News / Nasional
Jum'at, 09 September 2022 | 14:07 WIB
Aparat kepolisian memperketat keamanan menjelang aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang akan digelar sejumlah elemen masyarakat di kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2022). Kawat berduri berlapis disiagakan. (Suara.com/Yaumal)

Suara.com - Aparat kepolisian memperketat keamanan menjelang aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang akan digelar sejumlah elemen masyarakat di kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2022).

Berdasarkan pantauan Suara.com sekitar pukul 13.00 di lokasi, kepolisian memblokade Jalan Merdeka Barat yang mengarah ke Istana Merdeka dan sebaliknya.

Blokade dilakukan dengan pemasangan kawat berduri dua lapis dan dipasangi separator sebanyak empat lapis. Kemudian di pembatas paling belakang dipasang water barrier.

Pemasangan berlapis itu dilakukan diduga untuk mengantisipasi massa berusaha menerobos blokade.

Sebelumnya, saat unjuk rasa Kamis (8/9) kemarin yang digelar kelompok mahasiswa, dua lapis kawat berduri berhasil disingkirkan.

Di kawasan Patung Kuda, hingga pukul 13.49 WIB belum ada massa dari pengunjuk rasa.

Aparat kepolisian memperketat keamanan menjelang aksi unjuk rasa menolak kenaikan harga BBM yang akan digelar sejumlah elemen masyarakat di kawasan Patung Kuda, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (9/9/2022). (Suara.com/Yaumal)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan ada tiga titik aksi unjuk rasa yang akan digelar masyarakat pada hari ini.

"Hari ini sesuai pemberitahuan ada beberapa kelompok elemen masyarakat yang akan menyampaikan aspirasinya terkait BBM ini di DPR, Patung Kuda, dan LBH, Menteng, Jakarta Pusat," kata Zulpan kepada wartawan.

Zulpan menuturkan aksi demonstrasi yang bakal digelar hari ini di antarnya dari kelompok mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol).

Baca Juga: BLT BBM dan Bansos Sembako di Sumedang Segera Cair, Cek data Penerima dan Jadwal Pencairannya

Guna memastikan demonstrasi berjalan kondusif sebanyak 8.350 aparat dikerahkan. Sementara terkait kemungkinan penutup sejumlah ruas jalan dikatakannya bersifat tentatif.

"Untuk penutupan lalu lintas melihat kondisi di lapangan," ujarnya.

Load More