Korea Utara baru-baru ini juga menembakkan rudal balistik jarak pendek ke Laut Timur, hanya dua hari setelah meluncurkan dua rudal jelajah strategis jarak jauh yang melibatkan unit yang mengoperasikan “nuklir taktis.”
Pada 4 Oktober, pasukan AS dan Korea Selatan mengadakan latihan bersama setelah Korea Utara menembakkan rudal ke Jepang untuk pertama kalinya dalam lima tahun.
Ketegangan di kawasan itu dimulai pada 2020 ketika Korea Utara menyerang dan meledakkan kantor penghubung kedua negara di sepanjang perbatasan.
Rudal Korut Melintas Di Langit Jepang
Sementara itu, menurut laporan VOA, sehari setelah meluncurkan rentetan rudal yang belum pernah terjadi sebelumnya, Korea Utara kembali menembakkan tiga rudal lagi pada Kamis (3/11), termasuk rudal jarak jauh yang mendorong perintah bagi warga di tiga wilayah Jepang untuk melakukan perlindungan darurat.
Warga diperingatkan untuk segera berlindung di dalam ruangan di Miyagi, Yamagata, dan Niigata Jepang. Siaran televisi di beberapa bagian negara itu terganggu oleh peringatan darurat.
Sistem siaran darurat Jepang pada awalnya mengatakan, rudal Korea Utara melintasi wilayah Jepang, tetapi pejabat pertahanan kemudian mencabut tuduhan itu. Menteri Pertahanan Yasukazu Hamada mengatakan, para pejabat kehilangan jejak rudal itu, ketika sedang melintasi di atas laut antara Korea dan Jepang.
Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, rudal itu terbang sejauh 750 kilometer dengan ketinggian sekitar 2.000 kilometer. Militer Korea Selatan mengamatinya sebagai rudal jarak jauh, yang mendarat di laut lepas pantai timur Korea.
Sekitar satu jam setelah peluncuran rudal itu pada Kamis (3/11), Korea Utara menembakkan lagi dua rudal jarak pendek ke laut, kata pejabat pertahanan Korea Selatan dan Jepang.
Baca Juga: Lagi, Rudal Korut Lintasi Wilayah Jepang, Otoritas Minta Warga Berlindung
Korea Utara telah meluncurkan setidaknya 27 rudal, dengan lebih dari 100 peluru artileri sejak Rabu pagi, karena terus menunjukkan kemarahannya atas latihan militer AS dan Korea Selatan yang sedang berlangsung.
Berita Terkait
-
Lagi, Rudal Korut Lintasi Wilayah Jepang, Otoritas Minta Warga Berlindung
-
Semenanjung Korea Kembali Memanas: Korut Tembakkan 3 Rudal Ke Wilayah Korsel, Bunyi Sirine Bersahutan
-
Komentari Ancaman Nuklir Korut, Menhan Prabowo: Indonesia Ingin Jadi Juru Damai
-
PT PAL Indonesia Pamer Kapal Cepat Rudal
-
5 Artis Korea Selatan Jadi Orang Korea Utara di Film dan Drama, Lee Yi Kyung Jadi Tentara di Film 6/45
Terpopuler
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Update Posisi Hilal Jelang Idulfitri, Ini Prediksi Lebaran 2026 Pemerintah dan NU
Pilihan
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
Terkini
-
Gelar Apel Kelistrikan Nasional, Dirut PLN: 72.053 Personel Siaga Jaga Keandalan Listrik Idulfitri
-
Berangkatkan 1.496 Peserta, KESDM Bersama PLN dan BUMN Energi Fasilitasi Mudik Gratis ke 20 Tujuan
-
Sekjen PBNU Gus Ipul Beri Ucapan Khusus Lebaran ke Sekum Muhammadiyah Prof Mukti
-
Momen Lebaran di Rutan, KPK Izinkan 81 Tahanan Korupsi Bertemu Keluarga pada Idul Fitri 2026
-
Iran Klaim Berhasil Tembak Jatuh Jet Tempur Siluman F-35 Milik AS
-
H-1 Lebaran, Pemprov DKI Klaim Harga Pangan Terkendali, Cabai Rawit 'Pedas' Tembus Rp115 Ribu
-
KCIC Beri Diskon Tiket Whoosh hingga Rp100 Ribu Selama Mudik Lebaran 2026
-
Krisis Lebanon Memanas: Korban Tewas Akibat Serangan Israel Lampaui 1.000 Jiwa
-
Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi dengan AS, Negara yang Bantu Serangan Akan Dianggap Musuh
-
PDIP Bukan Gangguan, Pertemuan Prabowo-Megawati Disebut Jadi Kunci Stabilitas Pemerintahan