Suara.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendata kasus gagal ginjal akut yang meninggal dunia. Dari 141 orang yang meninggal dunia, paling banyak kasusnya terjadi di DKI Jakarta.
Menurut data Kemenkes, gagal ginjal akut di Indonesia tercatat ada 245 kasus. Khusus wilayah Jakarta sendiri terdapat 27 kasus meninggal dunia, 22 kasus masih menjalani perawatan, dan 6 dinyatakan sembuh.
Urutan kedua ditempati Jawa Barat dengan 18 meninggal dunia, 15 menjalani perawatan, dan 1 sembuh. Sehingga total kasus gagal ginjal akut di Jawa Barat mencapai 34 orang.
Lalu, Aceh menjadi provinsi ketiga yang paling banyak memiliki kasus gagal ginjal akut. Sebanyak 21 meninggal dunia di provinsi Aceh, 5 menjalani perawatan, dan 2 sembuh.
Sementara itu, Kemenkes juga mencatat kalau tren kasus gagal ginjal akut pada anak mulai terjadi sejak Agustus 2022 di mana tercatat ada 36 kasus meninggal dunia pada bulan tersebut.
Lebih lanjut, Kemenkes juga membagi jumlah kasus berdasarkan kelompok umur. Sebanyak 161 dari 245 kasus itu terjadi pada kelompok umur 1 hingga 5 tahun.
Gagal Ginjal Akut Akibat Zat Kimia dalam Obat
Sebelumnya diberitakan, Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan, kalau gagal ginjal akut yang menyerang ratusan anak di Indonesia bukan disebabkan oleh bakteri maupun Covid-19.
Budi menyebut kalau gagal ginjal akut disebabkan oleh zat kimia dalam obat-obatan. Ia juga menjelaskan, Kemenkes sudah melakukan pengamatan melalui laboratorium patologi pada September 2022.
Baca Juga: Kandungan EG dan DEG di Obat Sirop Sangat Tinggi, Dua Industri Farmasi akan Diproses Hukum
Hal Itu dilakukan Kemenkes lantaran dugaan awal gagal ginjal akut itu berasal dari virus, bakteri atau parasit.
"Hasilnya itu kecil sekali disebabkan virus atau bakteri. Misalnya ada bakteri leptospira, ini bisa menyebabkan sakit ginjal. Kita cek semua anak yang kena, ternyata 0 persen," terang Budi saat menyampaikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (24/10/2022).
Kemudian, Kemenkes juga sempat mengecek apakah gagal ginjal akut disebabkan oleh Covid-19. Hasilnya, kurang dari 1 persen pasien yang dinyatakan positif Covid-19.
Titik terang baru didapatkan Kemenkes ketika Organisasi Kesehatan Dunia alias WHO mengeluarkan surat edaran pada 5 Oktober 2022 yang isinya merupakan peringatan adanya zat kimia berbahaya pada pelarut obat-obatan.
Setelah mendapatkan surat edaran itu, Kemenkes melakukan tes darah kepada anak yang menderita gagal ginjal akut.
"Kita tes ke 10 anak, 7 darahnya mengandung zat kimia itu. Jadi positif memang 70 persen yang kena itu disebabkan zat kimia itu," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 6 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Wajah dan Harganya
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
Kelakuan Zionis! Militer Israel Tewaskan 3 Warga Gaza, Puluhan Ditangkap di Tepi Barat
-
Seenaknya Blokade Selat Hormuz, Iran Sebut AS Seperti Perompak di Mata Dunia
-
Benjamin Netanyahu Koar-koar Sebut Israel Serang Iran Demi Cegah Holocaust Kedua
-
Tak Cukup Andalkan Polisi, Sosiolog Dorong Warga Jakarta Kompak Lawan Premanisme
-
Lakukan Penistaan Gegara Foto Yesus, Donald Trump Bela Diri Salahkan Media
-
Panduan Lengkap IDAI: Cara Benar Menangani Anak Tersedak dan Teknik RJP untuk Orang Awam
-
Iran Tertawakan Blokade AS di Selat Hormuz: Mereka akan Rindukan Harga Bensin 4 Dolar
-
Iran Tak Kenal Kata Tunduk! Tegaskan 'Gertak Sambal' AS di Selat Hormuz Sia-sia
-
Akses Masuk Mekkah Telah Dibatasi, Hanya Pemilik Izin Resmi yang Diizinkan Jelang Haji 2026
-
KPK Temukan Dokumen 'Sakti' dari Tangan Tersangka, Nama-nama Besar Pengusaha Rokok Masuk Radar