News / Internasional
Senin, 10 Oktober 2022 | 15:10 WIB
Ilustrasi telinga. (Freepik/natali_ploskaya)

Suara.com - Impian seorang gadis cilik Brisbane menjadi kenyataan berkat rekonstruksi telinga 3D pediatrik pertama di Australia yang bisa membuatnya sekarang memakai anting-anting.

Harriet Sanders lahir tanpa telinga dan didiagnosis mengalami gangguan pendengaran sehari kemudian.

Bocah enam tahun itu memiliki dua kondisi terpisah, mikrotia bilateral dan atresia, yang berdampak pada perkembangan telinga luar dan saluran telinga.

Ibunya, Anna Sanders, mengatakan dia diliputi rasa kebahagiaan ketika Harriet lahir.

"Kami memperhatikan Harriet memiliki satu daun telinga yang terlipat dan di sisi lain tidak ada apa-apa sama sekali, saat itu para dokter tidak tahu apa yang salah," katanya.

Seorang dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan baru mendiagnosis kondisi Harriet keesokan harinya.

Alat bantu dengar dari usia tiga minggu

Ultrasonografi atau pemindaian selama kehamilan Anna tidak mendeteksi kondisi telinganya.

"Kami diberitahu jika dalam banyak kasus, telinga tidak diperiksa dan tidak ada yang benar-benar tahu apa yang menyebabkan kondisinya. Ini bisa jadi faktor keturunan, tetapi tidak ada riwayat dalam keluarga kami," kata Anna.

"Dalam kasus Harriet, Anna diduga mengalami pendarahan di minggu ketujuh kehamilan, saat telinga sedang berkembang, tapi kami benar-benar tidak tahu."

Baca Juga: Ingin Lakukan Bedah Plastik, Pertimbangkan Dulu Hal Ini

Sejumlah tes pendengaran dilakukan untuk mendiagnosis kondisi Harriet selama beberapa hari sejak ia lahir.

Anna mengatakan hal itu sulit karena ia baru saja dilahirkan.

"Harriet memiliki kondisi langka ini dan bahkan lebih jarang terjadi karena terjadi di dua telinganya, kebanyakan anak-anak yang lahir biasanya kehilangan satu telinga tetapi Harriet tidak punya kedua telinga.

"Dia mengalami gangguan pendengaran sedang hingga berat dan diberikan alat bantu dengar yang dilakukan dengan tulang bilateral sejak usia tiga minggu."

Daun telinga yang dicetak 3D

Anna kemudian menemukan beberapa kasus rekonstruksi telinga di luar negeri, namun belum ada yang dilakukan di Australia.

Kemudian dia bertemu dengan ahli bedah asal Sydney, Joe Dusseldorp.

Load More