Suara.com - Dua bulan lebih mendampingi keluarga Brigadir J, pengacara Kamaruddin Simanjuntak menyebutkan bahwa dia dibocori beberapa orang yang mengaku korban polisi termasuk Ferdy Sambo.
Hal ini dinyatakan sendiri oleh Kamaruddin Simanjuntak dalam perbincangannya dengan akitivis Irma Hutabarat yang tayang di YouTube pada Minggu (19/9/2022).
Menurut Kamaruddin, usai dia mendampingi keluarga Brigadir J, dia seolah membuka kotak pandora.
"Banyak yang mengirimkan kronologis perkaranya ke saya," ujar Brigadir J.
Tiga Korban Terkait Polisi, Salah Satunya Ferdy Sambo
Pada kasus pertama, Kamaruddin menyebutkan bahwa ada seorang perempuan yang curhat padanya soal perkara yang pernah dialami oleh perempuan tersbeut.
"Hari ini ketika saya mau boarding dari Surabaya ke Jakarta ada seorang perempuan yang mengaku dipukuli di Jakarta di apartemennya," kata Kamaruddin.
"Ada visum dilaporkan di Polda Metro kemudian si pemukul ini tersangka, tapi dua tahun tidak P21, korbannya wanita tetapi bisa di SP 3 oleh orang yang di kemarin sudah di PTDH yang dari polda itu, dia pelakunya," tambahnya.
Kemudian perempuan yang dipukuli malah menjadi tersangka.
Baca Juga: Terlalu Gemas saat Foto Bareng, Seorang Wanita Panik Waktu Sadar Kucingnya Gigit Hal Ini
"Penyidiknya ya itu-itu juga," imbuhnya lagi.
Cerita kedua, dia dapatkan dari seorang dokter yang menjadi direktur rumah sakit di mana membuka rumah sakit dengan istri perwira tinggi kepolisian.
"Jadi istri perwira tinggi ini dokter, dia pun dokter lalu sahmanya [buka rumah sakit] itu 50 persen 50 persen, lalu kena banjir alat-alat kerendam air lalu beli lah yang baru," kata Kamaruddin.
Alat-alat yang sudah terendam air tersebut kemudian disumbangkan ke universitas, lalu universitas memberikan uang Rp 10 juta.
"Rp 10 juta ini oleh direktur rumah sakit diberikan ke yang bongkar pasang sehingga tak tercatat di keuangan rumah sakit," tambahnya.
Direktur kemudian dilapor penggunaan 10 juta yang hingga ditahan. Direktur diminta oleh peyidik untuk menyerahkan saham 50 persen ke istri perwira agar tidak ditahan dengan kasus penggelapan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya
-
Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi
-
Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti
-
Perjuangkan Warisan Abad ke-18, Ahli Waris Raja Pagi Sinurat Gugat 12 Pihak ke Pengadilan
-
Gavi Bikin Manchester United Gigit Jari, Red Devils Coba Rayu Carlos Baleba
-
Gempa M3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang
-
Gempuran AI & Medsos, Local Media Community Surabaya Ungkap Jurus Media Lokal Bertahan
-
Bikin Bobotoh Harap-Harap Cemas, Kok Bisa Akun IG 3,1 Juta Follower Thom Haye Hilang?
-
Heboh Jadi Sayembara, Pakar Sebut Besarnya Hadiah Tak Mengubah Standar Hukum Ijazah Gibran
-
Viva Perfect Matte vs Perfect Shine Lip Color, Mana yang Tahan Lama?