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha".
Mandi Junub Jelang Idul Adha
Disebut mandi junub, yaitu keramas yang dilakukan dengan niat untuk menghilangkan segala hadas dan kotoran pada tubuh. Berikut ini adalah bacaan niat dan tata cara mandi junub Idul Adha, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber.
Bacaan niat mandi junub Idul Adha: "Nawaitul ghusla liyaumi Iiedil Adhaa sunnatan lillahi ta'alaa", yang artinya: "Saya berniat mandi pada Hari Raya Idul Adha Sunnah karena Allah Ta’ala".
Tata cara lengkap mandi wajib atau junub sebelum sholat Idul Adha adalah sebagai berikut:
- Membaca bismillah dan niat.
Baca Juga: Bolehkah Puasa Arafah Hanya di Hari Jumat Saja? Ini Penjelasan Syekh Muhammad Jaber
- Lalu mencuci tangan sebanyak tiga kali, sebelum melakukan mandi.
- Membersihkan kemaluan dan juga kotoran yang ada menggunakan tangan kiri.
- Setelah itu, kembali mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan, dengan menggosokkan ke tanah atau dengan menggunakan sabun.
- Lalu melakukan wudhu yang sempurna seperti ketika hendak sholat.
- Mengguyur air pada kepala sebanyak tiga kali sampai ke pangkal rambut.
- Memulai mencuci kepala bagian kanan, kemudian kepala bagian kiri.
- Mandi keramas seperti biasa dengan membersihkan setiap sela rambut.
- Lalu bilas atau mengguyur air pada seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan setelah itu yang kiri.
- Setelah itu, mandi dapat dilanjutkan seperti biasa.
Mandi Keramas Sebelum Puasa Idul Adha
Mandi keramas sebelum puasa memang sangat dianjurkan. Lalu, Anda mungkin bertanya, jika tidak mandi junub atau keramas sebelum sahur, lantas bagaimana dengan puasanya, apakah masih sah?
Ada beberapa ulama yang mengatakan bahwa berdasarkan adab maka dilarang makan dan juga minum saat sahur jika belum mandi wajib atau mandi junub.
Dikutip dari kanal YouTube Kajian Muslim, pada video yang diunggah tanggal 11 September 2017, berjudul "Bolehkah Makan dan Minum Sebelum Mandi Junub?", Ustadz Abdul Somad mengatakan bahwa kita harus bisa membedakan antara adab dan fiqih.
"Kalau ada Ustadz melarang jangan makan minum, itu adab, bedakan antara fiqih dengan adab," kata Ustadz Abdul Somad.
Ustadz Abdul Somad melanjutkan bahwa tidak ada larangan makan dan minum sebelum mandi junub.
Jika setelah berhubungan badan baru bisa mandi wajib pada waktu subuh, maka puasanya masih bisa diteruskan.
Begitu pula jika pada siang hari misalnya mimpi basah, maka segera untuk mandi wajib karena puasanya masih bisa diteruskan. Hanya saja, ada satu hal yang dilakukan oleh Rasulullah SAW sebelum makan dan minum saat dalam keadaan junub.
"Nabi SAW ada kalanya langsung mandi, ada kalanya tidak dan dia berwudhu," kata Ustadz Abdul Somad.
Berwudhu juga merupakan salah satu cara untuk bersuci, maka jika pada saat waktu sahur kita dalam keadaan junub maka sangat dianjurkan untuk berwudhu.
Oleh karena itu, jika kita dalam keadaan junub lalu hendak melaksanakan sahur, sebaiknya berwudhu terlebih dahulu.
Demikian ulasan mengenai niat mandi keramas puasa Idul Adha yang perlu diperhatikan.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
-
Beda dengan Arab, Kapan Puasa Arafah 2022 di Indonesia Dimulai?
-
Salat Idul Adha di Masjid Bakal Dibatasi 50 Persen, Ini Penjelasan Bupati Tangerang
-
Bolehkah Puasa Arafah Hanya di Hari Jumat Saja? Ini Penjelasan Syekh Muhammad Jaber
-
Kenapa Idul Adha Berbeda dengan Arab? Ini Penjelasan UAS dan UAH
-
Idul Adha 2022 Tanggal Berapa, 9 atau 10 Juli? Muhammadiyah Lebih Awal
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Evaluasi Rekrutmen Polri: Hapus Kuota Khusus, Libatkan Multi-aktor
-
Revitalisasi 71.744 Sekolah Tahun 2026, Mendikdasmen Siapkan Dana Rp14 Triliun
-
Peneliti Temukan Cara Ubah Kulit Kayu Eukaliptus Jadi Penangkap Polusi, Seberapa Efektif?
-
Wamendagri Bima: Tantangan Perubahan Iklim Bukan Lagi Regulasi, Tetapi Eksekusi di Daerah
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi
-
Dikritik Bakal Ancam Demokrasi, DPN Disebut Perlu Reformasi Struktural
-
JPU KPK Tegaskan Tak Boleh Ada Intervensi di Sidang Kasus Suap Bea Cukai
-
Kasus Kekerasan Seksual Ponpes Pati, DPR Desak LPSK Fasilitasi Rehabilitasi 50 Korban
-
Laga Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Pramono Anung: Kecewa, Tapi Alasannya Masuk Akal