Suara.com - Nama Nugroho Setiawan mendadak jadi perbincangan usai kejadian kerusuhan Kanjuruhan terjadi. Bukan tanpa sebab, dirinya merupakan satu-satunya orang Indonesia yang berhasil mendapatkan lisensi sebagai FIFA Security Officer.
Sebelumnya, pria yang akrab disapa Pak Nug ini sempat berkarir di PSSI sebagai Head of Infrastructure, Safety, and Security di PSSI. Namun, ia pun akhirnya melanjutkan karirnya sebagai Security Officer di Asian Football Confederation (AFC).
Nugroho dipercaya sebagai orang yang sangat paham tentang safety & security dari sebuah perhelatan sepakbola, termasuk cara mencegah serta menanggapi adanya kerusuhan. Lalu, apa sebenarnya tugas dan fungsi dari FIFA Security Officer tersebut? Simak selengkapnya.
Menyandur dari Fifa.com, ada beberapa tugas yang harus dilaksanakan oleh seorang Security & Safety Officer dan hanya boleh dilakukan oleh orang orang yang telah mendapatkan lisensi secara resmi.
Hal ini pun diungkap oleh NFF Presidential FIFA, Dr. Christian Emeruwa. "Kami (para Security & Safety Officer) bekerja di bawah prinsip dasar dengan koordinasi, komunikasi, dan kerja sama. Hal ini bukan hanya tentang memberi tahu otoritas setempat atau pihak penyelenggara tentang apa yang harus dilakukan, namun juga bekerja sama dengan mereka untuk memastikan mereka memenuhi peraturan keselamatan dan keamanan pada hari pertandingan." jelasnya.
Tak hanya itu, Dr. Emeruwa juga menjelaskan bahwa setiap anggota Security & Safety Officer FIFA harus memiliki keterampilan interpersonal yang baik dan kesadaran akan kepekaan sosial, hukum dan politik, karena situasi di setiap negara berbeda dan punya badan hukum masing masing.
“Beberapa kegiatan inisiatif seperti proyek pendampingan dan lokakarya serta pelatihan dan penyuluhan dari FIFA sangat diperlukan untuk membantu meningkatkan standar khususnya para Security & Safety Officer FIFA serta keselamatan dan keamanan dalam kompetisi sepak bola secara umum." tambah Dr. Emeruwa.
Dalam menjalankan tupoksinya sebagai orang yang paling paham soal pencegahan atau mitigasi serta penyelenggaraan baik pra atau pasca pertandingan, anggota Security & Safety Officer FIFA didorong oleh visi dunia dimana mewujudkan visi FIFA agar semua stadion di dunia yang menyelenggarakan pertandingan sepakbola aman dan ramah untuk semua orang.
Tak hanya itu, sosialisasi tentang bagaimana pertandingan dapat berjalan dengan baik dari segi keamanan dan kenyamanan juga harus dilakukan agar pihak pihak yang terlibat seperti kepolisian dan elemen pertahanan dan keamanan lainnya dapat memahami sehingga tidak terjadi hal hal yang tidak diinginkan seperti kerusuhan yang terjadi di Stadion Kanjuruhan kemarin.
Baca Juga: Selain "Liga Indonesia Dibekukan 8 Tahun", Ini 6 Sanksi FIFA Imbas Tragedi Kanjuruhan
"Kami memiliki peraturan untuk diikuti oleh tim Security & Safety Officer saat mereka menjalankan tugas di hari pertandingan mereka. Mereka juga harus perpedoman pada FIFA Stadium Safety & Security Regulations yang telah ditetapkan oleh FIFA." tutup Dr.Emeruwa.
Kejadian kerusuhan Kanjuruhan menjadi tamparan keras bagi pihak yang terlibat, sehingga memberikan pelajaran tentang pentingnya sosialisasi penanganan kasus bahkan pencegahannya agar tidak salah langkah dan menghindari hal yang sama kedepannya.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Selain "Liga Indonesia Dibekukan 8 Tahun", Ini 6 Sanksi FIFA Imbas Tragedi Kanjuruhan
-
Gas Air Mata Jadi Polemik, Menilik Penerapan Aturan FIFA dalam Tragedi Kanjuruhan
-
Pertanyakan SOP, Anggota DPR ke Polisi: Kenapa Tembakkan Gas Air Mata ke Tribun Stadion Kanjuruhan?
-
FIFA 'Nervous' Gelar Piala Dunia U-20? Keamanan Stadion Kuno Bak Kemasan Ikan Sarden Disorot
-
'Liga 1 Bersaing dengan Liga Dangdut', Mengapa Pertandingan Sepak Bola Sebaiknya Digelar Sore, Bukan Malam Hari?
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP Memori 256 GB Paling Murah, Kapasitas Lega, Anti Lag Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Jalan Putri Hijau/Yos Sudarso Medan Ditutup 31 Januari hingga 6 Februari, Arus Lalin Dialihkan
- 5 Bedak Wardah High Coverage untuk Flek Hitam Membandel Usia 55 Tahun
- Reshuffle Kabinet: Sugiono Jadi Menko PMK Gantikan 'Orang Jokowi', Keponakan Prabowo Jadi Menlu?
- 3 Pilihan HP Infinix 5G dengan Performa Tinggi dan Layar AMOLED
Pilihan
-
Siapkan Uang Rp100 Miliar! Orang Terkaya RI Ini Serok 84 Juta Lembar Saham saat IHSG Anjlok
-
5 HP Memori 512 GB Paling Murah, Terbaik untuk Gamer dan Kreator Konten Budget Terbatas
-
7 HP RAM 8 GB Rp2 Jutaan Terbaik dengan Baterai Jumbo, Cocok buat Multitasking dan Gaming Harian
-
IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Saya Menteri Keuangan
-
10 Sneakers Putih Ikonik untuk Gaya Kasual yang Tak Pernah Ketinggalan Zaman, Wajib Punya
Terkini
-
Hujan Lebat dan Angin Kencang Masih Intai Jakarta Hari Ini
-
Prabowo Bahas Rencana Groundbreaking 141 Ribu Unit Rumah Subsidi, Bakal Serap 80 Ribu Tenaga Kerja
-
Terjebak di Angka 5 Persen, Burhanuddin Abdullah Sebut Ekonomi RI Alami Inersia
-
Buntut Kasus Es Gabus, Babinsa Kemayoran Dijatuhi Sanksi Disiplin Berat dan Ditahan 21 Hari
-
Gus Yahya Tempuh Jalan Islah, Imam Jazuli: Pengakuan De Facto Otoritas Syuriyah
-
Genangan Surut, Jalan Daan Mogot Sudah Bisa Dilintasi Kendaraan
-
BMKG: Jabodetabek di Puncak Musim Hujan, Waspada Cuaca Ekstrem hingga Mei 2026
-
KPK: Pemeriksaan Gus Alex oleh Auditor BPK Fokus Hitung Kerugian Negara
-
Vonis 6 Bulan untuk Demonstran: Lega Orang Tua, Tapi Ada yang Janggal Soal Kekerasan Polisi!
-
Banjir Jakarta Meluas Kamis Malam: 46 RT dan 13 Ruas Jalan Terendam