Suara.com - Seorang pria paruh baya penjual balon harus kehilangan barang dagangannya yang tak sengaja terlepas dan terbang. Pria tersebut sampai gemetaran setelah mengalami kejadian tersebut.
Detik-detik balon yang lepas ini terekam oleh kamera seorang warga yang berada di lokasi kejadian. Videonya kemudian diunggah oleh akun Instagram @memomedsos pada Rabu (13/07/22).
Menurut keterangan dari pengunggah video, kejadian tersebut terjadi di Alun-Alun Kota Garut.
"Kasihan, balon dagangan bapak ini lepas dan terbang. Lokasi: Alun-Alun Garut," keterangan pengunggah video.
Dalam video yang diunggah terlihat momen ketika balon yang memiliki beragam bentuk hewan milik pria paruh baya yang mengenakan hoodie berwarna oranye ini terlepas. Tali yang mengikat balon diduga terlepas sehingga menyebabkan balon-balon tersebut berterbangan.
Saat balon dagangannya lepas, pria paruh baya ini terlihat hanya bisa memandangi balon-balon yang telah terbang ke atas. Beberapa warga yang berada di lokasi kejadian terlihat ikut melihat balon yang lepas.
Tak berselang lama, perekam video mendekat ke arah pria tersebut. Tampak raut sedih dari pria tersebut. Perekam video ini bertanya kepada penjual balon terkait dengan peristiwa yang menimpa pria tersebut.
Pria tersebut kemudian menjelaskan kronologi kejadian.
Saat ditanya oleh perekam video, pria tersebut tampak duduk jongkok dengan tangan gemetaran. Pria tersebut bahkan menangis karena balon dagangannya lepas.
Ada sekitar 20 puluh balon yang terlepas. Menurut keterangan yang ada di dalam video, balon tersebut belum sempat terjual sama sekali.
Pada momen ini, terlihat seorang ibu yang membawa anaknya membeli satu bola yang juga dijual oleh pria paruh baya ini.
Video ini pun viral. Videonya telah ditayangkan sebanyak 4,3 ribu kali. Ratusan komentar dilayangkan warganet dalam unggahan ini. Warganet turut bersimpati dengan kejadian yang menimpa pria paruh baya ini. Mereka turut merasa sedih melihat pria tersebut sampai gemetaran.
"Bapaknya gemetaran, sedih banget," ujar warganet.
"Sedih. Bapaknya sampai gemetaran, lemas, bingung gitu," ungkap warganet.
"Sampai getar suaranya ya Allah. Semoga ada yang memberikan rezeki ke bapaknya," kata warganet.
Tag
Berita Terkait
-
Sopir Bus Ugal-ugalan, Menyalip Kendaraan di Jalur Lawan Arus, Berakhir Menyerempet Mobil hingga Rusak Parah
-
Inspiratif, Kisah Pemuda Rela Jualan Kue Kukis dengan Berjalan Kaki, Badan Six Pack Jadi Sorotan
-
Dramatis Bak Film Action! Aksi Heroik Warga Pluit Kejar Maling Motor, Tendang Pelakunya hingga Nyusruk di Aspal
-
Viral, Genangan Air Akibat Pipa PDAM Bocor Jadi Tempat Bermain Bocah-Bocah
-
Pilu, Pedagang Sepi Pembeli Memandang Lapak Lain yang Ramai, Banjir Doa Warganet
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Gus Ipul Serukan Gerakan Peduli Tetangga, Perkuat Data Lindungi Warga Rentan
-
Sudah Tiba di Jakarta, PM Australia Segera Bertemu Prabowo di Istana
-
Gus Ipul dan Kepala Daerah Komitmen Buka 8 Sekolah Rakyat Baru
-
RS Tolak Pasien karena JKN Nonaktif, Mensos Gus Ipul: Mestinya Disanksi BPJS, Tutup Rumah Sakitnya
-
Mensos Gus Ipul: RS Tak Boleh Tolak Pasien BPJS Penerima Bantuan Iuran
-
Wamendagri Wiyagus Lepas Praja IPDN Gelombang II, Percepat Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang
-
Kasatgas PRR Ingatkan Pemda yang Lambat Kirim Data Penerima Bantuan Bencana
-
Satgas PRR Resmikan Huntara di Tapanuli Selatan dan Tujuh Kabupaten Lain Secara Serempak
-
Kasus Tragis Anak di Ngada NTT, Pakar Sebut Kegagalan Sistem Deteksi Dini dan Layanan Sosial
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!