Suara.com - Komisi Kepolisian Nasional dan Komisi Nasional HAM dilibatkan dalam menangani kasus penembakan yang dilakukan Bharada E terhadap Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat di rumah Kepala Divisi Propam Polri Irjen Ferdy Sambo.
Ketua Kompolnas Mahfud MD langsung menindaklanjuti dengan memerintahkan sekretarisnya, Benny J. Mamoto, untuk membantu Polri mengungkap kasus itu, "membuat perkara menjadi terang."
Mahfud yang juga menjabat Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan menyebut dilibatkannya Kompolnas dan Komnas HAM sebagai perkembangan bagus.
Kasus penembakan pada Jumat (8/7), sore itu, dinilai Mahfud dipenuhi kejanggalan dan "tak bisa dibiarkan mengalir begitu saja."
Menurut Mahfud kejanggalan itu muncul dari proses penanganan maupun penjelasan Polri yang disebutnya "tidak jelas hubungan antara sebab dan akibat setiap rantai peristiwanya."
Kredibilitas Polri dan pemerintah dalam kasus penembakan di rumah Ferdy Sambo disebut Mahfud menjadi taruhan.
"Sebab dalam lebih dari setahun terakhir Polri selalu mendapat penilaian atau persepsi positif yang tinggi dari publik sesuai hasil berbagai lembagai survei," kata dia.
Tim khusus yang ditugaskan untuk mengungkap kasus penembakan dibentuk Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Wakapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono yang ditugaskan untuk memimpin tim khusus itu.
Baca Juga: Usut Kematian Brigadir J, Komnas HAM dan Kompolnas Diminta Ungkap Dugaan Penghalangan Proses Hukum
Listyo meminta Kompolnas dan Komnas HAM untuk mengawasi proses penyelidikan kasus. Dia meminta pemeriksaan dilakukan "secara transparan, objektif dan tentunya secara khusus menyangkut masalah anggota. Kami juga ingin bahwa peristiwa yang ada betul-betul menjadi terang."
Peristiwa penembakan di rumah Ferdy Sambo baru disampaikan Polri ke publik tiga hari setelah kejadian.
Bharada E merupakan ajudan Ferdy Sambo, sedangkan Brigadir Nopryansah Yosua Hutabarat adalah supir istri Ferdy Sambo.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan kepada wartawan mengatakan sebelum kejadian, Brigadir Nopryansah diduga melakukan pelecehan terhadap istri Ferdy Sambo.
Berita Terkait
-
Suami Dwi Sasetyaningtyas Kena Sanksi LPDP, Mahfud MD Bongkar Alasan Ngeri WNI Benci RI
-
Mahfud MD Geram Pernyataan Dwi Sasetyaningtyas Soal Anak WNA, Setuju Sanksi Cabut Beasiswa
-
Isak Tangis di Pusara Kopilot Smart Air: Keluarga Pertanyakan Keamanan Bandara Usai Penembakan KKB
-
Identitas Sudah Dikantongi, Kapolri Perintahkan Tangkap Pelaku Penembakan Pilot Smart Air
-
Pilot-Kopilot Smart Air Tewas Ditembak KKB di Papua, KSAD Jenderal Maruli Tunggu Perintah Mabes TNI
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
Pilihan
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
-
Ahok Adu Mulut dengan Pengacara Kasus LNG, Hakim Sampai Harus Turun Tangan
-
Kabar Duka, Wakil Presiden ke-6 RI Try Sutrisno Meninggal Dunia di RSPAD Pagi Ini
-
Terungkap! Begini Cara CIA Melacak dan Mengetahui Posisi Ayatollah Ali Khamenei
-
Iran Klaim Hantam Kapal Induk USS Abraham Lincoln Pakai 4 Rudal, 3 Tentara AS Tewas
Terkini
-
Kuwait Tembak Jatuh 3 Pesawat Tempur F-15 Amerika Serikat
-
Wilayah Udara Timur Tengah Ditutup, Ditjen Imigrasi Berlakukan Izin Tinggal Terpaksa untuk WNA
-
Alarm Merah! 75 Ribu Pelajar di Bandung Terindikasi Gangguan Mental
-
Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi, Harap Negara Sahabat Kutuk Serangan AS
-
Percakapan Terakhir Ali Khamenei Sebelum Dibom Israel-AS Terungkap: Menolak Masuk Bunker
-
Guncang Dunia! AS-Israel Bombardir Lebih 2.000 Lokasi di Iran
-
MK Putuskan Penyakit Kronis Masuk Kategori Disabilitas, Kabar Baik Bagi Pejuang Autoimun dan Saraf
-
Bareskrim Bongkar Rantai Bandar Narkoba Ko Erwin: Charlie dan Arfan Dicokok, The Doctor Diburu
-
Dipanggil KPK untuk Kasus DJKA, Eks Menhub Budi Karya Absen Alasan Sakit
-
Dubes Iran Respons Niat Prabowo Jadi Juru Damai, Begini Katanya