Suara.com - Suharso Monoarfa resmi diberhentikan dalam jabatannya sebagai Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pemecatan dilakukan setelah hasil rapat yang telah digelar Mahkamah partai pada awal bulan September ini.
Pengganti sementara Menteri PPN/Kepala Bappenas itu sebagai Ketua Umum DPP PPP akan diemban oleh Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhamad Mardiono yang juga Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres).
Wartawan suara.com mencoba menelusuri harta kekayaan milik Mardiono di situs LHKPN milik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mardiono melaporkan hartanya untuk tahun periodik 2021. Itu dilaporkan pada 30 Maret 2022 saat menjabat sebagai Anggota Dewan Pertimbangan Presiden dengan total kekayaan mencapai Rp 1.270.833.511.147.
Dari rincian untuk tanah dan bangunan yang dimiliki Mardiono tersebar disejumlah wilayah dengan total mencapai Rp 676.591.790.000. Diantaranya yakni Kota Bantul; Sleman; Magelang; Kulon Progo; Cilegon; Kota Tangerang; Tangerang Selatan; dan Serang.
Kemudian, alat transportasi yang dimiliki Mardiono mencapai total Rp7.725.950.000. Seperti Mobil Daihatsu Bemo tahun 1962 Rp 35 juta; Mobil Toyota Camry tahun 2019 Rp 750 juta; Mobil Honda HRV tahun 2017 Rp239 juta; Mobil Lexus tahn 2014 Rp 1.425.000.000; Mobil Lxus tahun 2012 Rp 950 juta; Mobil Mercedes Benz tahun 2017 Rp 995 juta; Mobil Range Rover Rp 1.3 miliar; Mobil Toyota Alphard Rp 1.075 Miliar; Mobil Toyota Altis tahun 2012 Rp 149 juta; Mobil Toota Harier tahun 2015 Rp 450 juta.
Selanjutnya kendaraan roda dua atau motor milik Mardiono, Motor DKW Humel tahun 1962 Rp. 22 juta; Motor Lambretta tahun 1970 Rp 20 juta; Motor Honda tahun 2008 Rp 5.700.000; Motor Kawasaki tahun 2014 Rp 57 juta; Motor Vespa Spesial tahun 1980 Rp 3.250.000.
Untuk harta bergerak lainnya yang dimiliki Mardiono mencapai Rp 1.125.000.000. Sedangkan Surat berharga total Rp 704.548.601.138. Untuk kas setara kas total Rp 6.627.516.380.
Untuk harta lainnya mencapai Rp 23.743.889.203. Mardiono juga memiliki hutang mencapai Rp 149.529.235.574.
Sehingga total keseluruhan milik Mardiono mencapai Rp 1.270.833.511.147.
Baca Juga: Dicopot dari Ketum PPP, Segini Harta Kekayaan Suharso Monoarfa
Berita Terkait
-
Suharso Monoarfa Dilengserkan dari Ketum PPP Melalui Mukernas, Ini Detailnya
-
Buntut Panjang Pernyataan Amplop Kiai Berujung Pemberhentian Suharso Monoarfa Dari Kursi Ketum PPP
-
Suharso Monoarfa Cicopot dari Ketum PPP, Ini Penggantinya
-
Sempat Viral Pidato Kyai Amplop, Suharso Monoarfa Dicopot dari Ketua Umum PPP
-
Pencopotan Ketum PPP Bisa Picu Konflik karena Dianggap Sepihak, Kubu Suharso Bakal Melawan?
Terpopuler
- Kenapa Angin Kencang Hari Ini Melanda Sejumlah Wilayah Indonesia? Simak Penjelasan BMKG
- 4 Pilihan HP OPPO 5G Terbaik 2026 dengan RAM Besar dan Kamera Berkualitas
- Bojan Hodak Beberkan Posisi Pemain Baru Persib Bandung
- 57 Kode Redeem FF Terbaru 25 Januari 2026: Ada Skin Tinju Jujutsu & Scar Shadow
- Apa itu Whip Pink? Tabung Whipped Cream yang Disebut 'Laughing Gas' Jika Disalahgunakan
Pilihan
-
Sah! Komisi XI DPR Pilih Keponakan Prabowo Jadi Deputi Gubernur BI
-
Hasil Akhir ASEAN Para Games 2025: Raih 135 Emas, Indonesia Kunci Posisi Runner-up
-
5 Rekomendasi HP 5G Paling Murah Januari 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan!
-
Promo Suuegeerr Alfamart Jelang Ramadan: Tebus Minuman Segar Cuma Rp2.500
-
Menilik Survei Harvard-Gallup: Bahagia di Atas Kertas atau Sekadar Daya Tahan?
Terkini
-
Hikmahanto Soroti Risiko Gabung Dewan Perdamaian: Iuran Rp16,9 T hingga Dominasi Trump
-
Pemulihan Listrik Pascabencana di Tiga Provinsi Sumatera Capai 99 Persen
-
Bantah Pertemuan Rahasia dengan Google, Nadiem: Saya Lebih Sering Ketemu Microsoft
-
Untung Rugi RI Masuk Dewan Perdamaian Trump: Bisa 'Jegal' Keputusan Kontroversial?
-
Viral! Trotoar di Koja Dibongkar Paksa, Ternyata Ini yang Diburu Pencuri di Bawah Tanah
-
Kajari Magetan Dicopot, Diperiksa Intensif Kejagung Gegara Dugaan Pelanggaran Integritas!
-
Macet Parah di RE Martadinata, Sebagian Rute Transjakarta 10H Dialihkan via JIS
-
Komisi II DPR Tetapkan 9 Anggota Ombudsman RI 2026-2031, Hery Susanto Jadi Ketua
-
Ketua Banggar DPR Bela Pencalonan Thomas Djiwandono: Ini Soal Kemampuan, Bukan Nepotisme
-
Jaga Independensi BI, Thomas Djiwandono Tunjukkan Surat Mundur Dari Gerindra