News / Metropolitan
Jum'at, 09 September 2022 | 13:27 WIB
Tersangka Irjen Ferdy Sambo saat mengikuti rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah pribadi Ferdy Sambo di Jalan Saguling, Duren Tiga, Jakarta, Selasa (30/8/2022). [Suara.com/Yasir]

Suara.com - Setelah lama bungkam, tersangka Bripka RR akhirnya mulai berani membuka cerita perihal penembakan Nofriansyah Josua Hutabarat alias Brigadir J dari sudut pandangnya.

Salah satu yang diungkap adalah detik-detik sebelum Ferdy Sambo memberikannya perintah untuk menembak Brigadir J.

Untuk diketahui, Bripka RR memilih untuk menolak perintah tersebut sehingga akhirnya Bharada E lah yang menjadi eksekutor.

Disampaikan kuasa hukum Bripka RR, Erman Umar, pembicaraan ini terjadi di rumah Saguling. Saat itu, Bripka RR dalam posisi tidak mengetahui konflik apa yang terjadi di rumah Magelang.

"Di Saguling itu, (Bripka RR) dipanggil, dia tanya (ke Ferdy Sambo) 'ada kejadian apa di Magelang?'" ujar Erman, dikutip Suara.com dari kanal YouTube Kompas.com pada Jumat (9/9/2022).

Tak disangka, pertanyaan itu dijawab dengan sangat emosional oleh Ferdy Sambo. Bahkan, Sambo disebut sampai menangis menceritakan adanya pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J kepada istrinya, Putri Candrawathi.

"Kamu tahu nggak? Ini Ibu dilecehkan," tutur Erman, menirukan pengakuan Bripka RR soal jawaban Sambo. "Dan itu sambil nangis dan emosi."

Tersangka Irjen Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi saat rekonstruksi pembunuhan Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Selasa (30/8/2022). [Suara.com/Alfian Winnato]

Setelah itulah Sambo meminta Bripka RR untuk menghabisi nyawa Brigadir J.

"Baru dilanjutin, 'Kamu berani nembak enggak? Nembak Yosua'. Dia bilang, 'Enggak berani Pak, enggak kuat mental saya'. (Sambo jawab lagi), 'Ya sudah kamu panggil Richard'," sambungnya.

Baca Juga: Ngakak! Suami Istri Ini Parodikan Gaya Mesra Ferdy Sambo-Putri Candrawathi Saat Reka Ulang Pembunuhan Brigadir J

Kepada Erman, Bripka RR mengaku perilaku Sambo kala itu sangat tidak biasa.

"Saya melihat Bapak terguncang, enggak biasa, tapi saya enggak tahu kejadian di sana (rumah Magelang)," kata Erman mengikuti apa yang diceritakan sang klien kepadanya.

Bripka RR hanya membenarkan soal adanya pertengkaran antara Brigadir J dengan tersangka Kuat Ma'ruf.

Malah menurut Bripka RR, tersangka Putri Candrawathi justru mencari Brigadir J ketika mereka di rumah Magelang.

Saat itu Bripka RR hanya mengantarkan Brigadir J untuk menemui Putri dan meninggalkan keduanya untuk berjaga di depan kamar.

"Tapi dia enggak dengar, nggak dengar pembicaraannya apa," terang Erman.

Load More