Suara.com - Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis hasil survei terbarunya soal pilihan publik terhadap poros koalisi di Pilpres 2024 berdasarkan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah.
LSI Denny JA membagi 3 poros yakni poros PDIP, kemudian poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), dan poros koalisi Gerindra dan PKB.
Peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, memaparkan dalam hasil surveinya kali ini menunjukkan bahwa mayoritas publik yang puas dengan kinerja Presiden Jokowi cenderung memilih poros politik PDI Perjuangan dalam Pilpres 2024.
"PDI-P menang di pemilih yang puas karena identifikasi Jokowi lebih dekat dengan PDIP," kata Ardian dalam paparannya secara daring, Senin (15/8/2022).
Ardian mengatakan, dari responden yang diambil sebagai sampel, sebanyak 35,98 persen responden puas dengan kinerja Jokowi, 29,8 responden merasa kinerjanya biasa saja, dan 30,27 persen responden menyatakan tidak puas.
"Dari responden yang puas, sebesar 25,4 persen memilih poros PDI Perjuangan, lalu 25,4 persen responden memilih poros Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), serta 18,3 persen responden memilih poros koalisi Partai Gerindra dan PKB," tuturnya.
Ada pun tiap poros ini diwakili oleh tokoh utamanya masing-masing.
Poros PDIP diwakili oleh Ketua DPR Puan Maharani, lalu tokoh utama poros KIB adalah Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, dan tokoh koalisi Gerindra-PKB adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
Untuk diketahui, survei ini dilakukan dalam periode 24 Mei hingga 7 Juni dengan dilengkapi riset kualitatif sampai 14 Agustus. Metode survei menggunakan multistage random sampling.
Baca Juga: Gerindra-PKB Sudah Sepakat Koalisi Tapi Belum Tentukan Capres-Cawapresnya, Begini Analisis Pakar
Jumlah responden sebanyak 1200 dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.
Berita Terkait
-
Jelang HUT RI ke-77, Ketua DPD PDIP Jabar Ono Surono Lepas Tim Ekspedisi Trisakti
-
Ogah Buru-buru, Demokrat Pilih Kerucutkan Pilihan Koalisi di Akhir Tahun
-
Indonesia Dapat Apresiasi dari IRRI karena Capai Swasembada Beras
-
Jawaban Nyeleneh Erina Gudono Disinggung Soal Hubungannya dengan Kaesang Pangarep
-
Biar Enggak Pusing dengan Harga Mie Instan, Moeldoko Sebut Jokowi Perintahkan Pembuatan Road Map Sorgum Hingga 2024
Terpopuler
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- 5 Parfum Indomaret dengan Wangi Segar Tahan Lama, Cocok Dipakai saat Cuaca Panas
- 12 Promo Makanan Hari Kartini 2026, Diskon Melimpah untuk Rayakan Momen Spesial
Pilihan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
-
Garap Kasus Haji, KPK Panggil Ustaz Khalid Basalamah Hari Ini
-
Merantau ke Kota Kecil, Danu Tetap Sulit Cari Kerja: Sampai Melamar Pawang Satwa
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
Terkini
-
Resmi Disahkan! Panduan Lengkap UU PPRT: Apa yang Berubah bagi Majikan dan Pekerja?
-
Aiptu YS Diduga Jadi Broker Proyek Rp16 M di Bekasi, IPW Desak PTDH dan Tersangka
-
'Kiamat' Pandemi COVID-19 Bisa Terulang Jika Selat Hormuz Terus Diblokir Iran
-
Singgung Kasus Rocky Gerung, Todung Tak Yakin Saiful Mujani Berakhir di Pengadilan
-
Perintah 'Tembak Mati' Donald Trump: Selat Hormuz di Ambang Perang Terbuka!
-
Kejagung Tetapkan 3 Tersangka Baru Kasus Dugaan Korupsi Penyimpangan dan Pengelolaan Tambang
-
Bantargebang di Ambang Kolaps, DPRD DKI Desak Strategi Pengelolaan Sampah Segera Dieksekusi
-
Dikaitkan dengan Kasus Kuota Haji, Khalid Basalamah Tegaskan Tak Pernah Interaksi dengan Gus Yaqut
-
Gus Lilur Gaungkan 'Abuktor' di Muktamar NU 2026: Syarat Mutlak Pemimpin PBNU Bebas Korupsi
-
Hari Bumi: BNI Rehabilitasi 50 Hektare Mangrove di Banyuwangi, Berikan Dampak Ekonomi ke 5.000 Warga