Kompor listrik tidak bisa untuk masakan Indonesia
Kontra terhadap konversi ini juga disampaikan oleh selebriti sekaligus anggota Komisi VII DPR RI Mulan Jameela. Kritik itu ia lontarkan dalam rapat DPR RI Komisi VII.
Mulan mengatakan program kompor induksi di Indonesia perlu dikaji ulang. Berdasarkan pengalamannya, kompor listrik dinilai tidak cocok digunakan untuk memasak menu lokal Indonesia.
"Ini saya jujur ya, kapasitas saya sebagai anggota dewan dan sebagai emak-emak. Kami di rumah aja punya kompor listrik tetap tak bisa lepas dari yang gas, karena masakan Indonesia ya beda bukan masakan orang bule yang pancinya ya seukuran gitu aja," kata Mulan Jameela.
Menurutnya, konversi elpiji ke kompor listrik tidak menyelesaikan masalah, justru mendatangkan masalah baru. Terlebih penggunaannya yang bisa membuat tagihan listrik membengkak.
"Masyarakat yang kekurangan daya listriknya kan 450 VA, ini kebutuhannya 1.200-1.800 watt, gede sekali," ujar Mulan Jameela.
Kritiknya ini kemudian menerima apresiasi dari warganet. Namanya pun sempat masuk jajaran Trending Topic Twitter karena disebut sudah mewakili suara 'emak-emak' Indonesia.
Kini dibatalkan oleh PLN demi kenyamanan masyarakat
Konversi kompor elpiji 3 kg ke kompor listrik dibatalkan. Hal ini dipastikan oleh PLN. Tarif dasar listrik juga tidak naik serta tidak ada penghapusan golongan pelanggan dengan daya listrik 450 Volt Ampere (VA).
Baca Juga: Program Kompor Listrik Resmi Dibatalkan, Dirut PLN: Untuk Menjaga Kenyamanan Masyarakat
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo mengungkapkan langkah pembatalan tersebut dilakukan agar masyarakat merasa nyaman. Terlebih dalam pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.
“PLN memutuskan program pengalihan ke kompor listrik dibatalkan. PLN hadir untuk memberikan kenyamanan di tengah masyarakat melalui penyediaan listrik yang andal,” kata Darmawan mengutip Antara, Selasa (27/9/2022).
Ia juga memastikan tidak ada kenaikan tarif listrik demi peningkatan daya beli masyarakat tetap terjaga. Daya listrik 450 VA pun disebutnya tidak akan dialihkan menjadi 900 VA.
"Tidak ada kenaikan tarif listrik. Ini untuk menjaga peningkatan daya beli masyarakat dan menjaga stabilitas ekonomi,” ucap Darmawan.
“Keputusan Pemerintah sudah sangat jelas. Tidak ada perubahan daya dari 450 VA ke 900 VA dan PLN siap menjalankan keputusan tersebut. PLN tidak pernah melakukan pembahasan formal apapun atau merencanakan pengalihan daya listrik 450 VA ke 900 VA. Hal ini juga tidak ada kaitannya dengan program kompor listrik,” imbuhnya.
PLN pun berkomitmen memelihara pasokan listrik yang baik. Mereka juga mendukung pemerintah untuk memulihkan ekonomi secara nasional, menjaga daya beli, hingga produktivitas masyarakat.
Kontributor : Xandra Junia Indriasti
Berita Terkait
-
Kader PKS Minta PLN Atasi Masalah Surplus Listrik Secara Merata di Masyarakat
-
Kritik Pengalihan LPG ke Kompor Listrik, Pria Ini Sebut Narasi Keren yang Berujung Cari Cuan
-
Resmi! Tarif Listrik Tidak Naik Hingga Akhir Tahun 2022
-
Program Kompor Listrik Resmi Dibatalkan, Dirut PLN: Untuk Menjaga Kenyamanan Masyarakat
-
PLN Pastikan Pengalihan Kompor LPG ke Listrik Batal, Tarif Dasar Tidak Naik dan Tak Ada Penghapusan Daya 450 VA
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja
-
Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet
-
Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah
-
Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik
-
IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung