Suara.com - Penangkapan Irjen Pol Teddy Minahasa menambah panjang daftar perwira tinggi Polri yang tersandung kasus. Teddy Minahasa yang baru saja mendapat amanah jadi Kapolda Jatim ini ditangkap atas kasus narkoba pada Jumat (14/10/2022).
Dalam penangkapan kasus narkoba ini, Teddy Minahasa bukanlah satu-satunya polisi yang terlibat.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalan keterangan persnya mengungkap kronologi kasus narkoba yang melibatkan para anggota a Polri berpangkat brigadir kepala, komisaris, AKBP dan Irjen.
Atas dasar tersebut, Kapolri Jenderal Listyo meminta kasus itu dikembangkan. Penyelidikan lantas mengarah ke seorang pengedar sabu yang berkaitan dengan personel Polri berpangkat AKBP.
"AKBP, mantan Kapolres Bukit Tinggi."
"Atas dasar tersebut, kemarin, saya minta Kadiv Propam Mabes Polri untuk menjemput dan melakukan pemeriksaan terhadap Irjen TM. Tadi pagi telah dilaksanakan gelar, dinyatakan Irjen TM dinyatakan terlangar, dan ada penempatan khusus."
Ternyata Teddy Minahasa bukanlah satu-satunya polisi berpangkat jenderal yang tersandung kasus. Sebelumnya beberapa jenderal juga sempat ditangkap karena kasus yang berbeda.
Di tahun 2006, Kepala Bareskrim Polri Suyitno Landung divonis hukuman setahun penjara karena meloloskan tersangka kasus pembobolan BNI.
Kemudian ada Brigjen Pol Samuel Ismoko yang terjerat kasus penyalahgunaan jabatan dan suap. Ada pula Komjen Pol Susno Duadji yang terjerat kasus korupsi ketika menjabat Kapolda Jawa Barat.
Baca Juga: Susul Ferdy Sambo, Irjen Teddy Minahasa Terancam Pecat
Selain itu, Irjen Pol Djoko Susilo juga jadi salah satu jenderal yang terjerat kasus korupsi pengadaan simulator SIM. Ditambah, Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang terseret kasus korupsi hak tagih Bank Bali.
Terbaru, ada Irjen Pol Ferdy Sambo yang terjerat kasus pembunuhan Brigadir J yang perkaranya masih belum selesai hingga berita ini disusun.
Kendati begitu, Irjen Pol Teddy Minahasa adalah satu-satunya perwira tinggi Polri berpangkat jenderal yang ditangkap karena kasus narkoba.
Akibat penangkapan ini, Surat Telegram Kapolri soal penyerahan kabatan Kapolda Jatim terhadap Teddy Minahasa terancam dibatalkan.
Berita Terkait
-
Susul Ferdy Sambo, Irjen Teddy Minahasa Terancam Pecat
-
Kapolri Sebut Sejumlah Anggota Polisi, Mulai Bripka hingga AKBP yang Terlibat Jaringan Narkoba Irjen Teddy Minahasa
-
Kasus Irjen Teddy Minahasa Minta Jatah Sabu, Kapolri: Ini jadi SOP yang Kami Harus Perbaiki
-
Irjen Teddy Minahasa Ditangkap Kasus Narkoba, Listyo: Tidak Pandang Pangkat dan Jabatan
-
Tragis Irjen Teddy Minahasa Ditangkap Narkoba, Kini Mendekam di Sel Khusus Juga Terancam Dipecat
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- 7 HP Samsung Seri A yang Sudah Kamera OIS, Video Lebih Stabil
Pilihan
-
Warga Sambeng Borobudur Terancam Kehilangan Mata Air, Sendang Ngudal Dikepung Tambang
-
Rivera Park Tebo Terancam Lagi, Tambang Ilegal Kembali Beroperasi Saat Wisatawan Membludak
-
Bukan Merger, Willy Aditya Ungkap Rencana NasDem-Gerindra Bentuk 'Political Block'
-
Habis Kesabaran, Rossa Ancam Lapor Polisi Difitnah Korban Operasi Plastik Gagal
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
Terkini
-
Media Eropa-Asia: Jika Pesawat Perang AS Bebas di Udara Indonesia akan Ubah Peta Kekuatan Regional
-
Menaker: Pemanfaatan AI Tertinggal, Kemnaker Perkuat Kompetensi Pekerja
-
BPOM Bantah Isu Penolakan Industri di Balik Aturan Label SehatTidak Sehat pada Makanan
-
Usai dari Rusia, Prabowo Temui Macron di Paris: Bahas Alutsista hingga Energi Bersih
-
Militer AS 18 Kali Langgar Wilayah RI Tanpa Maaf, Kini Berpotensi 'Terbang Seenaknya'
-
Pastikan Santunan Bagi Ahli Waris PHL, BPJS Ketenagakerjaan Tegaskan Negara Hadir Lindungi Pekerja
-
Surat Kemlu Bocor: Izin 'Terbang Bebas' Militer AS Berisiko Jadikan Indonesia 'Medan Perang'
-
Terseret Dugaan Kasus Korupsi, Nadiem Makariem Akui Kurang Pahami Budaya Birokrasi
-
Trump Kritik Paus Leo XIV hingga Lecehkan Yesus, Presiden Iran: Gak Bisa Dimaafkan!
-
China Bantah Pasok Senjata untuk Iran, Fitnah Tak Berdasar