Suara.com - Sebuah museum di Massachusetts, Amerika Serikat, mengembalikan sekitar 150 artefak ke Suku Lakota Sioux, setelah menyimpannya selama lebih dari satu abad.
ABC News mengabarkan bahwa dalam prosesi pengembalian itu, anggota Suku Oglala Sioux dan Suku Cheyenne River Sioux melakukan perjalanan dari South Dakota untuk menerima senjata, pipa, moccasin atau sepatu, dan pakaian, serta barang lainnya yang diduga memiliki hubungan langsung dengan Pembantaian Wounded Knee yang terjadi pada tahun 1890.
Benda-benda tersebut selama ini disimpan oleh Founders Museum di Barre, Massachusetts.
Upacara penyerahan dilaksanakan pada Sabtu (5/11) di dalam ruangan gim salah satu sekolah dasar di daerah itu, yang mencakup pembacaan doa oleh perwakilan dari Suku Lakota. Artefak-artefak itu rencananya akan diserahkan secara resmi dalam sebuah upacara tertutup.
"Sejak Pembantaian Wounded Knee terjadi, genosida telah ditanamkan dalam darah kami," kata Surrounded Bear (20) yang melakukan perjalanan ke Barre dari Reservasi Pine Ridge. “Dan membawa pulang artefak-artefak ini merupakan langkah menuju penyembuhan. Sebuah langkah ke arah yang benar.”
Sementara itu, penyerahan pada akhir minggu lalu menjadi puncak dari upaya repatriasi yang telah dilakukan selama puluhan tahun.
“Merupakan hal yang penting bagi saya untuk mengembalikan artefak-artefak tersebut,” kata Ann Meilus, presiden dewan di Founders Museum. “Saya pikir museum ini akan dikenang karena berada di sisi sejarah yang benar dengan mengembalikan benda-benda ini.”
Benda-benda yang dikembalikan dalam kesempatan ini hanyalah sebagian kecil dari sekitar 870.000 artefak milik penduduk asli benua AS yang dimiliki oleh perguruan tinggi, museum, dan bahkan badan pemerintah federal.
Menurut undang-undang terkait perlindungan dan pengembalian artefak penduduk asli (NAGPRA) yang berlaku di AS, benda-benda ini seharusnya dikembalikan ke masing-masing suku.
Pejabat museum berdalih bahwa sebagai lembaga swasta yang tidak menerima dana federal, mereka tidak tunduk pada NAGPRA. Namun, mengembalikan barang-barang koleksi yang merupakan milik suku-suku asli merupakan sebuah hal yang benar untuk dilakukan.
Lebih dari 200 pria, wanita, anak-anak, dan orang tua terbunuh dalam Pembantaian Wounded Knee tahun 1890 di Reservasi Pine Ridge. Sekitar satu abad kemudian, Kongres telah mengeluarkan permintaan maaf resmi kepada Suku Sioux atas salah satu pembantaian penduduk asli Amerika terburuk di negara itu.
Sementara itu, semua benda yang dikembalikan ke Suku Sioux telah diautentikasi oleh beberapa ahli, termasuk para pakar suku.
Berita Terkait
-
Prediksi Deretan Pemain Kunci Amerika Serikat di Piala Dunia 2022: Dari Pulisic hingga McKennie
-
Makin Tegang dengan Korea Utara, Jepang dan AS Latihan Bersama
-
Kantor Urusan Senjata Pemusnah Massal AS Beri Pelatihan ke Indonesia dan Malaysia Cegah Bioterorisme
-
Samsung Galaxy S23 Bakal Meluncur Februari 2023
-
Pejabat Keamanan AS Sebut Korut Diam-diam Pasok Peluru Artileri untuk Rusia
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
- BPJS PBI Tiba-Tiba Nonaktif di 2026? Cek Cara Memperbarui Data Desil DTSEN untuk Reaktivasi
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp911 Miliar untuk Diskon Tiket Mudik Lebaran
-
Analis Sebut Pidato Berapi-api Jokowi untuk PSI Sebagai Blunder Politik
-
Pengamat: Pernyataan 'Peras Darah' Kaesang Adalah Mekanisme Proteksi Diri Keluarga Jokowi
-
Strategi 'Hukum Dompet', Jurus Paksa Warga Jakarta Pakai Transportasi Umum
-
KPK Optimis Ekstradisi Paulus Tannos Bakal Lancar, Meski Butuh Waktu Lama
-
Eks Teknisi Bobol Kabel Penangkal Petir 46 SPBU Shell, 7 Tersangka Ditangkap Kerugian Capai Rp1 M
-
Jakarta Tak Pernah Selesai dengan Macet, Pengamat: Kesalahan Struktur Ruang Kota
-
KPK Ungkap Modus Baru Gratifikasi Hakim PN Depok, Rp 2,5 Miliar Disamarkan Lewat Money Changer
-
Akhir Damai Kasus Oknum TNI Aniaya Driver Ojol di Kembangan, Hasan: Pelaku Sudah Minta Maaf
-
Diperiksa Polisi Besok: Pelaku Penganiayaan Gegara Drum di Cengkareng Bakal Hadir?