Suara.com - Sebagai warga negara Indonesia, sudah sepatutnya kita mengetahui lambang Indonesia. Adapun lambang Indonesia yaitu Garuda Pancasila. Mungkin masih banyak yang belum tahu mengenai sejarah Garuda Pancasila. Bagi yang belum tahu, mari simak berikut ini sejarahnya.
Garuda Pancasila ini merupakan lambang Indonesia yang makna di dalamnya dan juga semboyan semboyan 'Bhinneka Tunggal Ika'. Penatapan Garuda Pancasila sebagai simbol negara Indonesia memiliki sejarah panjang.
Untuk selengkapnya, berikut ini sejarah Garuda Pancasila yang dihimpun dari situs Perpustakaan Peradaban, Rabu (10/8/2022).
Sejarah Garuda Pancasila
Desain simbol garuda pancasila pertama kali dicetuskan oleh Sultan Hamid II selaku menteri zonder porto folio pada era pemerintahan RIS (Republik Indonesia Serikat). Selain itu, ada pula tokoh-tokoh kemerdekaan lainnya yang turut terlibay dalam perumusan simbol negara Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara dan M. Yamin.
Alasan pemilihan burung garuda sebagai lambang Indonesia karena dalam mitologi Hindu, Garuda dalam kisahnya berhasil membebaskan sang ibunda dari cengkraman perbudakan.
Sebagai informasi, garuda adalah kendaraan Dewa Wisnu di dalam agama Hindu. Burung garuda ini digambarkan bertubuh emas, memiliki wajah putih, serta memiliki sayap merah.
Selain itu, digambarkan sayap dan paruh Garuda mirip elang dan tubuhnya seperti manusia. Garuda memiliki ukuran besar, saking besarnya hingga bisa menutupi matahari.
Menurut M. Yamin, dalam bukun 6000 Tahun Sang Merah Putih (1951), disebutkan bahwa orang-orang Nusantara mendengar kabar burung garuda sebagai kendaraan Dewa Wisnu sejak abad kelima.
Baca Juga: Fakta Tentang Brimob dari Sejarah hingga Tugasnya
Pada masa itu, kerajaan Hindu Tarumanegara, diketahui dipimpin oleh raja bernama Purnawarman. Raja Purnawarman ini penganut agama Hindu aliran Wisnu. Pada masa kerajaan inilah orang-orang mulai mengetahui garuda.
Sejak itu, Simbol Garuda mulai dikenal secara luas. Bahkan, simbol Garuda ditemukan juga dalam arca hingga relief candi-candi Hindu seperti pada candi Prambanan, Sojiwan, Mendut, Penataran, Sukuh, Belahan, dan Cetho.
Diketahui juga bahwa simbol Garuda dijadikan lambang sejumlah kerajaan Hindu pada masa lampau. Adapun kerajaan-kerajaan tersebut yakni kerjaan Airlangga abad ke-11 Masehi dan kerajaan Janggala.
Itulah asal usul dikenalnya burung garuda di nusantara. Burung Garuda yang memiliki makna mendalam dalam mitologi Hindu ini pun kemudian dipilih sebagai lambang negara Indonesia. Karena Indonesia dianggap mempunyai kemiripan nasib dengan Garuda yakni untuk membebaskan rakyat Indonesia dari penjajahan maupun penindasan.
Adapun proses ditetapkannya Garuda Pancasila menjadi Lambang Negara Indonesia yakni terjadi pada tahun 1949-1951.
Demikian informasi mengenai sejarah garuda pancasila. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat menambah wawasan mapun pengetahuan tentang lambang negara Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Epstein Files Sebut Donald Trump 'Dikooptasi' Israel, Singgung Dalang Proyek Gaza
-
Tak Berizin, KKP Musnahkan 796 Kg Kulit Hiu dan Pari Milik Perusahaan Asing di Banyuwangi
-
Registrasi Akun SNPMB Sekolah 2026 Diperpanjang, Cek Syarat-syaratnya!
-
Geger Penemuan Mayat Pria Tanpa Identitas di Tumpukan Sampah Kali Mookervart
-
Operasional RDF Rorotan Dilakukan Bertahap, Warga Diminta Tak Khawatir Bau
-
Profil Jeffrey Epstein: Kekayaan, Kasus Predator Seksual dan Hubungannya dengan Trump
-
Kemenag Klaim Kesejahteraan Guru Agama Prioritas Utama, Tunjangan Profesi Naik Jadi Rp2 Juta
-
Kecelakaan Beruntun di Rawa Buaya: Truk Kontainer Tabrak Motor dan Mobil, Dua Terluka
-
Habiburokhman: Narasi Polri di Bawah Kementerian Lemahkan Presiden Prabowo
-
Tata Cara Baca Surat Yasin 3 Kali di Malam Nisfu Syaban, Bacalah Usai Maghrib dengan Niat Ini