Suara.com - Impian seorang gadis cilik Brisbane menjadi kenyataan berkat rekonstruksi telinga 3D pediatrik pertama di Australia yang bisa membuatnya sekarang memakai anting-anting.
Harriet Sanders lahir tanpa telinga dan didiagnosis mengalami gangguan pendengaran sehari kemudian.
Bocah enam tahun itu memiliki dua kondisi terpisah, mikrotia bilateral dan atresia, yang berdampak pada perkembangan telinga luar dan saluran telinga.
Ibunya, Anna Sanders, mengatakan dia diliputi rasa kebahagiaan ketika Harriet lahir.
"Kami memperhatikan Harriet memiliki satu daun telinga yang terlipat dan di sisi lain tidak ada apa-apa sama sekali, saat itu para dokter tidak tahu apa yang salah," katanya.
Seorang dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan baru mendiagnosis kondisi Harriet keesokan harinya.
Alat bantu dengar dari usia tiga minggu
Ultrasonografi atau pemindaian selama kehamilan Anna tidak mendeteksi kondisi telinganya.
"Kami diberitahu jika dalam banyak kasus, telinga tidak diperiksa dan tidak ada yang benar-benar tahu apa yang menyebabkan kondisinya. Ini bisa jadi faktor keturunan, tetapi tidak ada riwayat dalam keluarga kami," kata Anna.
"Dalam kasus Harriet, Anna diduga mengalami pendarahan di minggu ketujuh kehamilan, saat telinga sedang berkembang, tapi kami benar-benar tidak tahu."
Baca Juga: Ingin Lakukan Bedah Plastik, Pertimbangkan Dulu Hal Ini
Sejumlah tes pendengaran dilakukan untuk mendiagnosis kondisi Harriet selama beberapa hari sejak ia lahir.
Anna mengatakan hal itu sulit karena ia baru saja dilahirkan.
"Harriet memiliki kondisi langka ini dan bahkan lebih jarang terjadi karena terjadi di dua telinganya, kebanyakan anak-anak yang lahir biasanya kehilangan satu telinga tetapi Harriet tidak punya kedua telinga.
"Dia mengalami gangguan pendengaran sedang hingga berat dan diberikan alat bantu dengar yang dilakukan dengan tulang bilateral sejak usia tiga minggu."
Daun telinga yang dicetak 3D
Anna kemudian menemukan beberapa kasus rekonstruksi telinga di luar negeri, namun belum ada yang dilakukan di Australia.
Kemudian dia bertemu dengan ahli bedah asal Sydney, Joe Dusseldorp.
Berita Terkait
-
Benarkah Telinga Berdenging Tanda Ibadah Ditolak? Begini Penjelasan Buya Yahya
-
Mata dan Telinga Prabowo Pelototi Semua Program: Pejabat Jangan Coba-coba Korupsi!
-
Viral Dua Pria Terduga Maling Ditangkap Warga, Dipaksa Ciuman dan Saling Gigit Telinga
-
Bukan Lagi Joki Duduk, Kecurangan UTBK Kini Pakai Telinga Bionik
-
Bentuk Telinga Roby Tremonti Dianalisis Pakai Ilmu Kuno Tiongkok, Apa Hasilnya?
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Empuk untuk Jogging hingga Long Run Sesuai Review Pembeli
- Pemain Timnas Terlibat? 3 Kejanggalan Dugaan Pengaturan Skor Piala AFF 2026
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- 4 Shio yang Diprediksi Nasibnya Makin Baik pada 15 Agustus 2026, Siapa Saja?
Pilihan
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
Terkini
-
Liburan Agustus Lebih Hemat! Ada Diskon di Wisata Nako Pasir Angin Bareng BRI
-
Satgas Galapana DPR RI ke Ruteng, Kumpulkan Menteri hingga Bos BUMN untuk Tangani Korban Gempa
-
Bangunan Dapur MBG di Muara Enim Jadi Sasaran Maling, Motor dan Ponsel Raib
-
Pasar Murah HUT RI Digelar di 5 Kecamatan Palembang, Ada Diskon Belanja Rp10 Ribu
-
Kado Anniversary Sempat Bikin Mahalini Kesal, Rizky Febian Bongkar Rencana Rahasianya
-
Apakah Serum Vitamin C Boleh Dipakai Malam Hari? Ini Waktu Terbaik Agar Glowing Maksimal
-
Review Skintific 2% Salicylic Acid, Serum Ampuh Bikin Jerawat Meradang Langsung Kempes
-
73 Hotspot Terpantau di Kalsel, Kemenhut Dorong Verifikasi Dini Karhutla
-
Apresiasi Pidato Prabowo, Jubir PSI: Pertumbuhan Ekonomi Tingkatkan Kesejahteraan Rakyat
-
Pengamat Kejaksaan: Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Anggota Tim 9