Suara.com - Satu per satu tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J sudah diadili oleh hakim dan jaksa. Kemarin, Rabu (03/11/2022), giliran dua tersangka lainnya, yaitu Bripka Ricky Rizal (RR) dan Kuwat Ma'ruf diadili di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan. Di dalam persidangan tersebut, dihadirkan juga adik Brigadir J, Reza Hutabarat dan saksi lainnya.
Reza pun dimintai keterangan dan kesaksiannya soal sosok Kuwat Ma'ruf. Hakim Wahyu yang bertugas memimpin sidang pun mengawali pertanyaannya dengan mempertanyakan bagaimana Reza dapat mengenal Kuwat pertama kalinya.
"Pertama ketemu (Kuwat) awal di Jakarta 2020, yang ngenalin Yosua di Bangka (rumah pribadi Ferdy Sambo). Bang Yos (panggilan Brigadir J) bilang ini kerjanya sama bapak (Ferdy Sambo) juga, cuma itu saja," ungkap Reza.
Hakim pun kembali bertanya bagaimana kesan Reza saat pertama kali bertemu Kuwat. "Dari perjumpaan pertama, kesan (kepada) terdakwa gimana?" tanya hakim Wahyu.
Reza pun mengaku dirinya biasa saja dan tidak merasa ada yang aneh.
"Biasa saja awalnya," kata Reza.
Reza pun kembali melanjutkan pernyataannya yang mengungkap bahwa ia juga pernah bertemu Kuwat untuk kedua kalinya saat menjelang lebaran 2022 lalu. Ia mengaku bertemu Kuwat di rumah pribadi Ferdy Sambo di daerah Saguling, Jakarta Selatan.
"Pertemuan kedua (dengan Kuwat) tahun 2022, saya mampir ke Saguling menjelang Lebaran saya bertemu dengan Om Kuwat, saat Om Kuwat mau ambil bingkisan di Saguling," lanjut Reza.
Reza pun sebelumnya sempat mengungkap dirinya berpindah rumah ke daerah Saguling, dekat dengan sang kakak Brigadir J tinggal bersama Ferdy Sambo dan segala ajudannya.
"Setiap saudara (pindah) ke Saguling ketemu enggak sama Kuat?" tanya hakim kembali.
Reza pun mengaku tidak pernah bertemu lagi dengan Kuwat, mengingat Kuwat akhirnya pindah ke rumah dinas di Duren Tiga.
"Selama saya pindah ke daerah Saguling, saya tidak pernah lihat (Kuwat) di Saguling," jawab Reza.
Kesaksian Reza dan kronologi dirinya dapat mengenal Kuwat pun menjadi salah satu berkas yang diperlukan untuk mengungkap peristiwa sebenarnya yang terjadi di Duren Tiga pada Juli 2022 lalu.
Proses peradilan yang terus dilakukan demi menemukan titik terang dari kasus ini, dan satu persatu saksi pun dihadirkan untuk bisa mengungkap misteri dari penembakan Brigadir J ini.
Kontributor : Dea Nabila
Berita Terkait
-
Diduga Ada Sosok di Belakang Susi, Biasanya Tak Pakai Jilbab, Jaksa: Pakai Handsfree?
-
Minta Hakim Tolak Eksepsi Baiquni Wibowo, Jaksa: Keberatan Terdakwa Tak Berdasar Hukum dan Patut Dikesampingkan
-
Kukuh Tak Bersalah Dalam Tragedi Duren Tiga, Martin Simanjuntak Pojokkan Kuasa Hukum Kuat Maruf: Itu Pisau Buat Apa?
-
Profil Febri Diansyah, Sang Pembela Putri Candrawathi, Istri Ferdy Sambo dalam Kasus Pembunuhan Brigadir J
-
Dituding Menggunakan Handsfree hingga Penampilan Mengenakan Jilbab Dipersidangan jadi Sorotan, Warganet Pertanyakan Keyakinan Susi
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Hapus Jejak Masa Lalu! Ketua Komisi XIII DPR Setuju Hak untuk Dilupakan Masuk RUU HAM
-
Periksa Plt Bupati Cilacap, KPK Telusuri Pemerasan pada Periode Sebelumnya
-
Tak Ada Kementerian Keamanan, Polri Tetap di Bawah Presiden
-
33 Tahun Tanpa Keadilan, Kasus Marsinah Disebut Jadi Alarm Bahaya Kebangkitan Militerisme
-
KPK Periksa Eks Staf Ahli Menhub Terkait Dugaan Suap Proyek Jalur Kereta
-
Partai Buruh Kritik Sistem Pemilu Berbiaya Tinggi: Hanya Pemilik Modal dan Massa Besar yang Bertahan
-
Gibran Kecam Keras Pelecehan 50 Santriwati di Pati: Tidak Bisa Ditoleransi!
-
Pengakuan Serka MN Buang Kacab Bank, Diseret 2 Meter Lalu Ditinggal Telungkup
-
PAN dan Demokrat Buka Suara soal Dana Parpol: Sudah Diaudit BPK, Tepis Isu Mahar
-
Telepon Siswa OSIS Jabar, Prabowo Izinkan Keliling Istana Hingga Jelang Rapat