Suara.com - Agustus merupakan bulan yang istimewa bagi seluruh Insan Pos di Nusantara. Bagaimana tidak, setelah merayakan hari kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus, Insan Pos kembali merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Pos Indonesia pada 26 Agustus.
Tema yang diusung pada ulang tahun ke- 276 Pos Indonesia adalah “Untuk 276 Tahun ke Depan”.
"Tema 'Pos Indonesia untuk 276 Tahun ke Depan' secara filosofis bermakna bahwa perusahaan tak ingin terus bernostalgia dengan menengok ke masa lalu. Setiap pondasi harus lebih dalam dan lebih besar dari bangunannya. 276 tahun dimaknai sebagai akar dan pondasi yang kokoh untuk membuat bangunan yang lebih tinggi lagi ke depan”, ujar Direktur Utama Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi.
Hampir tiga abad melayani seluruh kebutuhan perposan di tanah air, Pos Indonesia telah mengalami banyak perubahan zaman. Bahkan, sempat terdisrupsi kemajuan teknologi digital.
"Berulang kali disrupsi menerpa perusahaan kita. Mulai dari munculnya teknologi telepon dan pesan singkat, kemudian internet, hingga ke platform digital yang berteknologi canggih seperti aplikasi transportasi publik, logistik, hingga layanan finansial. Seluruhnya mengubah peta persaingan bisnis yang berdampak pada kondisi perusahaan menjadi lebih sulit. Namun bukan berarti Pos Indonesia menyerah.
Selama 276 tahun, awak Pos Indonesia diwarisi semangat para pendahulu untuk tidak lelah mencari jalan keluar dari setiap tantangan.
Disrupsi memaksa Pos Indonesia untuk melakukan transformasi portofolio bisnisnya," kata Faizal dalam pidatonya.
Faizal mencontohkan di layanan keuangan, Pos Indonesia bertransformasi dari layanan offline di loket GiroPos menjadi sebuah super apps bernama Pospay. Layanan postal service pun terdisrupsi secara hebat. Mau tidak mau layanan inipun harus menyediakan Channel digital, kemudian muncullah aplikasi mobile PosAja.
"Kunci dari kekuatan Pos Indonesia terus bertahan hingga usia ratusan tahun adalah tidak berhenti melakukan transformasi dan inovasi. Dari satu periode hingga periode berikutnya kita konsisten melakukan transformasi. Saat ini perusahaan telah mencapai separuh perjalanan transformasi yang tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) tahun 2020-2024," ucap Faizal.
Transformasi dan inovasi tersebut terbukti membawa Pos Indonesia semakin terdepan. Berbagai penghargaan diraih. Bahkan, Pos Indonesia berhasil membukukan laporan keuangan positif.
Berdasarkan Laporan Keuangan Tahun Buku 2021, terdapat beberapa indikator yang menggambarkan capaian positif atas upaya-upaya yang dilakukan selama tahun 2021, yakni laba perusahaan 2021 lebih dari Rp0,5 triliun. Laba tersebut merupakan capaian tertinggi Pos Indonesia selama 10 tahun terakhir.
Baca Juga: Berusia 276 Tahun, Pos Indonesia Siapkan Program Strategis Transformasi dan Inovasi
Pada tahun 2021, Pos Indonesia juga memperoleh 18 kategori penghargaan yang diberikan oleh berbagai lembaga di sejumlah ajang, yaitu Digital Technology Award (2 kategori), Anugerah BUMN (1 kategori), GRC and Performance Award (3 kategori), Top GRC Award (4 kategori), BUMN Branding and Marketing (3 kategori), Top Digital Award (3 kategori) dan Human Capital and Performance Award (2 kategori).
Berlanjut pada 2022, performa keuangan Pos Indonesia hingga Juli secara umum menunjukkan tren positif.
"Revenue berhasil kita raih sebesar Rp2,9 triliun atau tercapai 45 persen dari RKAP 2022 meski pun turun sebesar 2,8 persen dari pendapatan tahun 2021. Biaya terealisasi sebesar Rp2,7 triliun, tercapai sebesar 45,6 persen dari target. Jumlah itu turun 5,1 persen jika dibandingkan biaya tahun 2021. Net Income atau profit tercapai sebesar Rp251,39 miliar atau 39,8 persen dari RKAP 2022 atau naik 27,8 persen dari net income tahun lalu," katanya.
Pada Januari hingga Agustus 2022, Pos Indonesia meraih 18 kategori penghargaan, yaitu Indonesia CSR Award (3 kategori), Anugerah BUMN (3 kategori), Digital Brand Award (1 kategori), Top Digital Public Relations Award (1 kategori), Penghargaan dari Ditjen Bea dan Cukai, Anugerah Indonesia Council for Small Business (1 kategori), GRC & Performance Award (3 kategori), Human Capital in Resilience Excellence Award (4 kategori), Public Relations Person Award (1 kategori), dan TJSL & CSR Award (3 kategori).
Disrupsi akan menghantam siapa saja yang tak mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan kemajuan terknologi. Faizal mencontohkan perusahaan Nokia dan Apple. Masa kejayaan Nokia pada akhirnya rontok, kalah oleh Apple yang sukses mengembangkan ekosistem bisnis.
Faizal optimistis dengan berbekal transformasi dan inovasi tiada henti Pos Indonesia akan senantiasa terdepan. Untuk itu, ia mulai menanamkan mindset di digital kepada karyawan Pos Indonesia agar siap menghadapi masa depan yang dinamis.
Berita Terkait
-
Kirim Surat Protes! Tim Advokasi Kebebasan Digital Desak Menkominfo Johnny Plate Cabut Pemblokiran PSE
-
Begini Cara Manfaatkan Internet Untuk Mencari Materi Belajar Online
-
Kembangkan Ekonomi Kreatif, Ini Siasat Pemerintah Jawa Barat
-
Anti Ribet, Menurut Kaka dan Bimbim Slank Soal Transaksi Digital
-
Pos Indonesia Berkomitmen Konsisten Jalankan Transformasi dan Inovasi hingga 276 Tahun ke Depan
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
Terkini
-
Iran Beberkan Update Negosiasi Damai ke Turki, Soroti Dosa Besar AS-Israel
-
Seskab Teddy Ungkap Isi Pertemuan Empat Mata Prabowo dan Macron
-
Komnas HAM Papua: 4 Kekerasan Menonjol Terjadi di Awal 2026, 14 Korban Meninggal Dunia
-
Murka Elite NasDem ke Tempo Soal Merger Gerindra Dinilai Rendahkan Martabat Surya Paloh
-
Skenario Terburuk IMF, Perang Iran Bikin Pertumbuhan Ekonomi Dunia Anjlok Hingga Level Terendah
-
Mengenal Oghab 44, Benteng Bawah Gunung Iran yang Siap Hancurkan Armada AS di Selat Hormuz
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
-
Kelaparan Hantui India Usai LPG Langka Imbas Perang Iran, Buruh di Kota Balik ke Desa
-
DO Saja Tak Cukup, DPR Minta Mahasiswa FH UI Pelaku Pelecehan Seksual Diseret ke Ranah Pidana
-
Jangan Sampai Menyesal! Ini Risiko Besar Jika Berangkat Haji Tanpa Visa Sah