Namun Ketua Asosiasi Medis Australia (AMA) Dr Omar Khorshid berpendapat seharusnya pembayaran COVID itu tidak pernah berhenti.
Menurut dia, pemerintahan ini mendapatkan pelajaran baru tentang pentingnya untuk tetap berhubungan dengan para ahli dan pihak lain yang memberikan masukan, bukan hanya mendengarkan birokrat yang melihat pembayaran itu sebagai pemborosan.
Pemimpin Oposisi, Sussan Ley, menuduh PM Albanese telah "diseret secara paksa" untuk menggelar rapat kabinet nasional bersama para menteri federal dan pemimpin negara bagian.
"Tentu saja kami menyambut baik kembalinya pembayaran COVID, tapi ini sudah berjalan dua minggu setelah terhenti," katanya kepada ABC News.
"Anthony Albanese perlu meminta maaf kepada setiap pekerja lepas yang mengalami tekanan akibat hal ini," ujarnya.
Tunjangan lainnya
Rapat kabinet nasional akan terus digelar setiap dua hingga tiga minggu sampai akhir September, karena menurut perkiraan para kesehatan, gelombang infeksi COVID saat ini akan mencapai puncaknya pada Agustus.
Selain pembayaran COVID untuk pekerja lepas, pemerintah federal juga akan mengembalikan skema pembayaran krisis darurat bagi penerima tunjangan generasi muda serta mereka yang mengalami kesulitan keuangan parah hingga akhir September.
Selain itu, pemerintah akan memperkenalkan item baru yang akan dicakup oleh asuransi kesehatan Medicare, termasuk untuk konsultasi panjang yang memungkinkan dokter meresepkan antivirus COVID-19 hingga akhir Oktober.
Sebelumnya, biaya layanan kesehatan jarak jauh (telehealth) yang didanai Medicare juga telah berakhir bulan lalu.
Baca Juga: PM Australia Anthony Albanese Pertimbangkan Undangan Presiden Ukraina
Ketua Royal Australian College of General Practitioners (RACGP) Profesor Karen Price menilai item baru yang akan ditanggung Medicare hanyalah "penangguhan hukuman sementara."
"Saya akan terus menyatakan bahwa konsultasi telehealth yang lebih lama melalui telepon harus menjadi bagian permanen dari sistem telehealth kita," kata Profesor Price.
"Tidak boleh ada pasien yang terlupakan terutama di luar wilayah perkotaan," ujarnya.
Anjuran penggunaan masker
Para pemimpin pemerintahan ini setuju untuk memberikan pesan kesehatan yang konsisten di setiap yurisdiksi, yaitu menganjurkan warga Australia untuk memakai masker di dalam ruangan meski tidak mewajibkannya.
Ketua AMA Dr Khorshid mengatakan jika kondisinya sampai mengharuskan kembali penggunaan masker demi memperlambat penyebaran virus, maka pemerintah harus mengambil keputusan seperti itu.
Namun pemerintah federal tetap kukuh pada keputusannya untuk menghentikan penyediakan tes antigen cepat (RAT) gratis untuk pemegang kartu konsesi, dengan alasan bahwa saat ini tidak terjadi lagi kekurangan stok RAT di seluruh Australia.
Namun di tingkat negara bagian, Pemerintah Australia Selatan mengumumkan akan memberikan 10 RAT gratis selama periode tiga bulan untuk pemegang kartu konsesi, sementara New South Wales terlebih dahulu telah melakukannya.
Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.
Berita Terkait
-
Mantanku Si Paling Playboy Satu Sekolah
-
Cara Menghemat BBM Saat Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250 Per Liter
-
Pelaku Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Divonis hingga 3,5 Tahun Penjara
-
Ramai Isu Ditawari Prabowo Jadi Menteri Keuangan, Menkes Budi Buka Suara
-
Rekomendasi HP AI untuk Healing dan Traveling, Galaxy A57 5G Punya Kamera Pintar dan Baterai Awet
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
- 5 HP Android dengan Kualitas Setara iPhone 13 Pro dan iPhone 13 Pro Max
Pilihan
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
-
Susunan Pemain Timnas Indonesia vs Mozambik di FIFA Matchday Malam Ini
Terkini
-
Hapus Jejak Palestina! Amnesty Ungkap Pembersihan Etnis Terstruktur oleh Militer Israel
-
Mahasiswa UI, IPB, hingga Pancasila Bersatu di Depok, Susun Tuntutan untuk Pemerintah
-
Tangkis Isu Anti-Asing, Prabowo: Investor Antre Masuk, Hanya yang 'Liar' Tak Suka Aturan!
-
Mimpi Jadi Nyata! UU Polri Baru Buka Pintu bagi Disabilitas Masuk Polisi
-
Bocah 6 Tahun Diduga Dibully hingga Kesetrum Tiang Listrik di Taman Kramat Pulo
-
Jangan Cuma Naikkan Harga! Publik Tagih Transparansi Komponen Pembentuk Harga Pertamax
-
MBG Watch 'Segel' Kantor Badan Gizi Nasional, Tuntut Moratorium dan Audit Total
-
Harga Pertamax Meroket, Media Asing: Tekanan Makin Berat Buat Rakyat Indonesia
-
Program Dokter Spesialis Keliling Kawal Sukses CKG di Jateng
-
Main Mata Audit Smart TV! KPK OTT 5 ASN BPK Pengembangan Kasus Bupati Muara Enim