Suara.com - Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas memuji tim kesehatan haji untuk jamaah haji Indonesia. Mereka dinilai memberikan layanan dan pertolongan secara cepat kepada jamaah haji yang sakit di Mina dalam prosesi lempar jumrah.
Menag sempat meninjau pos layanan kesehatan di Mina dan mendapat penjelasan dari Pusat Kesehatan Haji.
Menurut Menag, tenaga kesehatan adalah salah satu kunci sukses pelayanan jamaah haji.
"Kerja teman-teman tenaga kesehatan luar biasa, kerja sangat membantu jamaah haji," kata Menag di Mina, Minggu.
"Saya melihat sangat siap dan menurut saya sangat luar biasa karena banyak aturan yang justru menghambat pergerakan pelayanan kesehatan cepat tapi bisa diatasi teman-teman, misal ambulans tidak boleh masuk, kursi roda kosong tidak boleh masuk tapi diakali dengan diisi beberapa barang supaya bisa masuk," lanjutnya.
Mina merupakan salah satu tantangan karena jumlah jamaah yang sakit dan meninggal juga tinggi akibat kelelahan yang memicu munculnya penyakit lain.
Sementara itu, Kepala Pusat Kesehatan Haji Budi Sylvana sebelumnya mengatakan bahwa wukuf hingga lontar jumrah merupakan periode kritis dari pelaksanaan ibadah haji karena banyak jamaah yang tumbang karena sakit dan membutuhkan layanan kesehatan.
Faktor kelelahan disinyalir menjadi pemicu bagi komorbid pada jamaah lansia dan memiliki komorbid, terutama pada jamaah yang memiliki penyakit jantung.
Dengan dilaksanakannya badal lontar, maka kesehatan jamaah akan tetap terjaga khususnya di fase puncak di Arafah, Muzdhalifah dan Mina (Armuzna) .
Baca Juga: Haji Faisal Dituding Kurban Pakai Duit Donasi, Publik Ramai-ramai Bela: Fans Sebelah Sirik
"Dari kemarin sampai hari ini saja ada enam haji kita yang meninggal disebabkan kelelahan dan dehidrasi yang menyebabkan penyakit jantung lebih berat," kata Budi.
Mayoritas jamaah haji sakit yang mendapatkan perawatan di Pos Kesehatan Mina juga didominasi oleh faktor kelelahan dan dehidrasi.
Sementara jumlah yang dirawat sebanyak 62 orang.
Sebelumnya angka kematian jamaah haji Indonesia cukup tinggi. Dalam kurun waktu 15 tahun terakhir, lanjut Budi, nyaris tidak ada penurunan angka kematian jamaah haji Indonesia yang signifikan, sebesar 2 per mil per tahunnya.
Dengan kuota jamaah sekitar 220 ribu maka sekitar 300-400 jamaah yang meninggal per tahunnya.
Haji tahun ini ditargetkan angka kematian jamaah haji menurun menjadi 1 per mil, atau sekitar 1 kematian per 1.000 jamaah haji. (Anntara)
Berita Terkait
-
Tak Lagi Malu-malu, Haji Isam Kini Jadi Pengusaha Paling Banyak Mondar-mandir di Istana
-
Wamen Haji Dorong Industri Umrah Naik Kelas, Bisnis Tak Lagi Sekadar Kejar Profit
-
Prabowo Hanya Mengangguk Dapat Laporan Biaya Haji 2027 Diusulkan Naik
-
Masih Ada yang Belum Terjerat! KPK Buka Peluang Kembangkan Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Biar Jelas Siapa yang Benar dan Salah! Gus Yaqut Janji Buka-bukaan di Sidang Korupsi Haji
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Kejati Geledah Kantor Dinas Pendidikan Riau, Bawa Tiga Boks Dokumen
-
Krisis Air dan Perubahan Iklim Mengintai, Amdatara Desak Pabrik AMDK Segera Jadi Industri Hijau
-
Jakarta Mau Pungut Pajak Mobil Listrik, Penjualan Mobil Nasional Tetap Aman
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Tanamkan Karakter dan Wawasan Anak
-
Gen Z dan Sertifikat Online: Investasi Skill atau Sekadar Koleksi?
-
BRI Gelontorkan Rp70 Juta untuk Korban Kebakaran Pasar Parluasan
-
PKB Soroti Penurunan Jumlah Santri, Ijtima Ulama Bahas Masa Depan Pesantren
-
BRI Peduli Rayakan Hari Anak Nasional 2026 Lewat Edukasi untuk Siswa SD
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Bekali Siswa SD dengan Edukasi Karakter
-
Seoul Busters: Komedi tentang Polisi Gagal dan Kekacauan Unit Kriminal