News / Internasional
Senin, 10 Oktober 2022 | 14:25 WIB
Warga berdoa saat peringatan 19 tahun tragedi bom Bali di Monumen Bom Bali, Badung, Bali, Selasa (12/10/2021). [ANTARA FOTO/Fikri Yusuf]

Suara.com - Dua puluh tahun setelah bom Bali, Ronnie Taylor, seorang perawat di kota Darwin, Australia masih ingat permintaan yang paling banyak diajukan para korban selamat di rumah sakit Bali saat itu.

"Bisakah kamu menelepon ibuku? Bisakah kamu menelepon ayahku?"

Ronnie mengatakan mereka bisa mulai lega, setelah sebelumnya terkejut dan menyadari apa yang dialaminya, tiba-tiba bisa melewatinya.

Sesaat setelah jam 11 malam, tiga bom bunuh diri meledak di Bali, dua di klab malam kawasan Kuta dan satu di depan kantor konsulat Amerika Serikat.

Serangan teror menewaskan 202 orang, 88 orang di antaranya adalah warga Australia sehingga tim medis Australia ikut diterjunkan.

"Kita tahu para korban punya kesempatan untuk bisa diselamatkan," kata Ronnie, yang juga mengatakan Darwin jadi kota terdekat Australia untuk mengirimkan para korban.

Tindakan heroik para dokter dan perawat

Ketika berita teror bom Bali menyebar ke Australia, para dokter dan perawat di Royal Darwin Hospital langsung bersiap untuk menerima kedatangan para pasien.

Hanya berjarak 2 setengah jam dari Bali, saat itu rumah sakit ini memiliki 15 tempat tidur di unit perawatan intensif.

Mereka mempersiapkan kedatangan lebih dari 70 korban, banyak di antaranya dengan luka kritis yang mengancam jiwa.

Baca Juga: Cerita Mantan Polisi Australia yang Membantu Korban Bom Bali 20 Tahun Lalu

Dr Brian Spain, yang membantu mengoordinasikan kedatangan mereka selama tiga hari, mengatakan, "saya sama sekali belum pernah melihat seperti ini."

Ia mengaku untuk sesaat, mereka kewalahan.

"Tapi kemudian, menyadari jika saya memiliki tim yang hebat… kami tahu bisa melakukannya, satu per satu."

Dr Brian mengatakan rumah sakit memiliki waktu 26 jam untuk mempersiapkan gelombang pertama pasien, sejak bom meledak.

"Kami membawa ahli bedah luka bakar dan salah satu trainee dari Adelaide, jadi kami memiliki tim yang sangat bagus di sini untuk melakukan prosedur dan memberi saran untuk perawatan terbaik," katanya.

"Saat semua orang merasa sangat terpengaruh oleh tragedi cedera yang dialami, sampai hari ini ada juga rasa bangga yang mendalam di antara staf [jika mereka dapat membantu] ... mereka adalah bagian dari aksi tanggap luar biasa [tidak hanya] untuk rumah sakit tetapi atas nama bangsa untuk merawat para korban."

Load More