Suara.com - "Semoga ibadah saya melayani jemaah haji, berbalik menjadi amal baik untuk orangtua saya di Tanah Air." Kalimat menggetarkan tersebut meluncur dari mulut Neneng Suryatiningsih, petugas perempuan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) yang bermukim di Jeddah, Arab Saudi.
Neneng merupakan satu dari sekian banyak 'srikandi' yang menjadi ujung tombak bagi pelayanan untuk jemaah haji di daerah kerja bandara, baik di Jeddah maupun di Madinah. Dengan bahu membahu, mereka menolong jemaah dengan sepenuh hati hingga seluruh kebutuhan jemaah pun bisa terpenuhi.
Menjadi petugas haji di Arab Saudi tak pelak memberikan pengalaman sangat berharga bagi perempuan yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga tersebut. Salah satunya adalah momen ketika Neneng membantu seorang jemaah lanjut usia alias lansia untuk menceboki kotorannya lantaran menderita sakit.
Menurut Neneng, dirinya hanya menjalani tugas sebagai pendamping dan pelayan tamu Allah untuk memberikan seluruh keperluan mereka. Menghadapi jemaah seperti itu, Neneng seolah memperlakukannya seperti keluarga dan ibunya sendiri di Tanah Air.
Tadinya, Neneng tak memungkiri, dia sempat jijik. Namun, rasa jijik itu berubah menjadi iba, ketika Neneng melihat kondisi jemaah tersebut yang sedang sakit dan memiliki keterbatasan ketika hendak melakukan sesuatu.
"Kita secara nurani, ikhlas dan rela membantu, meski mesti mencebok jemaah. Ketika dihadapkan hal itu, hilanglah rasa jijik, dan timbul rasa iba. Ini bagaikan menolong keluarga maupun dan ibu kita," ujar Neneng ketika diwawancarai Tim Media Center Haji, Rabu (3/8/2022).
Jemaah tersebut memang tidak bisa melakukan apa-apa, imbuh Neneng. Dia bilang, jemaah itu seperti stroke. Namun, Neneng seolah diberikan kekuatan untuk membopong dan menggantikan pampers
Selain karena tugas, Neneng merasa membantu jemaah seperti menolong ibunya sendiri. Terlebih, Neneng jauh dari orangtua. Sang ibu berada di Tanah Air, sedangkan dia di rantau, di tanah Arab. Yang dia lakukan semata agar amalan baik itu kembali ke ibunya nun di sana.
"Saya hanya berharap mudah-mudahan ibadah saya bisa kembali ke orangtua saya, apalagi saya jauh dari ibu saya. Semoga amal saya kembali ke orangtua saya, orangtua saya ada yang membantu dan memperhatikan di Tanah Air," kata Neneng dengan suara bergetar.
Baca Juga: Keberuntungan Kloter SOC 43: Bisa Menyentuh Ka'bah
"Insya allah dengan keikhlasan saya (melayani jemaah), semua menjadi ibadah."
Menggotong jemaah
Pengalaman lain juga dirasakan oleh Hartati. Perempuan asal Madiun, Jawa Timur, yang kesehariannya sebagai ibu rumah tangga tersebut sempat menggotong jemaah haji lumpuh turun dari bus hingga ke kursi roda.
"Secara reflek, waktu itu kami tidak melihat yang bisa dimintai tolong, kami langsung naik ke bus dan membopong jemaah yersebut ke kursi roda. Karena sempitnya kabin bus, bismillah dengan keikhlasan diberikan kemudahan," ujar Hartati.
Bekerja selama 70 hari dalam melayani kebutuhan para jemaah haji di Tanah Suci, Hartati bukannya tanpa seizin suami. Dia senang karena suami mengizinkan untuk menerima jemaah.
"Saya senang mendapatkan izin dari suami untuk bekerja menerima jemaah dan merasa bahagia karena bertemu dengan jemaah dari beragam provinsi," kata perempuan yang mengenakan kacamata itu.
Berita Terkait
-
Keberuntungan Kloter SOC 43: Bisa Menyentuh Ka'bah
-
Jadwal Pemulangan Jemaah Haji Indonesia 5 Agustus 2022
-
3 Kloter Terakhir Jemaah Haji Berangkat ke Madinah, Kepala Daker Makkah: Alhamdulillah
-
Tidak Mesti Orang Saudi, Jemaah Umrah Indonesia Bisa Pilih Guide dari WNI
-
Masa Berlaku Visa Umrah Jadi 3 Bulan, Jemaah Bisa Kunjungi Seluruh Wilayah di Saudi
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Penampakan Isi Tas Ransel Hitam Berisi Rp850 Juta, Bukti Suap Sengketa Lahan di PN Depok
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'