Suara.com - Setiap hari bendera Merah Putih berkibar di berbagai tempat di Indonesia, khususnya mudah dilihat di sekolah dan lembaga-lembaga atau instansi pemerintahan Indonesia. Dalam tubuh sang saka terdapat curahan keberanian dan semangat para pejuang kemerdekaan Indonesia di masa lalu.
Dulu untuk mendapatkan bendera tersebut, pejuang mengorbankan waktu, tenaga, dan bahkan nyawa mereka. Anda mungkin tidak terlalu ingat sejarah bendera merah putih. Maka, di hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia ini, izinkan kami mengingatkan Anda dengan artikel sejarah bendera merah putih ini.
Bendera Pusaka
Dikutip dari web.archiv.org, Bendera nasional Indonesia disebut Sang Saka Merah Putih. Bendera itu terdiri dari dua warna, merah di atas putih. Lebarnya dua pertiga dari panjangnya, atau dua meter kali tiga meter. Bendera pertama dikibarkan dengan berani di tengah-tengah pasukan pendudukan Jepang pada hari kemerdekaan Indonesia diproklamasikan, pada 17 Agustus 1968.
Belanda akhirnya mengakui kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1950. Tiga hari setelah perang dunia II. Nama resmi bendera nasional Indonesia adalah Sang Saka Merah-Putih. Pada tanggal 28 Oktober 1928 untuk pertama kalinya, bendera merah putih dikibarkan sebagai bendera nasional dalam Kongres Pemuda Indonesia di Jakarta.
Bendera Merah Putih Dijahit Oleh Fatmawati
Bendera merah putih Indonesia pertama kali dijahit oleh Fatmawati. Ia lahir pada 5 Februari 1923 di Bengkulu, pulau Sumatera. Ia adalah Ibu Negara Indonesia pertama dan istri ketiga Soekarno, dan ibu dari presiden perempuan pertama Indonesia, Megawati Soekarnoputri. Fatmawati meninggal karena serangan jantung pada 14 Mei 1980 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Bendera Putih Merah asli dijahit oleh Ibu Fatmawati, pada tahun 1944 dengan 276 cm x 200 cm. Bendera itu terbuat dari kapas Jepang, tetapi ada juga yang dikatakan benang wol dari London yang benar-benar istimewa untuk membuat bendera. Pada tahun 1946 – 1968, bendera tersebut hanya dikibarkan pada saat upacara hari kemerdekaan setiap tahunnya di depan istana kepresidenan. Sekarang bendera yang dijahit oleh Fatmawati disimpan di Istana Merdeka, tulis factsofindonesia.com.
Sejarah Bendera Merah Putih
Ada kisah bersejarah yang membuat Indonesia memilih mengkombinasikan warna merah putih untuk bendera negara. Sejarah bendera merah putih itu sangat panjang sampai ke Kerajaan Majapahit.
Kisah ini dialihbahasakan dari factsofindonesia.com., dalam sejarah, warna dan nama bendera Indonesia berasal dari kerajaan Majapahit. Sebenarnya, sebelum Majapahit, Kerajaan Kediri mengenakan panji-panji merah putih. Sebelum Indonesia dijajah Belanda dan Jepang selama hampir tiga abad atau lebih dari 350 tahun, sejarah bendera putih merah dimulai di Kerajaan Singosari. Setelah itu, banyak pahlawan kebebasan menggunakan bendera merah putih sebagai simbol untuk memulai perang.
Merah putih ini dihidupkan kembali oleh mahasiswa dan para nasionalis pada awal abad ke-20 sebagai ekspresi nasionalisme terhadap Belanda. Sekelompok remaja Indonesia memanjat atap Hotel Yamato atau Hotel Majapahit sekitar tahun 1945 dan merobek lapisan bawah berwarna biru bendera Belanda sebelum Inggris menyerbu dan menguasai Surabaya.
Enam bulan kemudian setelah peristiwa perobekan bendera Belanda menjadi hanya merah putih, pasukan Belanda merebut Surabaya dari Inggris dan berjuang selama empat tahun lagi untuk mencoba dan menegaskan kembali kendali mereka di tanah air. Namun, perlawanan nasionalis dan tekanan dari negara lain akhirnya membuat Belanda menyerah. Indonesia berhasil menjaga kemerdekaan Indonesia dan akhirnya negara-negara di seluruh dunia mengakui Indonesia sebagai negara berdaulat, umumnya pengakuan itu terjadi pada tahun 1949.
Lika Liku Pengibaran Bendera Indonesia di Masa Kemerdekaan
Indonesia mendeklarasikan kemerdekaannya pada hari Jumat, 17 Agustus 1945 pukul 10.00 WIB di jalan Pegangsaan Timur No. 56. Setelah deklarasi kemerdekaan Indonesia, untuk pertama kalinya secara resmi bendera nasional merah putih dikibarkan oleh dua anak muda yang dipimpin oleh Bapak Latif Hendraningrat.
Berita Terkait
-
Tim Pancasila Tangguh Berhasil Kibarkan Bendera Merah Putih di Istana Merdeka
-
6 Fakta di Balik Sejarah Bendera Merah Putih, Sempat Dipisah Jadi Dua Bagian
-
Tetangga Dekat, Tapi Masih Ada Kesalahpahaman Australia Soal Indonesia
-
Fakta Bendera Pusaka Sang Saka Merah Putih: Sejarah, Pernah Dijahit 2 Kali hingga Dibungkus Koran
-
Sejarah Paskibraka Berawal dari Utusan Presiden Soekarno
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
KCIC Beri Diskon Tiket Whoosh hingga Rp100 Ribu Selama Mudik Lebaran 2026
-
Krisis Lebanon Memanas: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 1.000 Jiwa
-
Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh
-
PDIP Bukan Gangguan, Pertemuan Prabowo-Megawati Disebut Jadi Kunci Stabilitas Pemerintahan
-
Ribuan Personel Siaga, Polda Metro Imbau Takbiran Tanpa Konvoi dan Arak-arakan
-
Arus Mudik 2026, Lalu Lintas Tol SurabayaMojokerto Naik 25,3 Persen
-
BGN Wajibkan Pemantauan Limbah MBG Tiap Tiga Bulan, Tekankan Aspek Lingkungan dan Higienitas
-
KPK Soroti Pola Berulang Korupsi Kepala Daerah
-
Panen Raya di Kampung Rambutan: Omzet Pedagang Melonjak 8 Kali Lipat Saat Mudik Lebaran!
-
Israel Larang Warga Palestina Shalat Id di Masjid Al-Aqsa