Suara.com - Nama Direktur Utama (Dirut) PT Taspen Antonius Nicholas Stephanus Kosasih alias Antonius Kosasih tengah jadi perbincangan publik. Ia disebut-sebut sebagai orang yang mengelola dana calon presiden (capres) 2024 sebesar Rp300 triliun.
Tudingan dana capres itu diungkap oleh advokat Kamaruddin Simanjuntak, yang merupakan pengacara Brigadir Yoshua Hutabarat alias Brigadir J. Imbas tudingan itu, Kamaruddin dilaporkan ke polisi oleh Antonius Kosasih. Sedang jadi sorotan, yuk intip rekam jejak karier Dirut Taspen ANS Kosasih berikut ini.
Rekam Jejak Karier Antonius Kosasih
Antonius Kosasih punya jabatan mentereng dengan jumlah kekayaan melimpah ruah. Ia diketahui diangkat Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Dirut PT Taspen pada tahun 2020 menggantikan Iqbal Latanro.
Sebelum didapuk sebagai Dirut Taspen, Antonius Kosasih memegang BUMN lainnya dengan jabatan strategis, seperti direksi di PT Inhutani (Persero) dan PT Transportasi Jakarta.
Pria kelahiran Jakarta, 12 Juli 1970 ini juga pernah menjabat Komisaris Utama PT WIKA Realty (2016 - 2017). Selain itu Antonius Kosasih pernah menduduki jabatan Direktur Keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (2016-2019).
Sementara itu untuk riwayat pendidikan, Antonius Kosasih mendapat gelar S1 sarjana ekonomi di Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Sedangkan S2 atau magisternya, Antonius mengambil Manajemen Keuangan dan Investasi IPMI Jakarta.
Harta Kekayaan Antonius Kosasih
Sebagai pejabat BUMN, Antonius Kosasih wajib melaporkan harta kekayaan melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Baca Juga: Daftar Harta Kekayaan ANS Kosasih, Dirut Taspen yang Dituding Kelola Dana Capres Rp300 T
Dari laman resmi LHKPN, terungkap total harta kekayaan Antonius Kosasih tercatat Rp32,58 Miliar, tepatnya Rp32.584.452.726. Namun laporan itu dibuat pada 1 Mei 2020 saat Antonius menjabat direktur BUMN PT Wijaya Karya.
Jumlah kekayaan tersebut bisa jadi sudah bertambah, mengingat Antonius Kosasih belum melaporkan harta kekayaannya selama jadi Dirut PT Taspen. Antonius Kosasih sendiri pertama kali melaporkan harta kekayaannya sebesar Rp6.993.931.173 pada 29 Maret 2010 saat menjabat sebagai Direktur Keuangan Perum Perhutani.
Sementara itu LHKPN kedua dibuat pada 2 Februari 2015 saat Antonius Kosasih menjabat sebagai Direktur Utama PT Transjakarta. Saat itu total harta kekayaannya meningkat dua kali lipat menjadi Rp15.615.997.484.
Harta kekayaann Antonius Kosasih makin melimpah ketika menjabat Direktur Utama PT Wijaya Karya, yakni sebesar Rp32.584.452.726. Total harta kekayaan ANS Kosasih terbaru yang dilaporkannya kini mencapai Rp42.128.234.437.
Kontributor : Trias Rohmadoni
Berita Terkait
-
Daftar Harta Kekayaan ANS Kosasih, Dirut Taspen yang Dituding Kelola Dana Capres Rp300 T
-
Momen Faizal Assegaf Ngamuk di Bareskrim Polri Usai Tahu Tak Dilaporkan Erick Thohir: Pengecut!
-
CEK FAKTA: Kamarudin Dilaporkan ANS, Dirut Taspen, Tanggapannya: "Saya Punya Bukti Video Porno, Dia Sebagai Pelakunya"
-
Pria Mirip Dirut Taspen Dikeplak hingga Ditendang Istri: Elu Gak Tau Malu, Ninggalin Keluarga Demi Perempuan Peliharaan!
-
Viral Kena OTT saat Bawa Cewek Simpanan, Pria Mirip Dirut Taspen Diamuk Istri: Ditendang hingga Kepala Dikeplak
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
Terkini
-
Geruduk DPR, Mahasiswa Desak Evaluasi Program MBG dan Kebijakan Anggaran
-
Rekayasa Kematian Gagal! Brigadir Rizka Sintiani Divonis 10 Tahun usai Terbukti Bunuh Suami
-
Haul Akbar HUT Jakarta, KAI Buka Alternatif Naik-Turun di Stasiun Jatinegara Mulai Sore Ini
-
KPK Periksa Gus Yaqut sebagai Saksi untuk Tiga Tersangka Lain di Kasus Korupsi Kuota Haji
-
Bappenas: Pakai AI, Polri Bisa Ungkap Kejahatan 20 Tahun Lalu dengan Presisi!
-
Bawa Jelangkung Hitam ke Gedung DPR, Massa PB HMI: Prabowo atau Pertamax Turun!
-
MBG Diperdebatkan, Siapa yang Paling Berkepentingan Program Ini Terus Jalan?
-
DPR Jawab Tudingan Celios: MBG Bukan Gimmick, Hasilnya Terlihat 3 Tahun Lagi
-
Golkar Hormati Sikap Politik PDIP sebagai Penyeimbang: Biar Rakyat yang Menilai
-
Bantah Represif! Ini Alasan Polda Metro Tangkap Roy Suryo dan dr Tifa