• Pada umumnya, tidak alan menimbulkan gejala lebih lanjut selama bertahun-tahun.
• Hingga virus akan terus menyebar dan merusak sistem kekebalan tubuh.
• Penularan infeksinya sudah dapat dilakukan pengidap kepada orang lain.
• Berlangsung selama 10 tahun atau lebih.
Tahap Ketiga HIV
• Pada tahap ketiga ini, penderita dapat dikategorikan AIDS jika daya tahan pengidap akan lebih rentan, sehingga mudah sakit.
• Demam terus-menerus selama lebih dari sepuluh hari.
• Akan merasa lelah setiap saat.
• Sulit untuk bernapas.
Baca Juga: Ratusan Kasus Ditemukan di Bandung, Ini 9 Mitos Tentang HIV/AIDS dan Stigma Pengidapnya
• Diare yang berat dan dalam jangka waktu yang relatif lama.
• Terjadi infeksi jamur di dalam tenggorokan, mulut, hingga alat kelamin.
• Timbul bintik-bintik ungu pada kulit yang tidak akan hilang.
• Kehilangan nafsu makan, sehingga berat badan turun drastis.
Cara Penularan HIV
HIV dapat menular melalui beberapa cara berikut ini:
1. Hubungan Seksual Tanpa Alat Pengaman (Kondom)
Cara Penularan AIDS yang pertama yaitu berhubungan seksual tanpa menggunakan kondom atau alat pengaman. Hal ini disebbakan karena pertukaran cairan yang terjadi saat berhubungan seks antara laki-laki dan perempuan sehingga akan menjadi penyebab utama dari virus HIV dengan mudah berpindah dan menyebar.
2. Bergantian Alat Suntik dengan Orang yang positif Mengidap HIV
Penularan lewat alat suntik ini dapat terjadi karena saat memakai jarum yang bergantian maka secara otomatis cairan yang ada di dalam tubuh orang yang positif terkena HIV akan meyebar ke orang lain. Hal ini sangatlah berbahaya karena menjadi salah satu cara penularan penyakit HIV yang paling mudah terjadi.
3. Ibu Hamil atau Menyusui yang Positif HIV dapat Menularkan ke Bayinya
Ibu hamil yang positif HIV sangat berpotensi untuk menularkannya kepada sang bayi saat masa kehamilan, persalinan dan menyusui. Untuk itu, alangkah baiknya jika ibu yang positif HIV tidak menyusui bayinya.
4. Transfusi Darah
Melakukan transfusi darah menjadi cara pencegahan HIV yang paling sering terjadi. Karena virus HIV dapat menyebar secara cepat melalui donor darah yang dilakukan oleh si pendonor yang positif terkena virus HIV atau dapat melalui transfusi darah yang sebelumnya sudah tercemar virus HIV.
5. Oral Seks
Cara penularan HIV yang selanjutnya yaitu melalui oral seks. Sex oral meeupakan suatu aktivitas untuk memberikan stimulasi atau rangsangan terhadap alat kelamin pasangan. Biasanya dilakukan dengan menggunakan mulut, ludah, gigi, atau lidah.
Cara Pencegahan HIV
Untuk mencegah penularan HIV kita dapat melakukan beberapa cara berikut ini:
• Melakukan hubungan seks yang aman. Pencehan yang pertama ini tentunya dapat dilakukan oleh pasangan yang sudah menikah. Karena orang yang sering melakukan hubungan seks dengan pasangan yang berbeda memiliki resiko tinggi terkena HIV.
• Hindari berhubungan intim dengan lebih dari satu pasangan.
• Gunakan kondom baru setiap kali hendak berhubungan.
• Jujur kepada pasangan jika mengidap Anda positif HIV, agar pasangan juga akan menjalani tes HIV.
• Konsultaaikan dengan dokter jika Anda didiagnosis positif HIV saat hamil, mengenai penanganan, pengobatan, dan perencanaan saat persalinan, untuk mencegah penularan dari ibu ke bayo.
• Melakukan khitan atau sunat untuk mengurangi risiko infeksi HIV.
• Hindari konsumsi obat-obatan terlarang seperti narkoba.
• Jangan menggunakan jarum suntik secara bergantian
• Bagi remaja, hindari pergaulan bebas.
Itulah tadi informasi seputar gejala HIV cara penularan dan cara pencegahannya. Mengingat adanya penemuan ratusan mahasiswa di Bandung yang dinyatakan positif HIV, agar kita semua lebih berhati-hati terhadap virus mematikan ini.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
-
Ratusan Kasus Ditemukan di Bandung, Ini 9 Mitos Tentang HIV/AIDS dan Stigma Pengidapnya
-
Menginfeksi Ratusan Mahasiswa Bandung, Ini 3 Mitos HIV yang Masih Dipercaya Masyarakat
-
Serba-serbi HIV/AIDS: Tanda Gejala, Penularan, Pengobatan dan Pencegahan
-
400 Lebih Mahasiswa Bandung Terinfeksi HIV, Ini 4 Jalur Penularannya yang Wajib Diketahui dan Diwaspadai
-
Ratusan Mahasiswa Bandung Positif HIV/AIDS, Apa Saja Gejala Awal yang Wajib Diwaspadai?
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
Pramono Respons Demo Mahasiswa di HI: Silakan Protes, Jangan Rugikan Publik
-
'BBM Kalian Mahal!' Riuh Klakson Pengendara di Sudirman Dukung Demo Mahasiswa
-
ICW: Audit BPK Jadi Komoditas Dagang, WTP Cuma Alat Pencitraan Politik
-
MBG Watch Curiga Narasi Selamatkan Aset Motor Listrik Hanya Tutupi Proyek Bermasalah
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite: Efek Domino di Baik Kenaikan BBM yang Mengintai
-
Jupnas Gizi Pertanyakan Kontradiksi Data Program MBG, Padahal Dulu Pamer Capaian
-
Massa Mahasiswa ke Aparat di Thamrin: Bapak Nanti Jaganya di HI Saja, Biarin Kita Jalan Dulu Pak!
-
BTN Jakarta International Marathon 2026 Diikuti Lebih Dari 45.000 Peserta dari 52 Negara
-
Jejak Angelo Pandeli: Pentolan Hells Angels yang Diburu Dunia Ditangkap di Bali
-
DPR Endus Pemborosan Rp1 T di BGN, Desak Audit Investigatif Ribuan Dapur MBG