Suara.com - Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono mengemukakan, jika Pemerintah Indonesia sedang mencoba mengubah potret pekerja migran Indonesia (PMI) di Malaysia ke arah yang positif.
Ia mengemukakan hal tersebut dengan membandingkan pekerja migran di beberapa negara Asia lainnya.
"Jika membandingkan potret PMI yang ada di Singapura, Hong Kong, Beijing, Korea, Jepang memang berbeda, bagian sedih memang kebanyakan ada di Malaysia," ujar Hermono dalam Wisuda Universitas Terbuka (UT) Malaysia di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, Minggu (28/8/2022).
Lantaran itu, ia mengatakan, potret pekerja migran Indonesia harus lebih positif lagi.
"Ini harus diubah. Potret PMI di sini harus menjadi lebih positif lagi," katanya.
Menurutnya, jika membaca atau mendengar tentang PMI di Malaysia hampir semua beritanya kurang menyenangkan.
Ia mengemukakan, persoalan tersebut seperti seputar persoalan gaji tidak dibayarkan hingga lari dari majikan.
Jika mengikuti pemberitaan media-media di Malaysia, ia mengatakan, terlihat pemerintah sedang mencoba memperbaiki itu semua, meski masih jauh dari ideal.
Menurut Hermono yang disaksikannya pada wisuda 85 mahasiswa Universitas Terbuka secara luring dan daring di KBRI Kuala Lumpur, yang keseluruhannya merupakan PMI.
Baca Juga: 85 Pekerja Migran di Malaysia Diwisuda UT, Lulusan Terbaik dengan IPK 3,82
Meski begitu, ia mengatakan potret positif pekerja migran Indonesia ini perlu disampaikan kepada lebih banyak lagi teman-teman PMI lainnya di Malaysia.
Agar semakin banyak dari mereka yang melanjutkan pendidikan dan meraih strata sosial yang lebih baik.
"Supaya yang wisuda lebih banyak lagi di ruangan ini. Bila perlu kita sewakan ruangan yang lebih besar kalau jumlahnya mencapai ribuan," kata Hermono.
PMI yang sudah mendapatkan gelar strata 1 atau bahkan strata 2, menurutnya, perlu menularkan semangat itu pada teman-teman pekerja migran lainnya agar ada semangat belajar. Tanpa pendidikan sulit mendapatkan strata sosial yang lebih baik.
"Tidak selalu harus melalui pendidikan formal. Yang penting belajar menjadi lebih tinggi stratanya. Satu hingga dua tahun ke depan harapannya lulusannya bisa ribuan, jadi kita sewa tempat lebih besar," kata Hermono.
Universitas Terbuka mewisuda 85 orang PMI yang bekerja di Malaysia secara bauran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT