Suara.com - Sosok Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kembali menjadi sorotan warganet. Masih berhubungan dengan urusan minyak goreng, namun kali ini terkait dengan kampanye yang dilakukan di Bandar Lampung.
Pasalnya Zulhas terlihat membagikan minyak goreng gratis untuk ibu-ibu, yang ternyata dibumbui dengan permintaan supaya mereka memilih anaknya, yakni Futri Zulya Savitri.
Hal ini seperti terlihat pada video unggahan akun Instagram @majeliskopi08. Mengutip keterangan pengunggah video, kampanye berbonus minyak goreng gratis itu ternyata terjadi pada Sabtu (9/7/2022) kemarin.
"Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meninjau Pan-sar murah Minyak Goreng yang diselenggarakan Partai PAN di Kecamatan Teluk Betung Timur, Bandar Lampung," tulis @majeliskopi08, dikutip Suara.com pada Senin (11/7/2022).
Adapun yang dibagikan pada kesempatan itu adalah minyak goreng dengan merek MinyaKita besutan Kementerian Perdagangan. Dari semula dijual seharga Rp 10.000 per 2 liter, Zulhas lalu meminta ibu-ibu untuk menyimpan saja uangnya karena akan dibayari oleh putrinya.
"10 ribu dapetnya 2 liter... Uangnya dikantongi aja, dikantongi, 10 ribu tuh yang nanggung Futri tuh... Futri," ungkap Ketua Umum PAN tersebut, lalu mempersilakan anaknya untuk menunjukkan diri di hadapan ibu-ibu yang hadir.
Tentu saja pernyataan Zulhas ini langsung disambut dengan tepuk tangan meriah oleh ibu-ibu yang hadir. "Kasih uangnya.. kasih Fut sama tuan rumah," titah Zulhas lebih lanjut.
"Hadirin.. diterima dari Mbak Futri... Tepuk tangan dulu ibu-ibu, gratis!" sambung Zulhas yang lagi-lagi disambut meriah oleh para hadirin. "Tapi nanti milih Futri ya? Oke?"
Poin itulah yang menjadi sorotan publik, apalagi karena minyak goreng gratis seberat 2 liter itu bukan satu-satunya yang dijanjikan untuk ibu-ibu bila memilih anaknya. Zulhas rupanya juga berjanji pasar-pasar murah semacam ini akan diadakan 2 bulan sekali jika warga setempat memilih putrinya.
Baca Juga: Profil Futri Zulya Savitri, Pebisnis dan Politisi Wanita Sekaligus Anak Zulkifli Hasan
"Nah, kalau milih Futri entar tiap 2 bulan ada deh ginian," ucap Zulhas memberi iming-iming. "Cocok nggak? Cocok..."
Potongan video ini yang menuai sorotan publik, apalagi karena Zulhas yang saat ini menjabat sebagai Mendag menggantikan Muhammad Lutfi dan berurusan sangat erat dengan distribusi minyak goreng di pasaran.
"Bisa aja nih tehniknya," sindir warganet.
"Uangnya ambil... minyaknya ambil... Pilihan terserah individu... jangan salah PILIH... CERDAS lah saat memilih!!!" usul warganet.
"Ngga usah terima suap berapapun itu, sayang banget sengsara ya sampe berapa periode," ujar warganet.
"Gak jelas batasnya : apakah ini job mentri atau job ketum PAN atau jurkam anaknya... begitulah pejabat RI," komentar warganet.
"Lah jadi bahan buat kampanye," kata warganet lain.
"Nepotisme yang terang-terangan," timpal yang lainnya.
Untuk video selengkapnya dapat disaksikan di sini.
Cara Membeli MinyaKita yang Dijual Rp 14.000 per Liter
Seperti telah diketahui, pembelian minyak goreng curah saat ini harus menggunakan NIK. Persyaratan yang sama ternyata juga diterapkan untuk pembelian MinyaKita yang dibesut oleh Kemendag.
Zulhas sempat mengungkap MinyaKita akan dipasarkan baik di pasar tradisional atau supermarket. Namun karena masih baru dirilis, jumlah minyak goreng ini masih terbatas.
Sedianya MinyaKita akan dijual seharga Rp 14.000 per liter, yang bisa dibeli dengan dua cara berikut. Yang pertama dengan menunjukkan NIK pada KTP atau dengan scan PeduliLindungi.
1. Membeli MinyaKita memakai NIK
- Bawa identitas diri berupa KTP dan tunjukkan kepada penjual
- Pastikan bagian NIK tertulis dengan jelas
2. Membeli MinyaKita dengan PeduliLindungi
- Pembeli membuka aplikasi PeduliLindungi di ponsel
- Pindai atau scan kode unik (QR Code) PeduliLindungi yang tersedia di toko tersebut, seperti bila hendak masuk ke mall atau tempat-tempat umum lain
Tag
Berita Terkait
-
Profil Futri Zulya Savitri, Pebisnis dan Politisi Wanita Sekaligus Anak Zulkifli Hasan
-
Video Zulhas Kampanyekan Putrinya Nyaleg Viral, Said Didu: Etika Pejabat Publik Diinjak Seenaknya
-
Cara Membeli MinyaKita Seharga Rp14.000 Per Liter, Bisa Pakai NIK
-
Kemendag Temukan 129 Pedagang e-Commerce Jual MinyaKita di Atas Rp14.000 per Liter
-
Gawat! MinyaKita di Toko Online Harganya Melambung Sampai Rp23.000/Liter
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius
-
Menlu Iran: Demi Allah! Kami Akan Balas Kematian 51 Siswi SD yang Dibantai Israel - AS
Terkini
-
Marcella Santoso Mengaku Korban Mafia Peradilan, Penegak Hukum Minta Uang ke Anak Buah
-
Serangan Kilat AS-Israel di Hari Pertama Gagal Total! 200 Tentara Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
-
Iran Serang Ibu Kota Arab Saudi
-
Iran Meradang 70 Pelajar Jadi Korban, di Negara Timur Tengah Mana AS 'Parkir' Kendaraan Militer?
-
Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?
-
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
-
Pramono Anung Waspadai Dampak Serangan AS-Israel ke Iran: Harga Barang di Jakarta Bisa Melonjak
-
Jenderal Iran: Trump Harus Tahu, Hari Ini Kami Baru Tembakkan Rudal Stok Lama
-
Israel Klaim Menhan Iran dan Komandan Garda Revolusi Tewas, Nasib Khamenei Masih Misterius