Suara.com - Bibi Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J, Rohani Simanjuntak mengungkapkan pihak keluarga sejumlah kesiapan untuk menghadapi sidang Bharada E.
Diketahui, keluarga Brigadir J akan memberikan kesaksian dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada Selasa (25/10/2022).
Rohani sendiri menyatakan keluarga tengah menyiapkan fisik dan terutama mental. Sebab, mereka juga baru pertama kali menghadapi sidang seperti hal tersebut.
"Kami mempersiapkan kesehatan dan mental. Ya kita kan namanya di persidangan itu kita nggak tahu. Lagian kita belum pernah menghadapi kayak gitu, jadi kita harus mempersiapkan mental gitu," ungkap bibi Brigadir J, Rohani Simanjuntak dikutip Suara.com dari kanal YouTube KOMPASTV, Senin (24/10/2022).
Adapula saksi sejumlah 11 orang dari pihak keluarga yang akan hadir secara langsung nantinya.
Sehubungan sebagai saksi tersebut, pihak keluarga Brigadir J akan mengungkapkan segala hal dengan sejujur-jujurnya di persidangan.
"Apa yang dipertanyakan sama hakim, sama jaksa nanti ya itulah kami jawab apa yang kami lihat dan apa bukti-bukti yang ada sama kami. Itulah nanti akan kami sampaikan di pengadilan," ungkap Rohani.
Selain itu, Rohani mengaku keluarga telah menyiapkan barang bukti berupa hasil otopsi Brigadir J.
"Kami ada barang-barang bukti-bukti yang sudah tercantum di ponsel kami. Seperti luka-luka tembak dan sayatan yang kami lihat dan akan kami saksikan di sana," kata Rohani seperti dikutip dari program Kompas Petang KOMPAS TV, dilihat Senin (24/10/2022).
Baca Juga: Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi Beberkan 4 Bukti Pelecehan Seksual yang Dilakukan Brigadir J
Rohani juga mengatakan turut mengungkapkan soal keterangan yang tercatat dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), bersama para saksi lainnya.
"Kami cerita di BAP kemarin itu bagaimana, keterangan di BAP akan kami terangkan di persidangan," ungkap Rohani.
Sementara itu, Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menyidangkan perkara pembunuhan Brigadir Yosua dengan terdakwa Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, meminta agar jaksa menghadirkan 12 orang saksi ke persidangan.
Dari 12 saksi yang diminta hakim untuk dihadirkan, diantaranya merupakan keluarga Brigadir Yosua. Mereka adalah Samuel Hutabarat, Rosti Simanjuntak, Marezal Rizky, Yuni Artika hutabarat, Devianita Hutabarat, Novitasari Nadea, Rohani Simanjuntak, Sanggah Parulian, Rosline Emika Simanjuntak, Indrawanto Pasaribu, dan Vera Mareta Simanjuntak.
Tag
Berita Terkait
-
Tim Kuasa Hukum Putri Candrawathi Beberkan 4 Bukti Pelecehan Seksual yang Dilakukan Brigadir J
-
Soal Tangisan Putri Candrawathi Saat Sidang, Pakar Mikro Ekspresi Duga Ada 3 Penyebab, Teringat Brigadir J?
-
Panasnya Sidang Putri Candrawathi saat Kamaruddin VS Febri Diansyah Saling Serang soal Otak Pembunuhan Brigadir J
-
12 Saksi Akan Hadir dalam Sidang Kasus Pembunuhan Brigadir J Besok Selasa 25 Oktober 2022, Siapa Saja?
-
Bharada E Berniat Selamatkan Yosua dari Rencana Pembunuhan Sambo, Tapi...
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Muncul Isu Liar Soal Rully Anggi Akbar Setelah Digugat Cerai Boiyen
Pilihan
-
Kisah Pilu Randu Alas Tuksongo, 'Raksasa yang Harus Tumbang' 250 Tahun Menjadi Saksi
-
Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam
-
Pasar Modal RI Berpotensi Turun Kasta, Kini Jepang Pangkas Rekemondasi Saham BEI
-
Jeffrey Hendrik Belum Resmi jadi Pjs Direktur Utama BEI
-
Penghentian Operasi dan PHK Intai Industri Batu Bara Usai Kementerian ESDM Pangkas Kuota Produksi
Terkini
-
Geger Temuan PPATK, Rp992 Triliun Perputaran Duit Tambang Emas Ilegal, Siapa 'King Maker'-nya?
-
Pigai Akui Uang Pribadi Terkuras karena Kementerian HAM Tak Punya Anggaran Bansos
-
Saksi Ungkap Ada Uang Nonteknis dan Uang Apresiasi dalam Pengurusan Sertifikasi K3 di Kemnaker
-
Pedagang Kota Tua Terpaksa 'Ngungsi' Imbas Syuting Film Lisa BLACKPINK: Uang Kompensasi Nggak Cukup!
-
Sri Raja Sacandra: UU Polri 2002 Lahir dari Konflik Kekuasaan, Bukan Amanah Reformasi
-
Prabowo Wanti-wanti Pimpinan yang Akali BUMN Segera Dipanggil Kejaksaan
-
Natalius Pigai Bangga Indonesia Pimpin Dewan HAM PBB: Sebut Prestasi Langka di Level Dunia
-
Nadiem Kaget Banyak Anak Buahnya Terima Gratifikasi di Kasus Chromebook: Semuanya Mengaku
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
-
Guntur Romli Kuliti Jokowi: Demi PSI, Dinilai Lupa Rakyat dan Partai Sendiri