Suara.com - Direktur Partnership for Government Reform yang juga mantan Komisioner KPK Laode Muhammad Syarif mengatakan penyelenggara Pemilu, termasuk para politik seharusnya introspeksi diri.
Pasalnya, kata Laode, antikorupsi hanya menjadi jualan kampanye, namun tidak terlihat implementasinya.
"KPU, Bawaslu dan para partai politik itu harusnya introspeksi diri. Karena antikorupsi itu menjadi jualan kampanye, selalu itu. Nggak tahu kalau itu Pemilu ke depan. Tapi antikorupsi itu ada di setiap platform, sayang implementasinya tidak ada," ujar Laode dalam diskusi publik bertajuk 'Partai Sehat untuk Pemilu 2024' secara daring, Kamis (4/8/2022).
Sehingga, kata Laode, pencegahan politik uang harus menjadi semua pihak termasuk Bawaslu. Ia pun menyinggung pemilihan baik itu kepala desa, kepala daerah selalu melibatkan politik uang.
"Tetapi kalau liat akar penurunan demokrasi itu saya pikir ini, ini adalah pekerjaan dari teman-teman Bawaslu menjadi sangat sulit karena semua pemilihan public officials itu selalu melibatkan uang. Jadi bukan cuma pemilihan DPR dan presiden, kepala desa, bupati, gubernur. Bahkan dengar-dengar pemilihan rektor pun ada yang memakai uang," ucap Laode.
Laode pun kemudian memaparkan kasus-kasus korupsi di KPK yang mayoritas berdimensi politik. Sehingga kata Laode, politik korupsi menjadi wajah korupsi Indonesia.
"Contoh kasus di KPK dari 2004 sampai 2019 terus terang itu kebanyakan semuanya berdimemsi politik. Sehingga jangan heran kalau political corruption mejadi wajah korupsi Indonesia," papar dia.
Ia memaparkan hampir semua partai politik pernah terjerat kasus korupsi. Sehingga Laode menyebut tak ada partai politik yang bersih.
"Semua parpol sekarang pernah melakukan itu, tidak ada yang tidak ada, bukan kaleng-kaleng tapi di top level parpol semua terwakili. Tidak ada parpol yang lebih bersih, ini wajah -wajah yang berhubungan dengan parpol. Yang bikin saya lebih sedih ini anak-anak reformasi tak kalah korup," tutur Laode.
Baca Juga: Makin Banyak, KPU Kini Sampaikan 98 Orang Nama Anggotanya Dicatut dalam Keanggotaan Parpol
Tak hanya itu, Laode juga menyinggung soal komponen dan variabel sistem integritas partai politik. Menurutnya yang menjadi penyebab utama yakni sistem kaderisasi politik, rekrutmen, kode etik
"Dan yang lebih aneh lagi demokrasi dalam internal partai politik walaupun itu nama partainya ada kata nama demokrasinya, itu tidak ada demokrasi dipimpin atau dikelola oleh seperti perusahaan keluarga," papar dia.
Namun yang paling utama kata Laode yakni komponen dan variabel soal sumber keuangan parpol. Menurutnya hal tersebut tak pernah dibuat transparan sehingga rentan terjadi politik uang.
"Yang paling utama sumber keuangan partai politik itu tidak pernah ada tidak pernah dibuat transparan dan akuntabel, dipakai buat siapa ditujukan untuk apa, selalu nggak ada," ucap Laode.
"Akhirnya apa karena sangat rentan dengan money politik. Dari 575 anggota DPR, 262 adalah pengusaha. Itu realitas, jadi, kalau itu origarki buktinya apa itu salah satunya, ini baru di DPR, belum siapa yang di belakang mereka," kata Laode.
Namun, ia berharap pemilu 2024 menjadi Pemilu yang berkualitas.
"Sebagai orang yang punya harapan. Semoga saja, Pemilu kita akan datang itu menjadi jauh lebih berkualitas dibanding Pemilu sebelumnya," katanya.
Berita Terkait
-
Makin Banyak, KPU Kini Sampaikan 98 Orang Nama Anggotanya Dicatut dalam Keanggotaan Parpol
-
Waspada Nama Kalian Dimasukan Anggota Parpol, Cek Sekarang Juga di Sini!
-
Tegas! KPU Bakal Klarifikasi Parpol yang Lakukan Pencatutan Terhadap 11 Penyelenggara Pemilu
-
Waspada Nama Anda Dimasukkan Anggota Parpol Tanpa Persetujuan, Cek Nama Anda di Sini
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Dari Kulit hingga Tekstil Ramah Lingkungan, Tren Fashion Masa Depan Makin Berkelanjutan
-
Wali Kota Solo Tegaskan Tak Toleransi Miras Ilegal, Empat Outlet Ditutup
-
Dari AI hingga Alat Diagnostik Presisi, Inovasi Teknologi Dorong Deteksi Penyakit Lebih Cepat
-
Watak Weton Rabu Pon Milik Presiden Prabowo Subianto, Simak Kelebihan dan Kekurangannya
-
BPS Ungkap Penjualan Truk hingga Pikap Melonjak 38,76%
-
Mendagri Siapkan Tiga Langkah Sebagai Solusi Operasional Gaji Pegawai Pemda
-
BRI Dukung Optimalisasi Dana SAL, Perkuat Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif
-
Deposit Judi Online Piala Dunia 2026 Tembus Rp1 Triliun! QRIS Paling Banyak Disalahgunakan
-
Purbasari White Glow Body Serum Bisa Memutihkan Kulit? Cek Ulasan Pengguna
-
Meski Tampil Singkat, Mariano Peralta Ungkap Kesan Debut di Persib Bandung