Suara.com - Tahukah kalian bahwa Brimob dulunya punya banyak nama, antara lain Tokubetsu Kaisatsu Tai, Polisi Istimewa, Mobrig (Mobil Brigade) dan Brimob (Brigade Mobil). Selain itu ada fakta tentang Brimob lain yang menarik untuk diketahui.
Resminya sekarang Korps Brimob Polri yang merupakan pelaksana tugas utama Mabes Polri untuk menangani kasus kejahatan berintensitas tinggi.
Salah satu tugas kesatuan Brimob adalah untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam negeri. Ingin tahu lebih banyak fakta tentang Brimob? Simak sejarah tentan brimob dan tugas brimob di bawah ini.
Sejarah Tentang Brimob
Periode pembentukan Brimob adalah ditahun antara 1943 sampai 1944. Masa-masa pembentukannya dilatar belakangi oleh pemerintah militer Jepang. Brimob waktu itu masih bernama Tokubetsu Keisatsu Tai dan menjadi bagian dari strategi perang Asia Timur Raya.
Begini kronologi sejarah Brimob:
- Pemerintah militer Jepang membentuk tenaga cadangan bernama Tokubetsu Keisatsu Tai pada April 1944.
- Tokubetsu Keisatsu Tai beranggotakan para polisi muda dan pemuda polisi serta didirikan di setiap Karesidenan di seluruh Jawa, Madura dan Sumatera.
- Tokubetsu Keisatsu Tai bersenjata lebih lengkap daripada polisi biasa daripada polisi biasa, mereka terlatih, berdisiplin tinggi dan terorganisasi dengan rapi.
- Pada akhir tahun 1944 dibentuk satuan Tokubetsu Keisatsu tai dengan kekuatan satu Kompi yang beranggotakan antara 60-200 orang.
- Ketika Jepang menyerah kepada sekutu dan Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945, bersama-sama rakyat dan kesatuan lainnya, anggota Tokubetsu Keisatsu Tai bahu-membahu mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
- Anggota-anggota Tokubetsu Keisatsu Tai menjadi pioner dalam masa perebutan senjata untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.
- Pada tanggal 14 November 1946 seluruh kesatuan Tokubetsu Keisatsu Tai, Polisi Istimewa, Barisan Polisi Istimewa dan Pasukan Polisi Istimewa dilebur menjadi Mobile Brigade (Mobrig)atau sekarang terkenal dengan sebutan Brigade Mobile (Brimob).
- Bedasarkan surat keputusan Departemen Kepolisian Negara No. Pol. 13 / MB / 1959 tanggal 25 April 1959, kesatuan Mobile Brigade (Mobrig) diubah susunannya menjadi tingkat Batalyon.
- Berdasarkan surat order Y. M. Menteri Kepala Kepolisian Negara No. Pol. 23 /61/ tanggal 12 Agustus 1961, ditetapkan bahwa tanggal 14 November 1961 merupakan hari Mobile Brigade ke-16.
- Pada tanggal 14 November 1961 tersebut, Presiden Republik Indonesia Ir. Soekarno selaku Irup upacara menganugerahkan Pataka “Nugraha Cakanti Yana Utama“ sebagai penghargaan pemerintah atas pengabdian dan kesetiaan Brigade Mobile.
- Presiden RI secara resmi mengubah nama satuan ini dari Mobile Brigade menjadi Brigade Mobile (Brimob).
Tugas Brimob
Tugas-tugas Brimob sebagai bagian integral Polri memiliki tugas-tugas antara lain:
- Melaksanakan dan menggerakkan kekuatan Brimob Polri dalam menanggulangi gangguan Kamtibmas berkadar tinggi, utamanya kerusuhan massa, kejahatan terorganisasi bersenjata api, bom, bahan kimia, biologi dan radioaktif.
- Melakukan penanggulangan keamanan dalam negeri yang berkadar tinggi dan penyelamatan masyarakat yang didukung oleh personel terlatih dan memiliki kepemimpinan yang solid, peralatan dan perlengkapan dengan teknologi modern.
- Melakukan maneuver, baik secara individual atau dalam kelompok dengan daya gerak, daya tembak dan daya sergap untuk membatasi ruang gerak, melumpuhkan, menangkap para pelaku kejahatan beserta saksi dan barang bukti.
- Menjaga keamanan dalam negeri dari ancaman kejahatan yang berintensitas tinggi.
- Menangani kejahatan transnasional, seperti money loundering, illegal fishing, human trafficking, drugs trafficking.
Demikian itu fakta tentang Brimob diringkas atau disadur dari laman korbrimob.polri.go.id. Semoga informasi di atas dapat membantu Anda memahami Brimob.
Baca Juga: Dicurigai Palsu, LPSK Pastikan Istri Ferdy Sambo yang Muncul di Publik Adalah Sosok Asli
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
-
Dicurigai Palsu, LPSK Pastikan Istri Ferdy Sambo yang Muncul di Publik Adalah Sosok Asli
-
Ditetapkan Jadi Tersangka, Ferdy Sambo Sudah Ditahan di Mako Brimob?
-
Deretan Fakta Terbaru Kasus Kematian Brigadir J, Seret 3 Nama Perwira Tinggi
-
Sudah Bertemu dengan Ferdy Sambo, Kondisi Putri Chandrawathi Mulai Stabil
-
Dua Jenderal Bintang Satu Ikut Ditahan Bersama Ferdy Sambo di Mako Brimob Polri
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Imigrasi Tangkap 210 WNA Terduga Pelaku Penipuan Investasi Daring di Batam
-
Lebih Ganas dari PMK! Ancaman Penyakit BEF Hantui Sapi Kurban di Bekasi: Telat Sehari Bisa Mati
-
Pakar UGM Tolak Kampus Ikut Kelola MBG, Khawatir Perguruan Tinggi Kehilangan Independensi
-
Rasa Haru Selimuti Rumah Duka Haerul Saleh, Peti Jenazah Diantar Para Pimpinan BPK
-
Lantai 4 Rumah Anggota BPK Haerul Saleh Hangus 80 Persen
-
Kesaksian ART Selamat dalam Kebakaran yang Menewaskan Anggota BPK
-
Curhat ASN soal WFH Setiap Jumat: Bisa Hemat Rp 400 Ribu Sebulan tapi Banyak Distraksi
-
Waspadai Hantavirus, DPR Desak Pemerintah Perketat Bandara dan Pelabuhan
-
Tantangan Iklim Makin Kompleks, Pendekatan Interdisipliner Dinilai Jadi Kunci
-
Kisah Penjaga Perlintasan di Jogja: Lari Kibarkan Bendera Merah Hentikan Kereta saat Ada Mobil Mogok