Suara.com - Gerak-gerik para terdakwa di sidang perdana penembakan Brigadir J terus menjadi sorotan publik. Terutama Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu yang menjadi satu-satunya justice collaborator dalam kasus ini.
Salah satunya ketika Bharada E terlihat menangis di persidangan. Hal ini tampak saat Bharada E berjalan meninggalkan ruang sidang dalam keadaan tangan diborgol dan telah mengenakan lagi rompi tahanan kejaksaannya.
Dilihat Suara.com di akun Instagram @lambegosiip, tampak Bharada E yang berjalan meninggalkan ruang persidangan dengan wajah dan mata memerah.
Setelah menyeka air matanya, Bharada E kemudian mengenakan maskernya masih sambil berjalan dengan dikawal polisi serta jaksa.
Tampak video itu juga memperlihatkan sejumlah tindak-tanduk Bharada E selama persidangan. Seperti ketika Bharada E menunduk kepada majelis hakim, jaksa penuntut umum, dan penasihat hukum, serta ketika Bharada E terlihat tidak tenang selama duduk di kursi terdakwa.
Video ini rupanya turut mencuri perhatian publik, bahkan dibandingkan dengan momen ketika sesama terdakwa Putri Candrawathi yang juga menangis selama persidangan.
Publik menilai hanya Bharada E lah yang tulus merasa bersalah dalam peristiwa keji ini. Sementara para terdakwa lain, menurut publik, tidak menunjukkan rasa bersalah bahkan cenderung berakting selama proses persidangan.
Misalnya saja tangisan Putri yang dinilai berakting belaka. Atau momen ketika terdakwa Kuat Ma'ruf dinilai mengantuk selama mendengarkan JPU membacakan surat dakwaan.
"Sedih banget lihatnya," komentar warganet.
Baca Juga: Ferdy Sambo Ucapkan Sesuatu Buat Keluarga Brigadir J
"Ini pelajaran hidup buat kamu, untuk menjadikan kamu orang yang jauh lebih baik lagi kedepannya. Next jangan mau disuruh-suruh untuk melakukan kesalahan apapun itu bentuknya," ujar warganet.
"Kayaknya cuma BE yang ada aura penyesalan dan kesedihan mendalam. Yang lain kayak biasa aja," kata warganet.
"Udah ketauan yang tulus cuma icad, air mata penyesalan.. yang lain pada bandit semua... gak ada menyesal-menyesalnya..." tutur warganet lain.
"Si kuat malah ngantuk," kritik warganet.
"Sementara si PC pake ketawa-ketawa genit pula sama pengacarannya... dihhh," timpal yang lainnya.
Bharada E Tak Ajukan Eksepsi
Berita Terkait
-
Bharada E Banjir Kiriman Karangan Bunga, Para Pendukung Hadir ke Sidang Perdana Langsung di PN Jaksel
-
Tak Terlihat seperti Depresi, Tingkah Putri Candrawathi Bercanda dengan Pengacara Dicurigai Netizen
-
Sidang Pembunuhan Brigadir J: FS Tampil Modis, Ibu PC Senyum Genit, KW Mengantuk, Bharada E Mohon Ampun
-
'Masih Punya Power', Makna Kemeja Batik Ferdy Sambo saat Persidangan Dilucuti Pakar
-
Kuat Maruf Ngantuk Saat Jalani Sidang Perdana Kasus Pembunuhan Brigadir J
Terpopuler
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- 6 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaru yang Cocok untuk Bapak-Bapak
- 5 Bedak Tabur Translucent Lokal yang Bikin Makeup Tampak Halus dan Tahan Lama
Pilihan
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
Terkini
-
Bukannya Antar Makanan, Sopir MBG di Tajurhalang Malah Nyambi Jadi Kurir Sabu!
-
Kritik Tajam Formappi Soal LCC Empat Pilar: Tragedi Memalukan yang Runtuhkan Marwah MPR
-
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Ekonom UGM Sebut Publik Bakal Kena Imbas Harga Naik
-
Bos Barong Grup: Rokok Ilegal Jangan Cuma Ditindak, Ajak Masuk Jalur Legal
-
Dirjen WHO: Hantavirus Bukan Pandemi Baru Seperti COVID-19
-
Mengenal Istilah Ngadal: Tradisi 'Magang' Anak SMP Jadi Penjaga Perlintasan Rel Liar
-
Rekam Jejak Kontroversial Sara Duterte: Dari Pukul Petugas hingga Ancam Pembunuhan Ferdinand Marcos
-
Sistem Biokontainment Amerika Serikat Siaga Penuh Antisipasi Ledakan Kasus Hantavirus
-
Puan Maharani Soal Larangan Nobar Film 'Pesta Babi', Minta DPR Panggil Pihak Terkait
-
SMAN 1 Pontianak Tuntut Klarifikasi LCC 4 Pilar MPR RI: Juri Diduga Tak Konsisten