Suara.com - Kegiatan pengajian umum sebenarnya bukan hal asing lagi di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Tidak jarang agenda semacam ini diadakan secara besar-besaran di suatu lapangan sehingga memuat banyak penonton.
Namun bagaimana jika pengajian umum semacam ini malah dimeriahkan dengan agenda tidak terduga berupa panggung musik dangdut?
Hal inilah yang terlihat di video viral unggahan akun Instagram @faktakamera. Tidak ada keterangan di mana dan kapan agenda tersebut dilaksanakan, namun tampak sebuah panggung tinggi yang sedang dimeriahkan oleh seorang biduan wanita bergaun merah.
Biduan itu tanpa canggung menyanyi sambil berjoget bersama sejumlah pria di panggung. Suasana semakin meriah dengan lampu-lampu panggung yang berganti warna setiap beberapa detik.
Aksi panggung ini menjadi sorotan publik ketika membaca banner besar yang terpasang di bagian belakang. Pasalnya terlihat banner dengan tulisan Pengajian Umum dalam ukuran besar. Bahkan banner itu juga dilengkapi dengan foto pemuka agama yang memimpin pengajian umum tersebut.
Video ini jelas mencuri perhatian banyak warganet, lantaran acara pengajian umum yang malah diwarnai dengan agenda panggung dangdut.
Apalagi karena terlihat beberapa ibu-ibu berhijab yang menonton agenda tersebut sambil menggaruk kepala mereka, menyiratkan rasa heran akan hiburan yang disajikan di panggung.
"Konsepnya gimana ini !?" celetuk @faktakamera, menyuarakan rasa bingung warganet yang melihat panggung dangdut di agenda pengajian umum seperti itu.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh warganet lain yang meramaikan postingan tersebut. Bahkan ada yang terang-terangan menyebutnya sebagai aksi penistaan agama, khususnya agenda keagamaan yang mengundang kiai seperti pengajian.
Baca Juga: Viral Maling Bermobil Gondol Kotak Amal Masjid, Warganet Bilang Begini
"Panitia gob**k," kritik warganet.
"Ini termasuk penistaan pengajian gak sih," komentar warganet.
"Minta tolong bantuan banzer untuk bubarin pengaijan dung," kata warganet.
"Itu salah tempat apa salah banner?" ujar warganet.
"Konsepnya jelas min, ingin mempermalukan Islam. Alih alih atas nama pengajian tapi pada dasarnya merusak Islam," kecam warganet lain.
"Itu pelecehan Kiai nya kayak udah gak ada marwah wibawanya, naudzubillahi min dzalik," timpal yang lainnya.
Berita Terkait
-
Viral Maling Bermobil Gondol Kotak Amal Masjid, Warganet Bilang Begini
-
2 Cewek Tanpa Malu Duduki Tumpukan Minuman Kaleng di Minimarket demi Konten, Langsung Ramai Dirujak Warganet
-
Viral Pedagang Makanan Korea Punya Spanduk Nama Menarik, Auto Memancing Komen Warganet
-
Risiko Kamar Mandi Outdoor, Tetangga Renovasi Pemilik Rumah Bingung Mau Mandi
-
Gegara Masa Lalu Suami 'Nakal', Istri Jijik Tiap Disentuh Meski Sudah Tobat dan Minta Maaf
Terpopuler
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 4 Cushion Wardah untuk Tutupi Kerutan Lansia Usia 50 Tahun ke Atas
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- Ketua KPK Jawab Peluang Panggil Jokowi dalam Kasus Korupsi Kuota Haji
- 5 Mobil Bekas Rp30 Jutaan yang Cocok untuk Guru Honorer: Solusi Ekonomis untuk Mobilitas Sehari-hari
Pilihan
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
-
5 HP Murah Mirip iPhone Terbaru: Gaya Mewah Boba 3 Mulai Rp900 Ribuan!
-
Rupiah Melemah ke Rp16.786, Tertekan Sentimen Negatif Pasar Saham
Terkini
-
Kemenkes: Gas N2O yang Muncul di Kasus Lula Lahfah Punya Aturan Ketat
-
Pengamat: Dasco Kini Jadi 'Buffer Power' Presiden, seperti Taufiq Kiemas dan Yenny Wahid Dulu
-
KPK Segera Tahan Gus Yaqut dan Gus Alex usai Audit Kerugian Negara Rampung
-
Rhenald Kasali: Kita Hidup di Abad Ketidakpastian, Saat Perasaan Menggerakkan Dunia Digital
-
Banjir Ganggu Transjakarta Pagi Ini, 3 Rute Dialihkan dan Sejumlah Halte Tak Terlayani
-
Menag Nasaruddin Umar: NU Pesantren Besar, Kuat karena Akhlak dan Moderasi
-
Prabowo Batal Hadiri Puncak Harlah 1 Abad NU di Istora, Rais Aam Juga Tak Hadir
-
Rhenald Kasali Ingatkan Media: Jangan Jadi Budak Algoritma, Engagement Bisa Pengaruhi Kebijakan
-
PBNU Dukung Langkah RI Masuk Board of Peace, Gus Yahya: Demi Masa Depan Palestina
-
Air Mulai Surut, Tapi Jakarta Belum Sepenuhnya Aman: 30 RT Masih Dikepung Banjir